nhk

SUPERBIKE MISANO, ITALIA. PERANG ELETRONIK

 

 

ManiakMotor – Supremasi Max Biaggi di Aprilia Racing Team di WSBK Misano, Italia pada 10 Juni 2012,  seolah tak terbendung. Dia borong kemenangan di Race 1 dan Race 2, padahal, pembalap tua itu start di urutan 10 atau baris ke-3. Jauh di belakang itu boss..

 

Apakah karena Biaggi demikian hebat? Atau kah, peserta lain di balap superbike dunia ini melempem? I don’t think so.

Pembalap yang ikut WSBK dalam jajaran 10 besar, skill-nya boleh dibilang seimbang. Beberapa di antara mereka juga alumni GP500 macam Biaggi, Charlos Checa, Marco Melandri, dan nama-nama lain. Yang prestasi dan keberaniannya okelah. Istilah kata, urat takut mereka sudah putus.

Balik ke pertanyaan awal, mengapa Biaggi bisa begitu perkasa meninggalkan lawan hingga 8 detik? Jawabannya,  adalah karena kecanggihan teknologi. Hanya karena Aprilia yang dipacu pembalap Italia itu menggunakan sensor pulsa (pulse sensor) baru pada sistem pengapian. Yang dimaksud baru di sini bukan beli di toko. Namun hasil temuan dari sekian lama riset yang dikembangkan oleh tim Aprilia Racing Team yang bermarkas di Noale, Italia.

Kedengarannya cemen, karena alat segede kotak korek api bisa berpengaruh demikian besar. Dario Raimondi, team manager Aprilia RT tidak ‘membuka’ rahasia itu, namun sekilas dijelaskan, sensor temuan baru itu, ‘bisa memenuhi’ keinginan pembalap saat memacu motornya dalam berbagai kondisi.

Sama juga pada Jonathan Rea yang Honda CBR 1000RR pacuannya makin hari makin kencang saja. Bocorannya, tim itu menggunakan peranti elektronik baru pada mesin yang berfungsi mengurangi engine brake saat gas dilepas. Teknologi itu mirip decompression valve yang sengaja motor dibikin ngeloyor saat belok. Tujuannya, agar rolling speed (kecepatan di tikungan) makin tinggi tanpa tereduksi engine brake. Nah, keterlibatan teknologi itu adalah mengatur seberapa besar kompresi yang dibuang pada buka tutup gas tertentu.

Teknologi barukah itu? Sayangnya bukan. Temuan itu sudah beberapa tahun silam diterapkan di Ducati di dunia superbike dunia. Hanya saja, pengembangan dan apllikasinya, kini lebih canggih seiring perkembangan teknologi micro prosesor itu sendiri.

Entah Kawasaki yang dikebut Tom Sykes mengikuti perang elektronik ini atau tidak, karena meski dia start pertama, catatan waktunya lap nya terus melorot hingga finish di posisi memelas.. Yon.

BAGIKAN