Sorotan Utama di MotoGP Qatar 2024 Masih Soal Kemenangan Sang Juara Dunia Francesco Bagnaia, Martin dan Binder Bagai Adu Panco?

Maniakmotor.com — Pecco Bagnaia, sang juara dunia dua kali berturut-turut di musim lalu, masih konsisten berdiri di podium teras pada ajang pembuka MotoGP Qatar 2024. Doi kemudian disusul oleh Brad Binder (KTM) dengan selisih waktu 1,3 detik serta Jorge Martin (Pramac Ducati) sebesar 1,8 detik. Yap duo pembalap tersebut saling menyerang cukup sengit selama di Lusail kemarin, hanya berbeda 0,5 detik, bak adu panco.

Meski begitu, Sylvain Guintoli, mantan pembalap 250cc MotoGP, menilai sorotan utama tetap dipegang oleh Bagnaia. Mengapa begitu?, doi menyorot bagaimana pembalap dari tim Lenovo Ducati tersebut tertinggal saat sprint race, tetapi berhasil bangkit di kemudian berikutnya saat balap utama. 

“Anda harus menyerahkannya kepada Bagnaia, ketika tekanan muncul, dia mengatur start, lap pertama yang hebat, sangat agresif, dan balapan dengan cara yang hebat,” ucap Guintoli, dilansir dari Crash pada Minggu,17 Maret 2024.

“Ada satu kali overtake di Tikungan 4, tapi kemudian, dia menundukkan kepalanya dan punya ritme yang bagus,” sambungnya lebih lanjut.

Hal tersebut juga tentu tak luput dari strategi para insinyur tim pabrikan Ducati tersebut mengolah data setelah hasil sprint race untuk pecahkan setiap masalah maupun teka teki yang ada. Guintoli menilai Bagnaia tak sedikitpun lakukan kesalahan, amat mulus, dan itulah yang membuat penampilannya dapat diacungkan jempol.

Pembalap asal Italia tersebut memiliki manajemen ban yang cukup baik. Dengan ban yang sama di sesi berbeda, doi berhasil membuatnya efesien dalam jarak balapan. Bagi Guintoli, itulah salah satu aspek alasan yang membuat Bagnaia menyandang Gelar Juara Dunia berturut-turut.

Sementara itu, duo rider agresif, Binder maupun Martin, dinilai amat memiliki ambisi yang besar untuk menantang Bagnaia.

“Mereka berdua agresif dan ingin menjadi orang yang bisa melawan Pecco, tapi menurut saya kesempurnaan Pecco… sepertinya Pecco punya nomor satu,” pungkas Guintoli.

Guintoli juga ungkapkan Binder diibaratkan olehnya sebagai pejuang, sementara, Martin adalah seorang petarung. Meski begitu, mereka berdua masih perlu adaptasi saat balapan untuk mendapatkan ritme mereka sendiri.

“Itu bagaikan pertandingan panco. Mereka (Binder dan Martin) memang kehilangan waktu maupun kehilangan kontak dengan Bagnaia karena pertarungan keduanya zendidi. Mereka amat bersikeras berada di belakang sang juara dunia itu,” tuturnya di akhir.

xiuxiu-