nhk

Supermoto Owners Group, Turing Sejauh 1.478 Km, Lintas Sumetara

ManiakMotor – Aspal mulus, masuk jalan rusak, bebatuan, pasir, tanah, lalu ketemu mulus lagi. Itu namanya olahraga bermotor. Kedengarannya sih cari susah. Tapi itulah turing yang menempuh 1.478 Km. Kecepatan rata-ratanya mencapai 135 Km/jam. Gak mungkin motornya bebek, apalagi matik. Harley juga no, tapi motorsupermoto yang di Eropa ada event balapanya. Bila di Indonesia motor supermotonya untuk turing, lantaran nggak ada eventnya.

Petualangan menantang itu dilakukan komunitas Supermoto Owners Group (SMOG). Mereka  turing ke Padang, Sumatera Barat lewat Bukit Tinggi.  “Tetap kami menghormati pengendara lain. Kita start dari pelabuhan Merak,  20 Desember 2012 kemarin,” kata Lerry Rachmat Rizki, anggota SMOG yang juga pemodifikasi aliran supermoto itu.

Sekitar 40 motor mereka ajak turing. Ada Yamaha Scorpio dan Honda Tiger, tetapi telah dimodifikasi ala supermoto. Sisanya, motor asli supermotot bertampang keren. Macam Honda CRF 250, Husqvarna TE 450, Husqvarna 610, Husqvarna TE 450, KTM 990, KTM SMC 690 R, KTM EXC 250, KTM Duke 200, Suzuki DRZ 400, Suzuki DRZ 400 SM, Kawasaki DT 250 dan KLX 250.

Anggota SMOG rata-rata telah ganti ban soft compoundyang bermerek Avon Distanzia. Ukuran 120/70-17 untuk depan dan belakang 150/60-17. Perbandingan ban ini 70 persen aspal, 30 persen tanah. Di aspal lengket dan di babatuan dan tanah hayo. Masuk lubang sih eces. Kan suspensinya special engine, memang untuk jalan berlubang,” Jelas Lerry.  

Dia lanjut cerita dengan reporter maniakmotor.com, yang saban hari naik Vespa yang memang harus dipelanin, karena tahun tua. Entah nyambung atau tidak cerita mereka dengan portal ini. Kata mereka, saat menuju finish di kota Bukit Tinggi, Padang, Sumatera Barat, memakan waktu 5 hari. Itu melintasi Merak, Bengkulu, Mukomuko, Padang, dan ada buktinya dengan foto-foto di depan Jam Gadang.

Pelintir gas dalam-daldam, di aspal mulus jalan antarprovinsi Sumetera. Jalur tikungannya ala sirkuit. Menekuknya lewat teknik turun kaki, seperti motocross. Tantangan fisik ditemui saat melewati jalur pinggir tebing. Banyak bekas longsoran, jalanan batu dan pohon tumbang. Kaget dong? “Iya sedikit, tapi tetap lanjut. SMOG memilih jalur tanpa survei, hanya berdasarkan PETA. Karena pernah turing juga ke Aceh, mas,” ungkap Lerry, modifikator Caos Custom Bike (CCB).

Kedengarannya ringan. Iya, kan ini hanya dengar cerita. Kalau ikut, ya beda lagi, lebih berat menulisnya. Adib

KLUB LAINNYA

Komunitas One Squad, Pemerhati Balap Motor Tipe Sport

Blaaar…! Ulang Tahun Ke-9 Jakarta Nouvo Club

Silaturahmi BIC Brothers, Gelar Family Gathering

FOI Persahabatan Tanpa Batas

BAGIKAN