nhk

TDR Drag Bike Kudus, Mengubah Kebiasaan Buruk, 130 cc 2-Tak Sudah 7.3 Detik

 

 

ManiakMotor – Bukan isap jempol, eh isapan jempol ketegasan Faryd Sungkar selaku pimpinan FR Action Event, penyelenggara seri pertama TDR Racing International Drag Bike Championship (TRIDBC) 2013. Ia ubah kebiasaan buruk sebagian besar pelaku drag. Minggu, 21 April, pagi sekali, Faryd dan krunya sudah berada di sirkuit, menyiapkan semua keperluan menjelang balapan di Kudus, Jawa tengah ini. Area paddock sampai lintasan disisir ulang dan disesuaikan dengan rencana awal, terutama mensterilkan area paddock dan sirkuit.

Paling mencolok tidak ada yang boleh merokok di paddock, jika memaksa langsung dikenai denda, sumpah, portal ini menyaksikan sendiri. “Saya juga perokok, tapi saya tahu bahwa merokok di area paddock berbahaya, banyak cairan ayang mudah terbakar,” tukas Faryd, wah hebat, larangan merokok di kota penghasil kretek. “Tak salah kan saya pakai EO ini, memang kami ingin ubah wajah drag bike yang lebih disiplin,” timpal Benny Rachmawan, doski ini perwakilan dari Mitra 2000, selaku pemegang merek TDR Racing pemodal acara ini.

Efeknya peserta yang tersenyum puas, “Hebat mulai dari paddock sampai lintasan bersih, enak betot gas,” ujar Ayip Rosidi dari TSS Adnoc. Pembalap bisa mencoba kuda besi mereka di lintasan yang sudah disediakan, juga bisa jajal reaksi start di waiting zone yang steril dari kru dan pembalap yang  menunggu dipanggil.

Waiting zone hanya dihuni pembalap dan motor yang akan start, tidak ada antrian motor di situ, paling hanya reporter portal ini yang bolak-balik ke smoking area. Karena tukuang ngebul, entalah dia hanya menyediakan paru-paru atau tidak, maksudnya rokok aja minta, dia sedia paru-paru doang.

Menurut Imam Ceper dari tim Yong Motor Nano Nano ART, dirinya bisa  tercepat pada sesi penyisihan Bebek 2-Tak Tune Up s/d 130 cc, karena situasi tersebut. Ia cetak 7,381 detik menggunakan Yamaha 125Z. Sebab, dirinya bisa fokus saat start karena tidak adanya pembalap dan motor lain yang menunggu di belakangnya. Tidak buru-buru.

Ia  yakin waktunya akan lebih cepat di final jika cuaca mendukung. Itu karena didukung juga dengan kondisi permukaan aspal yang berpori-pori besar di area start, juga tekanan angin pada ban belakang IRC Eat My Dust yang bisa di setting lebih keras, karena aspal yang mengigit tadi, kelebihannya laju motor lebih ringan dan stabil. Adit

BERITA TERKAIT:

Hasil Lomba Drag Bike Kudus, Jateng, 21 April 2013

Drag Bike 2013 TDR Kudus; Honda Sonic Chodox 7.3 Detik Bebek S/d 200 cc, Rekor FU Disikat

Drag Bike TDR Kudus, Utamakan Kualitas, Yakin Bikin Rekor

Jelang Drag Bike TDR Kudus, Pori-Pori Aspalnya Mendukung Bikin Rekor

Jelang Drag Bike Kudus, Pakai Aturan Bobot Ringan


BAGIKAN