nhk

Spesifikasi Ducati Sport 1000 S, Tewaskan Direktur Di Jalan Sudirman

ManiakMotor – Jangan kebut-kebutan dengan moge, bila hanya hobi-hobian. Bebek paling tinggi 115 cc saja bisa berubah liar bro, apalagi moge yang 1.000 cc. Pasti sulit dijinakkan, kalau tidak biasa. Seperti tewasnya Andre J Mamuaya, Direktur PT Adaro Energy, Tbk di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa pagi 21 Agustus 2012. Seperti biasa di saat lebaran jalan ini sangat sepi.

Andre menabrak Kijang Inova  yang mau masuk gedung alias belok kiri. Dalam cerita di media,  sedikit pun tidak ada tanda pengereman. Artinya, Andre saat itu belum panik dan berusaha menyalib Inova dari kiri. Namun mobil lebih cepat melintangkan badan. “Untuk sementara, kecelakaan karena faktor human error,” ujar Kepala Subdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sudarmanto, Rabu (22/8/2012) di kantornya seperti yang dikutip dari media-media online.

Masih ingat Sophan Sophiaan mantan aktor dan politikus PDI Perjuangan. Dia tewas saat konvoi dengan rombongan Harley.  Lalu pesinetron  Adi Firansyah yang menggeber Kawasaki Ninja ZX 7R dan menabrak M Aski (9 tahun) yang mengendarai Supra Fit 2006. Sophan dan Adi tewas akibat tidak mampu mengontrol motor dalam keadaan panik. Tenaga motor yang menguasai mereka, bukan mereka yang mengontrol motor.

Bukti yang baru mampu beli moge saat sakses – artinya sudah berumur  – dan pasti sehari-harinya jarang naik motor kerepotan jika situasinya genting.  Andai mampu beli saat remaja pun, pasti sehari-harinya naik mobil. Moge bisa 20 kali dari harga bebek. Nah pasti orang berduit yang membelinya, seperti Ducati Sports 1000 S ini harganya Rp 120 juta di sana dan sampai di Indonesia bisa dua kali lipat harganya.

“Biasa dari balap bebek saja, lalu naik supersports penyesuaian berbulan-bulan. Tenaganya beda.Badan seperti ditarik-tarik,” kata M Fadli, pembalap supersports dari Kawasaki Indonesia.  Itu supersports yang 600 cc. Bagaimana dengan 1.000 cc? “Hendlingnya berarti butuh 10 kali lebih terampil dari membawa bebek,” tambah Fadli.

Sedang Ducati 1000 S dari kodenya sudah ketahuan 1.000 cc. Ini motor diproduksi Ducati pada 2009. Asli tampangnya cafe racer. Tenaganya 92 dk atau setara 92 kuda Arab. Jika out control di atas 8.500 rpm, tenaga sebanyak 92 ekor kuda itu yang menarik-narik pengendaranya.Sedang dilihat di foto, kenalpot pacuan Andre telah opsional. Itu bisa menambah tenaga 20 persen.

“Sama dengan di balap terjadi overshoot masuk di tikungan, tapi di balap sudah terencana. Kalau di jalan raya, saya tidak bisa bayangkan. Di sana ada terotoar dan sebagainya,” dukung Doni Tata, saat dimintai keterangannya berada di Jambi lagi main motocross. Dia diudang bersama crosser papan atas lain. Jadi crosser nih…?

Menurut saksi, Andre dalam kecepatan tinggi. Jika di atas 200 km/jam, Pak Andre bingung melihat Inova yang belok tidak sesuai rencananya. Antara melakukan pengereman atau bablas. Melakukan pengereman sama juga cilaka. Kayaknya yang dipilih bablas, harapannya lolos dari mobil. Tapi mobil lebih cepat melintang. “Inova itu telah memberi sein kiri. Kenapa dia lewat kiri ini yang lagi dilacak,” tambah Sudarmanto seperti yang dikutip Kompas.com.

Ya, hati-hatilah bagi pemoge. Dan bagi pebebek, ingat pemudik yang lebaran saat berita ini diketik sudah 763 yang tewas. Itu terjadi sejak 11 Agustus sampai 23 Agustus 2012. Dan 77 persen pengedara motor. Bagaimana pemerintah???? Ito

Speksifikasi Ducati Sport 1000 S

Mesin                               : Type: L-twin cylinder, 2 valves per cylinder Desmodromic; air cooled

Displacement                    : 992 cc

Bore x Stroke                    : 94 x 71.5 mm

Compression                     : 10.01:1

Power                             :  67.7 kw – 92 hp @ 8000 rpm

Torque                            : 67.3 lb-ft – 9.3 kgm @ 6000 rpm

Fuel injection                    : Marelli electronic fuel injection, 45 mm throttle body

Exhaust                           : Black exhaust system with two mufflers r.h.

Emissions                         : Euro3

Gearbox                           : 6 speed

Ratios                              : 1st 37/15, 2nd 30/17, 3rd 27/20, 4th 24/22, 5th 23/24, 6th 24/28

Primary drive                     : Straight cut gears; Ratio 1.84:1

Final drive                         : Chain; Front sprocket 15; Rear sprocket 39

Clutch                              : Wet multiplate with hydraulic control

Frame                              : Tubular steel trellis frame

Wheelbase                       : 1425 mm / 56.2 in

Rake                               : 24°

Front suspension              : 43 mm upside-down fork

Front wheel travel            : 120 mm / 4.7 in

Front brake                     : 2 x 320 mm semi-floating discs, floating caliper 2-piston, 2-sintered pads

Front wheel                     : Spoke wheel with black aluminium rim, 3.50 x 17

Front tyre                        : 120/70 R 17

BAGIKAN