nhk

Seri 4 One Prix Sentul 2019: Race-1 Bebek 150 cc 4T TU Expert, Adu Stamina, Juara Syamsul Arifin

ManiakMotor – Bebek 4T TU Seeded yang kerennya doang disebut kelas Expert di One Prix 2019. Ini kelas yang mesin bebek harias sudah di tune-up habis-habisan. Lalu diadu 25 lap di sirkuit Sentul Karting & Motorcycle, mesinnya pasti minta ampun. Pembalap yang membawanya pun dikuras staminanya. Karena mereka menggeber mesin berspesifikasi yang mau tenang di atas 4.000 rpm atau lebih.

Syamsul Arifin (91) juara race-1

Dari 30 pembalap yang distart ada 13 motor dan pembalap yang rontok. Selebihnya jatuh, namun bisa bangkit dan finish tidak sesuai harapan mereka. Hilangnya Wilman Hammer (Yamaha Bahtera) yang tadinya memimpin, adalah masalah stamina. Dia jatuh pada tikungan yang tidak semestinya saat mempin balapan. Demikian juga Fitriansyah Kete (Astra Motor Racing Yogyakarta), dia dimakan tekniknya sendiri mengerem lebih keras roda belakang untuk dibikin slide, tapi sayang tidak terkontrol karena stmina dia sudah melorot.

Pada akhirnya yang bermain dengan ritme seperti dibilang pelatihnya sebelumnya, “QTT nggak begitu pengaruh dengan jumlah lap yang banyak. Justru daya tahan mesin dan pembalapnya yang dihitung lebih cermat. Usahakan mesin jangan membebani pembalapnya. Makanya semua mapping ECU dibikin lembut. Juga knalpot Proliner untuk putaran menengah membatu daya tahan mesin dan pembalap. Juga memudahkan motor melewati tambalan aspal Sentul persis di racing line yang menyiksa motor dan pembalapnya,” papar Bima Aditya, mekanik Yamaha AIRA SSS Proliner yang pembalapnya Samsul Arifin yang keluar sebagai juara dengan MX-King.

Syamsul memang terlihat dari data transponder memulai balapan sampai lap ke-25 tidak ada lonjakan catatan waktu tiba-tiba. Dia konstan dengan larinya yang 56 detik per lap. “Seri 4 di Sentul Kecil memang beda dengan seri sebelumnya di sini juga. Seri sebelumnya, aspal mulus. Sekarang bumpy yang ikut menguras fisik pembalap dan motor,” senyum Samsul sembari pergi ke podium pertama.

Wilman Hammer sempat memimpin jauh

Beda lagi dengan Reynaldi Pradana alias Rere (Yamaha Aditama) yang kedua di race-1. MX-King-nya sebelum balapan semua onderdil disegarkan alias baru. “Kebetulan juga dapat korekan baru. Tapi difokuskan untuk daya tahan yang panjang. Terbukti berhasil, walau di awal-awal lap saya agak kesulitan maju ke depan,” kata Rere dengan senyum lebarnya.

Stamina Rere juga tertolong bermain di Sentul Kecil, lantaran dia sudah sangat familiar dengan Sentul Kecil. Mau itu lintasan rusak, apalagi mulus dia sangat paham. Anak Bintaro ini saban balap kejuaraan lepas, dia jadi bintang. Maksudnya, banyak ngojek eh dipanggil tim-tim kecil untuk menaiki motor mereka. Makanya dia dipanggil si Raja Sentul Kecil.

Sekadar catatan saja. Di tim-tim didukung pabrikan alias tim besar, setiap race wajib ganti semua komponen fast moving wajib ganti. Kampas kopling, piston sampai per klep saban race wajib baru. Tetap saja rontok, karena ini mesin bebek yang aslinya buat harian ‘dipaksa’ jadi balap. Setiap pindah gigi mentok 13.500 rpm yang aslinya buat harian 9.000 rpm. Dan di Sentul Kecil ini wajib 25 lap untuk One Prix alias 30 km dikebut terus. Hasil lainnya saat balapan 20 lap ke atas, balapan sudah renggang-renggang. Nggak elok ditonton. Raider

BACA JUGA

Hasil Seri 4 One Prix Sentul, Bogor 12 – 13 Oktober 2019

Seri 4 One Prix Sentul 2019: Race 1 Bebek 150 cc 4T Novice, M. Murobbil Dari Proliner Juara

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353