nhk

Sumardi Lestari, Peracik Gigi Rasio Dari Solo

ManiakMotor – Coba senyum pasti kelihatan gigi rasio yang rapi. Sama dengan senyumnya Sumardi Lestari di antara ribuan gigi reduksi motor. Sumardi  sekaligus penjual, pengoplos dan penghitung pinion-pinion tersebut. Dia ngetop alias T-O-P BGT soal gigi.

Pria itu tersembunyi di kios kecil di area pasar Legi Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.Sekadar informasi, pasar ini dulu kondang dengan sentra variasi motor dan mobil. Sekarang sih sudah sepi. Tinggal saya yang di sini,” cocor Sumardi dengan senyumnya memperlihatkan giginya benaran.

Kios yang buka 8 pagi sampai 16 sore itu, silih berganti didatangi mekanik road race, drag dan grasstrack ternama Jateng. Saat ini yang datang tinggal anak buah si mekanik yang terkenal. Apalagi road race dan drag, banyak order. Sponsor sudah banyak. Ogah lah datang sendiri.

Tentang gigi,Sumardi belajar dari kebutuhan mekanik. Ada permintaan kan ada pasar, itu hukum bisnis. Mekanik seperti Edi Wijaya, Merit dan lainnyasecara tidak langsung ikut mengajarinya. Terutama gigi rasio yang kuat dan komplet.

Sebab Sumardi bukan berasal dari jualan gigi. Tadinya dia hanya rajin gosok gigi sendiri. Maksudnya, jualan komponen bekas yang umum. Sejak 2001 baru khusus menyediakan gigi roadrace. Saat itu di Solo muncul para ahli bubut yang bagus. Rasio pun ikut terbawa dan wajib dimodifikasi presisi. Dari situ saya tertantang,” aku pria ramah itu.

Makanya jangan tanya soal koleksi gigi. Lengkap! Tinggal sinden Dewi Gita yang tidak dijualnya. Lha? Iya, dia kan istrinya pentolan Grup Band Gigi. Ah, mas ini becanda,” tertawa Mas Sumardi. Hihi…

Orang Solowesi ini, eh Solo saja, sampai hapal racikan gigi Jupiter. Misalnya, gigi 1 (13:36), gigi2 (16:29), dan seterusnya. Itu untuk roadrace, kalau drag beda. Gigi 2 (18:33). Beda merek beda pula rasionya. Kalau mau detil telepon saja atau datang kesini,” imbuhnya.

Sebetulnya barang yang dijadikan andalan nafkahnya hanyalah barang bekas. Seperti gigi rasio CB lawas ini paling dibuang enggak dipakai lagi. “Ini masih bisa dimanfaatkan untuk oplosan. Materialnya lebih kuat dari material pabrikan  sekarang. Saya hanya memberdayakan barang tak berguna,” kekeh pria yang sudah 18 tahun lalu jualan di pasar Legi itu.

Karena itu, dia juga enggak matok mahal komponen  yang dijualnya. “Kisaran harga antara Rp 35.000 sampeRp 50.000 per satu biji,” tutupnya.

Salam ya pada Dewi. Kasep

 





Kios Pak Sumardi

Pasar Dalam Pasar Legi

0271-644796 (kios), 0271-856165 (rumah)

 



 

BAGIKAN