nhk

Test Ride Honda CB150R StreetFire; Sasis Gesit, Mesin Agresif, Harga Kompetitif (Rp 22.35 Jeti)

 

 

ManiakMotor – Honda CB150R Street Fire sebenarnya sport sejati setelah dicoba singkat dalam test ride dengan kombinasi speksifikasi aslinya. Walau testing sebentar, maniakmotor.com coba juga menyimpulkan, CB150R hanya beda dikit dengan CBR150. Ini motor memang gesit pada putaran menengah atas. Tipikal diameter silinder (bore) yang lebih besar, direvisi AHM dan para insinyur Jepangnya, agar dapat atas-bawah. “Rangka, reduksi gigi dan buka-tutup kem yang membedakan dengan CBR150,” caplok   Sarwono Edhi, selaku Senior Analyst Technical Service Division PT AHM.

Test ride ini diadakan Astra Honda Motor (AHM) di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu 12 Desember 2012. Sesi ini bersamaan diluncurkan secara resmi CB150R yang temanya City On Fire, membakar kota. Maksudnya, motor yang lincah untuk perkotaan.  Semua spek CB150R rangka teralis mendukung untuk kelincahan, stabil dengan sumbu roda yang tidak terlampau mepet. Paling tidak dalam test ride itu, reporter tidak lecet-lecet alias jatuh. Terpeleset dikit pun no, berarti stabil dong. Padahal saat test aspal Sentul habis disiram hujan.

RANGKA AGRESIF

Menurut pengakuan reporter pengetest dia sudah merasa kencang dan dalam hati seperti aksi Dani Pedrosa, tetapi hasil foto pelan buangat, tuh. Maklum, hanya reporter bukan pembalap, pemuda berbadan gelap, iya! Tetapi dia wakil konsumen rata-rata. Motor ini  memang dirancang lincah di perkotaan lewat kombinasi  mesin CBR yang legendaris dan sasis baru,” ulang Eijiro Asakawa selaku Chief Engineer Honda R&D Southeast Asia Co., Ltd yang bicara lincah berulang-ulang, ya seperti baca mantra. Lincah, lincah, lincah….

Sumbu roda 1.288 mm,  sudut rake 25o dan jarak trail-nya 89 mm. Itu ente tidak boleh bantah. Roda depan lebih dekat ke mesin (kruk-as), maka radius beloknya cepat dapat.  Ya, hasilnya agresif. Sudut rake telah peten dari konstruksi komstir. Tetapi jarak trail yang menyempit bisa terpengaruh dari  jarak main (travel) sokbreker depan yang lebih sedikit atau  berkurang 5 mm dari CBR.  Garpu depan jadinya lebih tegak. Bila mempertahankan jarak main yang sama dengan CBR150, motor akan jadi tinggi di depan dan trailnya akan kembali lebar.

Kelincahan juga diperoleh lewat selisih 9 kg lebih ringan dari sasis CBR. Jumlah yang banyak untuk ukuran mesin yang sama. “Bahan pipanya dari baja khusus rangka. Pipa bulat memang ringan dan mudah meredam getaran. Fleksibilitasnya besar, namun bisa disesuaikan dengan menambah batang-batang lain yang bersebrangan dengan main frame,” tambah Sarwono.

Misalnya rangka yang melintang pada mesin, ini berfungsi sebagai pegangan bagian bawah engine, pula menambah rigid dan membatasi agresif yang dikehendaki. Mesin memang terlihat menggantung, tapi sebenarnya mesin di pangku rangka. Sasis yang melintang tadi berfungsi sebagai down tube.

REDUKSI LINCAH

Reduksi gigi atau pemutar ulang tenaga, sebenarnya semi kompetisi (close). Ini juga yang membantu lincah. Saat coba langsung di Sentul, gigi 1 mentok pada 45 km/jam. Saat yang sama langsung dibatasi limiter yang kira-kira  8.000 rpm. Itu yang kelihatan di spidometernya. Gigi awal hanya terpakai kurang lebih  5 detik. Pindah gigi 2, ada entakan tapi tidak besar. Kira-kira perpindahannya sama dengan bebek.

Sebab, hasil pembagian gigi pertama lantas dikurangi hasil pembagian gigi dua, sekitar 1,1 tapi tidak lewat dari 1,2. Bila hasil pengurang angkanya kian kecil, entakan berkurang. Juga rpm tidak drop banyak. Tetapi, untuk gigi 1 ke-2, rpm turun usai oper gigi, masih dibutuhkan untuk memancing ulang tenaga. Makanya, hampir sama dengan bebek yang lincah manuvernya tersebut.

Ilmu kira-kira pada logika hitung-hitungan rasio, nantinya yang sering digunakan adalah gigi-2 ke atas. Sejak gigi ini, reduksinya telah  close. Motor tidak akan tersentak-sentak usai umpan persneling yang lebih tinggi dan saat deselerasi ke gigi rendah. Perbandingannya menyerupai gigi kompetisi bebek yang dipakai balap motor macam IndoPrix. Bedanya ini enam tingkat percepatan. Gigi enamnya berfungsi untuk menghaluskan dan menurunkan rpm pada kecepatan tinggi.  Silakan lihat speksifikasi transmisi.

Sebenarnya, komposisi ini sama dengan CBR150. Cuma  reaksi awal CB150R bisa cepat lantaran final gear atau sproket depan dan belakang perbandingannya lebih ringan. Juga sudah dipengaruhi sudut rake, rangka enteng, dan perubahan durasi kem buang. Makanya baca terus.  Perbandingan final gear pada CBR 43:15 (2.733) dan CB150R adalah 45:15 atau sama dengan 3. Lebih ringan dua mata, tapi efeknya banyak.

POWER REAKTIF

Mesin ‘copotan’ Honda CBR150 ini, tipe panteng terus tanpa kendur. Bore-nya lebih besar dari stroke. Tetapi, AHM mengklaim  CB150R Street Fire telah direvisi sesuai karakter yang pandai meliuk, di antaranya. “Kem masuk membuka tetap  5o BTDC (before top dead centre) atau sebelum top-nya dan menutup 350 ABDC  (aftertop dead centre). Nah kem buang terjadi pergeseran, membuka 35o yang di CBR150 sebenarnya 30o BBDC (before bottom dead centre)  dan menutup 50 (di CBR 0o) ATDC (after top dead centre). Pokoknya dngan perubahan ini, pemetaan otak injeksinya juga direvisi, dikit,” tambah Sarwono dengan bahasa teknik yang tinggi.

Tetapi kalau disederhanakan sebenarnya, total durasi kem intake  dan exaust sama-sama 220o. Angka itu didapat dari hasil  5o + siklus (180o) + 35o = 220o. Pergeseran ini, agar bahan bakar segara diganti baru dan tidak butuh lama tersekat di ruang bakar. Maksudnya, tidak butuh rpm yang tinggi untuk membuang sisa pembakaran. Ya, demi putaran bawah untuk agresif.

Durasi kem itu sebenarnya lebih rendah dari matik atau bebek. Tetapi  ingat, CB150R ada dua kem alias DOHC atau doble over heat camshaft. Keduanya memerintah dua klep masuk dan dua klep buang membuka dan menutup. Berarti ada empat lubang yang mengatur lalu lintas bahan bakar. Apalagi dengan pengabut bahan bakar injeksi yang throttle body-nya saja 30 mm.

Bahan bakar yang masuk ke silinder dan dibakar mendekati 150 cc, itu yang disebut efesiensi volumetrik. Itu pula kelebihan mesin DOHC. Dia mudah melayani prmintaan bahan bakar sesuai cc silinder, sebab ada dua lubang masuk pada kepala silinder. Bahan bakar yang masuk diubah jadi energi atau tenaga. CB150R tenaga 12,5 dk pada 10.000 rpm. Tapi limiternya sendiri sudah mbrebet pada 8.000 rpm. Itu sesuai test kecil-kecil di Sentul loh???  Irit tidaknya belum dicoba. Tetapi dengan pembakaran mendekati volumetrik, seharusnya hemat. Karena tenaganya tersedia setiap saat tanpa pergelengan sampai bengkok-bengkok memutar selongsong gas.

Ujungnya, diandaikan meliuk ‘pelan atau sedang’ di jalan macet, reaksi power yang membuat motor jadi agresif, tersambung dengan karakter rangka dan reduksi percepatan tadi. Mana mungkin bisa lincah di perkotaan padat, bila tenaga baru didapat pada putaran tinggi. Itu yang dibenahi AHM dari DNA CBR150. Intinya, ini motor barjiwa muda.

Sssst, usai test dipikir-pikir tertarik juga dengan harga Rp 22.350.000, bukan Rp 23 juta seperti pada tulisan sebelumnya. Tapi saat lihat rekening, dananya kurang Rp 22 juta. Ah, nggak papa yang penting sudah ngetest gratis. Adit

BERITA TERKAIT:

Test Ride Honda Verza 150 Injeksi 2013, Boncengan Pun Nurut…!

Honda CB150R StreetFire Vs Yamaha New Vixion 2013, Testimoni Freestyler..!

Honda CB150R StreetFire Vs Yamaha New Vixion, Harga Sama, Segmen Beda..?

Test Ride Yamaha New Vixion; Dihendling Enak, Mesin Tidak Buas, Hasilnya Nyaman

Mesin DOHC Honda CB150R StreetFire Dan Suzuki Satria FU, Sama-Sama Efisien

Honda CB150R Street Fire, Harga Resmi Rp 22,35 Juta OTR Jakarta

Honda CB150R Street Fire, Bepostur Proporsional Naked Bike

Honda CB150R Street Fire, Berpotensi Rajai Drag Bike, Satria FU..?

Honda CB150R StreetFire, Harga Resmi Rp 22,35 Juta OTR Jakarta

Honda CB150R StreetFire 2013, Memang Rangkanya Teralis..!

Modifikasi Honda CB150R StreetFire, Lebar Peleknya 6 Inci

 

 

 

 

Spesifikasi Honda CB150R Street Fire (Versi Jual)

 
Dimensi      
Panjang x lebar x tinggi   : 2.008x719x1.061 mm  
Jarak sumbu roda   : 1.288 mm  
Jarak terendah ke tanah   : 148 mm  
Ketinggian tempat duduk   : 790 mm  
Berat kosong   : 129 Kg  
Radius putar minimum   : 1.980 mm  
Kapasitas tangki bensin   : 12 Liter  
Mesin      
Tipe mesin   : 4 langkah, DOHC, 4 katup,
      Silinder tunggal  
Volume langkah   : 149,48 cm3  
Sistem pendingin   : Radiator dengan kipas otomatis
Sistem suplai bahan bakar   : Injeksi PGM-FI  
Diameter x langkah   : 63,5 x 47,2 mm  
Transmisi   : 6 kecepatan  
Pola pegnoperan gigi   : 1-N-2-3-4-5-6  
Perbandingan kompresi   : 11 : 1  
Daya maksimum   : 12,5 kW(17,0PS)/10.000 rpm
Torsi maksimum   : 13,1 Nm (1,34 kgf.m)/8.000 rpm
Tipe starter   : Pedal dan elektrik  
Tipe koling   : Manual, Wet multiplate with
      Coil springs  
Kapasitas minyak pelumas   : 1 Liter pada penggantian
      Periodik  
Rangka Atau Sasis      
Tipe rangka   : Diamond steel  
Ban depan   : 80/90-17 Tubeless  
Ban belakang   : 100/80-17 Tubeless  
Rem depan   : Cakram hidrolik piston ganda
Rem belakang   : Cakram hidrolik piston tunggal
Suspensi depan   : Teleskopik  
Suspensi belakang   : Suspensi tunggal Prolink
Kelistrikan      
Tipe baterai   : MF 12 V – 5,0 Ah  
Tipe pengapian   : Full transistorized  




Speksifikasi CBR150



BAGIKAN