nhk

Sulim Ahli Bubut Sasis Dari Depok


ManiakMotor – Namanya ahli, pasti pengalamannya setumpuk, macam Pak Sulim Sugianto ini.   Jam terbangnya pegang mesin bubut diawali dari mekanik alat berat dalam  10 tahun.  Dia mengenal dengan baik seluk-beluk konstruksi  mesin bubut yang juga berat. Mesin bubut untuk alat-alat motor, coba aja sampeyan angkat sendiri, pasti nggak bisa alias berat bangat, ya, wajar saja disebut alat berat juga.

Akurasi mesin bubut adalah micron, tidak boleh meleset dari situ. “Pergeseran pisau bubut ini yang yang diperhatikan para ahli bubut. Mesinnya juga macam-macam, sekarang yang lagi ramai buatan Cina. Yang bagus ya, buatan Taiwan atau Jepang, pisaunya bergarak sesuai perintah. Tetapi saya hanya fokus pada sasis motor,” papar  Pria asal Ciamis, Jawa Barat.

Sulim di alat berat 10 tahun dan di mesin bubut juga 10 tahun. Ini kalau dihitung-hitung melewati  The Doctor, ah itu sih Valentino Rossi.  Ini professor sasis yang beda dengan Masao Furusawa yang ahli geometri rangka. “Saya hanya membetulkan sasis yang bengkok, saya bukan Furusawa,” jelas Sulim yang berumur 42 tahun itu dengan merendah.

Sasis keriting, kribo dan ikal di bengkelnya yang terletak di Kota Kembang, Depok, Jawa Barat ini dibikin jadi lurus. Diakali dengan penuh hitung-hitungan terhadap konstruksi sasis. Beberapa modifikator memermak di bengkelnya, “Order yang banyak datang adalah merubah lengan ayun belakang konvensional menjadi konstruksi single arm,” kata Sulim Furusawa, hehehe becanda.

Rekonstruksi sasis tidak boleh asal jadi. Memang ada nilai kesalahan 0,02 persen yang jadi tolerasi produsesn pada semua komponen. Entalah pada Sulim yang tidak pakai Furusawa ini.  “Jika di modifikasi, saya harus tahu seperti apa perubahan yang diinginkan peng-order,” jelas pria yang bisa di hubungi pada nomor 085288522251 yang beberapaka kali sukses mengeksekusi modifikasi sasis motor matik menjadi tiga roda ini. adit

BERITA TERKAIT

JJ Airbrush, Ekspor Ke Malaysia

Powder Coating, Cat Tingkat Dewa

Jurus 69 Bengkel Khusus Kawasaki Ninja 250  

Supri, 14 Tahun Menyetel Pelek Jari-Jari

BAGIKAN