nhk

Sproket Ninja 250R Dari Aluminium No.7

ManiakMotorPraaaang, preeeeng, priiiing… ting, cing. Itu gemerincing hasil lemparan ke lantai sproket Kawak Ninja 250R versi option atau opsional. Bahasa Indonesia aslinya terhadap option, adalah barang pilihan lain, selain genuine part. Pelemparnya pemilik merek KTC di Indonesia. Dia ingin buktikan, sproketnya bukan dari besi atau aluminium murahan. Yang murahan suaranya berat, juga segera diam gerakannya setelah sentuh lantai.

 

Sproket yang ini melenting tinggi dan menggema. Tandanya ringan. Ringan bukan berarti kerupuk. Beratnya tidak sampai 4 ons atau 400 gram. Berat segitu, untuk tipe  sprocket 520 luar biasa. Persis sproket special engine. “Bahannya  dari aluminium nomor 7. Itu aluminium kualitas tinggi,” jelas Haryanto atau Koh Awi, bos KTC dan Kosso yang markasnya di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Dia siap-siap melempar ulang sproketnya. Tapi segera dicegah ManiakMotor. Berisik dan dikira tetangga Koh Awi dia sedang main kung fu.

Haaaya…sebenarnya di dunia metalurgi, aluminium nomor ini harga per ton sekitar $120US atau Rp 11 jeti. Itu gelondongan. Kalau eceran hanya Rp 11.000 setiap kilo gram. Kalau sudah di besi bekas orang Madura, lebih murah lagi. Tapi yang ini bentuk sproket. Sudah ada giginya, lubang baut dan warna-warni masa kini. Butuh mesin cetak sepeperti bikin 44-46 mata untuk pilihan Ninja 250 ngibrit. Jelas harganya berkembang. Belum lagi ongkos kirim ke Indonesia. Sampai di sini, kena pajak pula. Lha, tuan tokonya mana mau rugi? Ketemulah hitungan bulat per sproket  Rp 500.000.

Macam, pedagang.

  

BAGIKAN