nhk

Tes Sepang 2017: Lorenzo Tahu Cara Menjinakan Ducati, Titik Pengereman Tepat

Jorge Lorenzo Ducati 2017

ManiakMotor – Pengereman jangan terlambat bila menggunakan Ducati. Itu menggiring feeling yang pas untuk masuk sudut tikungan. Kalau itu lalai, pasti motornya akan sulit belok seperti yang dikeluhkan para penunggangan Ducati. Ya kecuali Casey Stoner.

Itu yang sudah ada pada pakem Jorge Lorenzo. Dia tak perlu mengubah gaya balapnya bulat-bulan yang rolling dan jitu, halus juga deh. “Saya bisa mencontoh saat peralihan dari Honda dan Aprilia saat di GP250. Ducati seperti Aprilia, tak boleh melakukan pengereman terlambat yang jadinya akan sulit menikung,” cocor Lorenzo jelang tes resmi Sepang 2017.

Karena Ducati memiliki kelebihan putaran mesin tinggi yang membuat kecepatan puncaknya lebih dari yang lain. Logikanya memang harus tepat titik pengeremannya. Bila tidak, akan understeering seperti gejala Ducati selama ini atau umumnya karakter motor Eropa. Macam Aprillia saat digebernya di GP250 yang mirip-mirip perilakukanya.

Lorenzo nggak khawatir akan titik pengereman di saat sama top speednya lebih cepat dari lawan. Alasannya, Ducati sangat stabil untuk melakukan aksi tersebut. “Jadi tak perlu menyesuaikan gaya lagi. Hanya cara bawanya yang diubah,” tambah Lorenzo seperti menghibur dirinya.

Ya disebut menghibur, lantaran lomba yang sebenarnya belum terjadi saat Lorenzo memakai Ducati. Saat lomba yang namanya teori memang tidak sesuai kenyataan karena tekanan. Bisa pula Lorenzo sudah tahu caranya dari ‘ajaran’ Casey Stoner. Kemarin saat test privat Ducati di Sepang, dia serius mengamati cara bawa Stoner.

Tunggu saja test resmi Sepang dari 30 Januari sampai 1 Februari 2017. Nah di situ sudah bisa ditakar-takar omongan Lorenzo. Ito