nhk

Test Ride Honda Verza 150 Injeksi 2013, Boncengan Pun Nurut…!

 


ManiakMotor   Sengaja kun (cone) diatur berdekatan untuk arena zig-zag dan jalur ‘8’ sebagai uji ketangkasan Honda Verza 150 PGM FI. Astra Honda Motor (AHM) ingin membuktikan karakter rangka diamond steel dan mesin Verza dengan torsi idealnya di putaran rendah. Kecepatan bawah, sedang dan menengah (seperti jalan macet) Verza bisa ‘dilipat’ dengan setang agak lebar ala sport turing. Lalu,  kembali bisa tegak dengan pakai gerakkan refleks sesuai keseimbangan badan. ‘Ditekuk’ ulang belok ke kun berikutnya sembari mengapit tangki bahan bakar ke arah yang dituju, Verza  juga ngikut.

Itu dilakukan saat boncengan dengan si nona yang disediakan AHM di Lapangan Parkir Kemayoran, Jakarta Pusat, 16 Januari 2013, saat peluncuran Verza. Si nona ini boro-boro kenal dengan pengetes. Keseimbangan urusan masing-masing lah, syukur-syukur si nona sering menempelkan bagian depan tubuhnya. Ibaratnya tukang ojek dengan berbagai penumpang yang tidak saling mengerti alias tidak sepaham pada keseimbangan.

SASIS DIDUKUNG MESIN

Rangka Verza konvensional masih turunan GL series (sesuai harga Rp 16.050.000 pelek jari-jari) adalah pengembangan dari bebek. AHM menyebut rangkanya diamond steel. Bedanya dengan bebek, Verza memiliki back bone, kan sport. Konstruksi sasisnya simpel,  maka rasa mengendaranya nggak jauh dari underbone. Buktinya cone-cone itu bisa dilibas dengan si nona. Wajar, AHM menyebut Verza diperuntukkan bagi yang strata ekonominya setelah bebek. Berarti bagi pengendara yang punya potensi jutawan, tampan rupawan, dan hati budiman walau berawal dari ojeker.

Sasis didukung radius belok kemudi lumayan tajam. Putarbalik saat test ride, kaki pengendara tak perlu turun jaga keseimbangan. Setang bisa membelok dengan radius putar minimum 2 meter.  “Sudut rake 260 membuat motor tetap nyaman. Tapi radiusnya diakali dari pergerrakkan kemudi. Dibanding CB150R, Verza kalah tajam, karena CB150R punya rake 250,” jelas Sarwono Edhi, selaku Senior Analyst Technical Service Division PT AHM.

Kinerja sasis dibantu mesin copotan dari Honda New Mega-Pro yang SOHC. Tetapi ini sudah PGM-FI (programed fuel injection) dengan throttle body 28 mm. Momen puntir idealnya didulang lebih rendah 500 rpm atau 12.7 Nm pada 6.000 rpm. Inilah yang membantu motor memperoleh tipikal tadi.  Mesin mampu menghelanya dari kecepatan sangat pelan dan tiba-tiba diajak kecepatan sedang seperti dalam testing di Kemayoran.  

TORSI DI RPM RENDAH

Torsi pada 6.000 rpm itu setara dengan mesin-mesin bebek yang mantap stop and go meliuknya. Berhenti atau pelan sekali, gooo jalan. Keseimbangan motor bisa dirawat, macam suster. Meliuk ke kiri kemudian ke kanan untuk melewati cone,  di antara itu gas ditutup untuk mengosongkan efek dorongan.  Kalau nggak begitu, mana bisa belok lu, coy. Udah coy pakai lu, lagi! Ketika Verza lu gas ulang, doski bisa imbang kembali bersama pengendaranya. Andai kelamaan memberi tenaga, pengendaranya yang repot sendiri menyeimbangkannya. Di situ keunggulan torsi didapat pada putaran rendah, brosist.

Torsi adalah hukum Archimedes yang menghitung momen. Contoh nih, ambil tali yang ujungnya diberi batu dan putar talinya. Beban pada tali akan memengaruhi putaran, makanya disebut 12.7 Nm (Newton meter) itu sama dengan 1.2950 kg-meter pada putaran 6.000 rpm.  Berarti Verza ini sama dengan 1 meter tali dibebani 1.29 kg dan berputar ideal pada 6.000 rpm. Itu membantu selap-selip di gang-gang sempit. Tidak terduga  si nona kian ‘mesra’ memeluk perut yang buncit.     

Torsi dan tenaga dihitung bersamaan dengan bore x stroke (57.2 mm x 57.8 mm) = 149.2 cc yang square. Itu dapat 13,2 dk/8.500 rpm. Hitung-hitungan ruwetnya jangan di sini, coy. Cuma, bandingkan dengan CB150R yang toraknya jauh lebih pendek dari Verza. Bila Verza 1.000 rpm sudah melangkah 5.78 meter (1.000 x  57.8 mm), CB150R baru 4.72 meter (stroke 47.2 mm) pada putaran yang sama.

Untuk menyamakan itu, CB150R harus ditambah rpm-nya. Makanya karakter keduanya beda. Cara mengujinya juga beda. CB150R diuji kebut-kebutan, Verza cukup di cone. Ya, kalau mau kencang-kencangan beli aje CB150R untuk kapasitas sama. Kan ditulisan sebelumnya dijelaskan ini motor untuk menutup pasar ‘di bawah’ CBR150R. Malah pada ulasan sebelumnya motor ini pasnya untuk om-om.  

 REKAYASA BUKA TUTUP KEM   

Tareeekan mula dimaksimalkan dengan utak-atik saluran bahan bakar. Reaksi Verza lebih bagus dari New Mega Pro. Karena tenaga didapat pada rpm rendah, motor terasa halus. Entalah kalau sudah putaran tinggi? Tidak dicoba, nggak ada tempat dan bukan untuk itu, ini motor!

Lagian, motornya gress, pasti beda dengan yang berumur. “Sama saja, tetap halus dan responsif. Karena timing kem membukanya dimajukan 5o dibanding New Mega Pro.  Ini membuat motor tenaganya mudah dipancing lewat kombinasi PGM-FI. Tidak perlu rpm tinggi. Ingat ya, hanya timing kem yang berubah, durasi tetap,” tambah Pak Sarwo. Nah silakan lihat tabel pergeseran timing kem di bawah.

Bermanuver di cone yang ditata  berjarak 2,5 meter, makin asoy geboy. Kan sering kena tonjolan dari belakang yang sengaja direm keras, hehehe. Usai direm kembali dengan mudah dijalankan ke-10 km/jam motor yang berbobot 125 kg itu.  

Generasi GL100, GL Max dan sikit di New Mega Pro pada kecepatan pelan menuju berhenti, muncul  jrut-jurutan. Di Verza ini sudah hilang. Ini yakin berhubungan dengan reduksi sejak gigi primer. Sayang, keburu lupa ditanya pada Sarwo Edhi,  itu saking enaknya si nona makin menyatu saat melenggang di cone. Sungguh sayang, seribu  kecewa, karena usai pengetesan, si nona tidak bisa dibawa pulang ke rumah bersama motornya. Udah getuu, si dia juga nolak.

Nasib ojeker…Adit

BERITA TERKAIT:

Honda Verza 2013, Motor ‘Murah’ AHM 150 Cc Injeksi, Sudah Dijual Rp 16 Juta..!

Honda Scoopy 2013, Rem ABS Dan Injeksi..?

Test Ride Yamaha New Xeon RC YMJet-Fi 2013, Throttle Body 28 mm, Responsif..!

Honda Tiger 2013 All New Injeksi, Tetap Cruiser, Segera Dijual..!

Test Ride Yamaha New Vixion; Dihendling Enak, Mesin Tidak Buas, Hasilnya Nyaman

Test Ride Honda CB150R StreetFire; Sasis Gesit, Mesin Agresif, Harga Kompetitif (Rp 22.35 Jeti)

 

 

SPEKSIFIKASI VERZA 150


Valve Timming

Honda Verza 150

Klep isap membuka        : 10 derajat sebelum TMA

Klep isap menutup          : 35 derajat setelah TMB

Klep buang membuka    : 35 derajat sebelum TMB

Klep buang menutup     : 5 derajat sebelum TMA

 

Honda New Mega Pro

Klep isap membuka        : 5 derajat sebelum TMA

Klep isap menutup          : 40 derajat setelah TMB

Klep buang membuka    : 30 derajat sebelum TMB

Klep buang menutup     : 10 derajat sebelum TMA

BAGIKAN