nhk

Tekniks, Dari 36 Laga MotoGP 2017-2018, 34 Dimenangi Mesin V4, In-Line Hanya Dua Kali

ManiakMotor – Dari 36 seri MotoGP dua tahun belakangan, ada 34 yang dimenangkan mesin V4. Berarti yang menang tersebut antara Honda RC213V dan Ducati. Karena dua merek ini mengandalkan mesin V plus KTM dan Aprilia. Sedang dua kemenangan antara Suzuki dan Yamaha yang menggunakan mesin in-line atau segaris yang sama saja sejajar.

Konsep dua mesin ini menjadi perbincangan beberapa dekade. Maka akan dijelaskan sebisa mungkin oleh Jan Witteveen, mantan direktur balap Aprilia, “Sebenarnya dua-duanya sempat sukses. Seperti Yamaha dengan mesin segarisnya. Lalu Honda dengan mesin V,” kata Jan.

Jan memulai dari mesin V yang katatanya memiliki keunggulan dalam hal kinerja. Mesinnya juga lebih kompak atau ramping. Ditotal dimensinya lebih kecil sekitar 20 sentimeter. Jadi punya keunggulan aerodinamis dengan bodi motor yang lebih ramping.

Satu juga keunggulan mesin V adalah saluran masuk atau inlet langsung dari atas. Arah bahan bakar dan udara langsung ke sasaran ruang pembakaran itu sendiri. Jadinya lebih homogen dan murni. Mudah terbakar dengan ketepatan akurat, makin jadi dengan mesin V4 sekarang ini yang big-bang. “Kelebihan itu ditunjang ruang kotak udara lebih besar dengan demikian, saluran ke inlet semakin baik. Itu tidak ada pada mesin sejajar,” tambah Jan.

Untuk mesin in-line teruatama Yamaha M1 terhadap crankshaft counter-rotating. Maksudnya kruk-as yang berputar terbalik yang menguntungkan Yamaha sampai 2016. Tapi teknologi ini, sekarang sudah digunakan semua merek. Termasuk Ducati tahun ini atau 2019 menggunakan kruk-as serupa.

Kelebihan poros engkol macam itu, untuk mengkompensasi sebagian dari efek gyroscopic roda. Disederhanakan, gaya sentrifugal sebagian dinetralkan sehingga pembalap lebih enjoy di tikungan. Stabil! Suspensi juga lebih mudah disetel, karena sebagian pula kestabilan sudah diberikan oleh mesin.

 Dengan demikian, keunggulan Yamaha dan Suzuki yang pakai mesin in-line, sirna sudah. Masih ada sikit, tapi menurut Jan tidak cukup untuk sekelas MotoGP. Yakni pada tikungan kecepatan tinggi, karena kruk-as in-line empat silinder lebih panjang dari V4. Itu bikin mudah gerakannya menggapai  kecepatan menikung. “Sejak awal 2017, kami melihat kelebihan Yamaha dan Suzuki di tikungan tidak lagi menjadi milik mereka,” amati Jan dengan teliti.

Rumus rangka geometri Yamaha M1 yang 4 silinder segaris punya keunggulan dalam hal sasis. Tapi itu hanya in-line sendirian yang pakai crankshaft counter-rotating. Maka untuk saat ini, Yamaha dan Suzuki harus menemukan sesuatu untuk mengembalikan keunggulan yang hilang, “Menurut saya tidak mudah, lantaran terganjal peraturan yang sedang berjalan,” tambah Jan.

Valentino Rossi juga sudah mulai menganalisa soal perbedaan mesin tersebut. Tapi dia sekadar memberi pandangan pada krunya, “Honda memiliki mesin V4, kami memiliki mesin in-line. Mungkin ini masalahnya. Bahhh … Itu bisa saja. Tapi jujur, saya tidak tahu,” sebut Rossi. Miolo

BACA JUGA

MotoGP 2019: Fairing Aerodinamis Ducati Dirancang Computational Fluid Dynamics (CFD), Disimpan Untuk Test Sepang..!

MotoGP 2019: Presentasi Ducati GP19, Ide Baru Teknologi Desmodromic, Mission Winnow..!

Livery Ducati GP19 Semakin Merah, Kian Berani Untuk MotoGP 2019


Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353