nhk

TDR Dragbike Lamongan, Hitungan Poin Tim

 

ManiakMotor – Sudah ada dua event dragbike yang punya jenjang. Salah satunya yang telah terbukti TDR-YSS-Comet Dragbike Series Championship (TYCDSC). Malah, event ini sudah tahun ketiga mengirim para juaranya ke Thailand. Bukan sombong, tapi hanya tepuk dada dan dagu tinggi.

 

Hehehe… faktanya, Eko Chodox dan Hendra Kecil pernah ke sana. Sedang salah duanya, masih dirancang lewat Surya 12 Dragbike ke Asia Drag Bike. Konon begitu. Maaf, kononnya jangan dibalik.  

TYCDSC kembali digulir pada 8 Juli 2012 di Lamongan, Jawa Timur. Kelas penjejangan pun kembali dibuka pada event yang dibanjiri penonton itu. Ada 3 pembalap kelas utama (FFA matic  s/d 155 cc, FFA matic s/d 200 cc dan FFA matic advance/rangka bebas) akan dikirim ke Thailand, Januari 2013 nanti,” yakin Benny Rachmawan dari Mitra 2000 selaku pemrakarsa.

Siapun pembalapnya pasti tidak mimpi basah, karena mimpinya ke Thailand.  Tapi, ingat saja tahun lalu dan sekarang berbeda. Ah, macam apa ini reporter menulis? Jelas saja beda, tahun kemarin 2011 dan sekarang 2012. “Maksudnya, tahun ini poin hanya akan dihitung lewat satu tim,” tangkis Tomo dari Tomo Speed Jakarta. Untung ada kamu Tom, jika tidak, penulisannya ngaco terus, tuh.

Lanjut, motor mau kencang,  ada trouble, pembalapnya segar dan lemas, itulah yang disebut tim. Tim harus kerja gotong royong, zaman sekarang disebut kerjasama (team work). Kalau gotong royong identik dengan upah terima kasih saja.

Tony Chupank pernah mengalaminya. Poin Chupank pernah dianulir lantaran tampil dengan  tim beda. Panitia tidak memberi toleransi, karena aturan sudah diumumkan jauh hari. Bahwa, kerjasama tim dibutuhkan sampai ke Thailand. Supaya sampai di negeri Gajah Tunggal itu, eh, itu pabrik ban coy. Nah, kalau Thailand disebut  Gajah Putih alias Siam. Sampai di sana tim Indonesia harus kompak.

Mengejar mimpi harus tidur dulu, mana bisa mimpi sembari melek. Bahwa, ke negeri orang pembalap lebih peduli pada motor pacuannya. Misal Hendra Kecil yang baru 15 tahun ini sudah pasti ke Thailand, “Tidak ada istilah, habis finish masa bodoh dengan motor. Pembalap harus kasih masukan pada mekanik soal lebih dan kurangnya,” bilang Hendra yang punya saudara kembar Hendri itu.

Pelajaran dasar membalap adalah menyangi motornya. Dulu, motor adalah kuda. Sekarang jadi kuda besi. Bukan lumping, ya! “Pembalap Thailand sangat perhatian pada motor masing-masing. Sesama tim mereka saling konsultasi. Mungkin ini maksudnya poin harus lewat tim,” kira Hendra. “Betul!” seru Benny.

Saiful Cibef yang tahun lalu juga merasakan balap Thailand kasih komentar, ”Di samping sisi teknis, motor memang harus kencang. Siapa pun nanti yang berangkat, pembalap perlu juga di edukasi biar tidak demam panggung. Jujur, aku kurang bagus di Thailand lantaran nervous,” katanya.

Nah lo, gemetar kan! Ardel 

BERITA TERKAIT:
Hasil TDR YSS Comet Dragbike Lamongan, 8 Juli 2012
TDR NHK Dragbike Lamongan, Event Demokratis..!
Drag Bike Jogja, Event Yang Punya Jenjang
Kejurnas Surya 12 Dragbike, Jenjangnya Ke Asia
Surya 12 Dragbike Kediri, Ilmu Betot Gas..!
Drag Bike Hot Lap BSD, Pestanya Pebali..!
Yamaha F1ZR, Motor Drag Tiga Arena!
 

 

 

BAGIKAN