nhk

TDR Drag Bike 2014 Senayan; Bebek 200 Cebonk Berenang, Duel Sesama Kolor Ijo

 

ManiakMotor – Final Bebek 200 cc di lintasan basah yang memang basah oleh hujan terus menerus di Jakarta, diawali start oleh Eko Chodox.  Chodox menunggang Suzuki FU milik Abirawa pakai teknik rpm antara rendah dan tinggi. Ia malah ‘memutus’ putaran mesin sebelum lampu start hijau di Parkir Timur Senayan, tempat final TDR Racing International Drag Bike Championship, Minggu 12 Januari 2014.

Chodox berharap, motornya dapat grip maksimal di lintasan licin. Maksudnya, tenaga nggak muncul tiba-tiba agar motor nggak sliding sana-sini. Rupanya berhasil. Dari lima pembalap yang start di belakangnya, catatan Chodox yang tercepat. “Sebenarnya itu bukan memutus rpm, saya salah,” jelas Chodox… ooooo

Datanglah Dwi Batank yang menggunakan FU milik Tomo Speed Shop (TSS). FU ini asalnya milik Kolor Ijo yang ditebus TSS. Itu loh, yang pernah 7.2 detik sekian-sekian. Batank memilih start lembut. Maksudnya, putaran mesin diletakkan pada rpm paling bawah. “Yang penting, motor meluncur dulu tanpa spin baru diurut sampai tinggi,” jelas Batank yang tekniknya rupanya berhasil menggeser Chodox dari posisi pertama.

Nah, giliran Alvan Cebonk. Teknik Cebonk ini disebut teknik berenang di aspal basah. Maklumlah, dialah yang paling tinggi di antara para jagoan memainkan gasingan mesin, namun tanpa ada gejala spin lantaran ditariknya dengan teratur. Padahal si Cebonk ini paling kecil (35 kg) dan pasti paling ringan yang tentu saja motornya kalau dipikir mudah melintir. Namun, FU Kolor Ijo yang catnya ada ijo-nya itu melejit enak. Ya seperti berenang di lintasan diguyur hujan.

Di penyisihan Cebonk bisa 7,4 sekian-sekian detik, di wet race ini ia bisa 7,709 detik. “Saya sesuaikan tekanan angin ban belakang, ukurannya saya tidak tahu, pakai feeling saja,” kata Cebonk soal set-up motor mendukung gayanya menyetir. Dicek portal ini, tekanan angin pada ban belakang IRC Eat My Dust sangat sikit, bahkan seperti kempis.

Terbukti skill joki asal Nganjuk, Jawa Timur ini mampu mengalahkan pembalap senior, bahkan pembalap lainnya yang memiliki bobot lebih berat. Maksudnya secara teori, bobot yang lebih berat mampu memberikan traksi lebih besar pada ban belakang. Kan ada beban untuk menekan daya apung. Hasilnya Bebek 200 ini seperti duel Kolor Ijo, karena kolor-kolor lainnya belum muncul. Adit

BACA JUGA

Hasil Drag Bike TDR Senayan, Jakarta, 11 – 12 Januari 2014

Drag Bike 2014 TDR Senayan; Bebek 200 Tetap Hot, Nggak Janji 7.2 Detik

TDR Drag Bike 2014 Senayan: Trik Joki Saat Hujan

TDR Drag Bike 2014 Senayan; Baru Penyisihan Bebek 200 Cc 7.4 Detik

TDR Drag Bike 2014 Senayan, Aturan Ketat, Peserta Mulai Terbiasa

 

BAGIKAN