Tak Masuk Top 40 Gaji Terbesar Daftar Forbes, Marc Marquez: Kami Melaju di Atas 350 KM/Jam, Gaji Harus Sesuai

    Maniakmotor – Pada kesempatan yang lalu, Forbes mengeluarkan daftar atlit dengan penghasilan terbesar.

    Pembalap-pembalap F1 masuk ke dalam daftar 40 atlit dengan penghasilan tertinggi di dunia. Sementara MotoGP? Nggak ada sama sekali di sana.

    Tentu saja membuat banyak pihak bertanya-tanya. Padahal kan, dua-duanya adalah olahraga motor (motorsport) paling representatif, baik dari roda 2 dan roda 4.

    Tentu saja, ini memang menggambarkan situasi gaji yang ada di MotoGP. Banyak pembalap yang tidak memiliki gaji sesuai dengan resiko pekerjaannya. Menyikapi hal ini, Marc Marquez akhirnya ikut buka lambe.

    Pembalap asli Cervera itupun tidak senang bahwa pembalap lain yang juga sama-sama mengorbankan nyawanya setiap kali balapan tidak dapat gaji yang selayaknya.

    “Olahraga ini adalah olahraga yang menarik untuk ditonton, dengan berbagai tim dan pembalap yang penting terlibat. Saya sangat menyayangkan bahwa banyak diantara kami menghasilkan sangat sedikit dibandingkan yang lain, pekerjaan ini sangat berbahaya dan tidak adil jika gaji-gaji pembalap sekarang hanya semakin rendah,” kata Marc Marquez.

    Menurut Marc Marquez seharusnya seluruh pembalap MotoGP harus melakukan suatu aksi sebagai respon dari gaji-gaji pembalapnya yang menurun.

    “Kita harus melakukan sesuatu, karena disini kita melaju lebih dari 350 km/h. Namun, saya tidak bisa melakukan itu sendiri. Tentu saja saya setuju dengan pembalap lain bahwa gaji harus disesuaikan karena saya mengerti masalahnya,” ujar Marc Marquez sebagai pembalap paling representatif di MotoGP saat ini.

    Kemungkinan besar, absennya para nama-nama besar seperti Valentino Rossi di MotoGP menjadi salah satu faktor utama penghasilan tim mengecil , hilangnya daya tarik besar dari nama-nama tersebut mempengaruhi secara langsung total penonton, alias penghasilan tim dan pembalap akan berkurang.

    Untuk saat ini, sepertinya Dorna tidak memiliki solusi yang pas untuk masalah ini. Seperti Mugello yang sudah kehilangan separuh penontonnya di musim pertama tanpa Valentino Rossi, dan Suzuki yang hengkang ketika sudah menganggap tidak worth-it lagi balap di MotoGP.

    Walau MotoGP tidak berakhir, jelas sebagian besar dagingnya sudah terpotong baru-baru ini.

    Bone
    Editor:MM

    BACA JUGA

    Petrucci Tak Anggap Toprak Bisa Lakukan Gaya ‘Rem Blong’ di Yamaha M1!

    Nyatanya ‘Manusia Biasa’ Pedro Acosta Curhat Kesulitan di Moto2! Apa Targetnya?