nhk

Supri, 14 Tahun Menyetel Pelek Jari-Jari

ManiakMotor – Supri telah 14 tahun menekuni setel pelek jari-jari. Untuk urusan ini dia sudah melewati taraf doktor. Boleh disebut prof.  Pelek yang bentuknya ‘8’ akibat tabrakan, bisa dibuatnya jadi bulat. Pelek peang dikembalikan pada bentuk asli. Pelek yang putarannya geol-geol bisa dibikin normal. “Saya kenal pelek dari orang tua, yang punya profesi serupa,” kata Supri.

Ini hanya pembanding, mahirnya sumber daya manusia (SDM) dalam profesi diukur waktu. Minimum 3 tahun disebut taraf menuju bisa.  Bisa dan mahir beda. Itu ukuran SDM di Indonesia sejak diterima di perusahaan profesional. Catatannya si karyawan menekuni bidangnya saban hari. Tetapi, itu pun masih ditentukan bakat. Iya bakat KKN dan cari muke

Bagaimana kalau 14 tahun yang tahunya hanya urusan meluruskan pelek. Kadang saya tidak pakai ukuran, sepintas sudah tahu bagian mana yang harus ditarik jari-jarinya,” ungkap pria yang ngetop dengan panggilan Botax yang praktek di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan itu.

Pernah makan asam-manisnya pelek. Yang benar? Pelek kan gak  bisa dimakan? Benar, sekitar awal 2000-an pabrikan motor banyak mengeluarkan casting wheel atau pelek palang. Otomatis pasien yang datang berkurang. Lebih banyak asemnya, “Tapi saya tetap tekuni. Saya malah jadi langganan komunitas trail dan motor besar seperti Harley dan motor Inggris,” kenang Supri yang dari jawabannya tidak makan pelek benaran, tapi merasakan suka dan duka.  

Sekarang, pelek jari-jari jadi trend di kalangan penggemar motor, orderannya kembali berlimpah. “Pernah dapat order pelek orisinal yang bentuknyaseperti ‘8’. Yang punya motor tidak yakin pelek ini bisa kembali bundar,” kenang Supri yang menggunakan alat ‘tradisional’ macam balok sebagai bantalan dan palu 5 kg untuk mengetok yang penyok, “Mata palu tidak dipukul langsung ke pelek, tapi lewat media balok,” jelas Supri sembari menjelaskan tidak pernah pakai las, agar metalurgi bahan pelek tidak berubah.

Lelaki asal Malang, Jawa Timur ini, hanya menghargai dari Rp 15 ribu untuk menyetel dan Rp 25 ribu untuk pasang baru. Harga segitu patokan pelek ukuran standar. Kalau pelek lebar dan untuk motor besar beda lagi. Namanya juga yang besar, bayarnya juga harus besar. Mau jelas hubungi HP 081382410904. Oke. Adit

BERITA TERKAIT: 
Paso Sticker, Ahlinya Efek Gradasi
Sumardi Lestari, Peracik Gigi Rasio Dari Solo
Pengrajin Kulit Jok, Oim Saja Namanya
Mantan Artis Ahli Krom
Helmy Sungkar Sudah 60 Tahun
Bukan Bule Biasa
Bupati Yang Doyan Motor
Haposan, Ahli Honing Indonesia

 

 

BAGIKAN