nhk

Test Ride Kawasaki Ninja 250 RR Mono; Power Bawah Halus, Handling Sangat Mudah

 

ManiakMotor – Menghendling Kawasaki Ninja 250 RR Mono ini semudah mengendalikan bebek. Semua tingkat rpm-nya responsif yang bisa diikuti gerakkan bodi motor. Bedanya ini naik Ninja 250 coy, bukan bebek. Bebek hanya perumpamaan soal gesitnya mesin, rangka dan bodi sesuai tujuan Kawasaki Motor Indonesia memproduksinya.

Asli, seperti itu saat test ride Ninja 250RR Mono di Sentul International Circuit (SIC) atau Sentul Besar di Bogor, Jawa Barat pada 15 Februari 2014. Test ini dilakukan KMI untuk mengetahui performa sebenarnya, jadi nggak perlu banyak tanya. Testing dikawal tiga pembalap profesional macam Katsuaki Fujiwara, H.A Yudhistira dan Shu Sato.

Portal ini coba  ‘curi-curi’ sebelum sesi pengetesan dikawal pembalap tersebut. Ini motor menggoda dibeli, sayang dana ATM  belum cukup. Tinggi jok  pas untuk rata-rata postur bikers Indonesia antara 160-170 cm, persis yang reporter pengetes. Postur motor benar-benar bisa dikuasai dah.

Tenaga bisa ditebak seperti tulisan sebelumnya dicoba, saat tes nggak meleset enaknya di range 8.000-10.000 rpm. Limiternya sendiri terpantau pada spidometer yang full digitalnya sikit diatas 10.000 rpm. DI kisaran rpm tersebut di gigi tiga ke atas, motor masih beraksi responsif setiap kali diberi gas. Putaran bawahnya halus teratur, lantaran disebut mantan mesin Kawak KLX150S ini telah menggunakan reduksi percepatan yang panjang-panjang khas sport bike.

Ninja berdesain racy alias racing look ini, di beberapa belokan SIC seperti R4 dan R6-R7 atau S kecil, memaksa rpm turun di bawah 8.000 rpm. Ya, maklumlam, hanya pemuda berbadan gelap yang menungganginya. Tetapi, untuk kembali ke putaran idealnya tidak butuh lama dan tak perlu ngeden, dapat terus.

Perpindahan arah atau bolak-baliknya yang sering disebut manuver di S-kecil, pun mudah. Ya mudah menengok ke mana feeling pengendara. Sasis dan suspensi tak menolak diajak gesit, malah mau saja dbikin kasar. Kebetulan yang dipakai test adalah unit yang dilengkapi ABS (Anti Breaking Lock System) keampuhannya bisa diandalkan ketika portal ini harus mengkoreksi kecepatan persis dimulut tikungan, tidak ada gejala ban mengunci, pun dengan sasis yang manut saja dibawa mengikuti liukan tubuh pembalap’ yang bongsor.

“Seperti menghandling motor bebek, lincah di belokan mati. Namun ketika di tikungan panjang ini motor stabil,” ujar H.A Yudhistira, pembalap untuk Kawasaki Manual Tech. Sekedar catatan portal ini mampu melibas R9 atau mulut keluar Sbesar dengan 107 km/jam pada gigi 5. Terasa suspensi dan ban belakang mulai menolak ajakan rebah, nyali sedikit goyah. Namun keluarnya power yang halus membuat portal ini takperlu mengkoreksi kecepatan, ini salah satunya andil dari monosok belakang pro link dengan 5 tingkat penyetelan. Bukan sombong, ‘prestasi’ ini mendapat aplaus dari Yudhistira, hehehe.

Ketika sesi dimulai, portal ini dapat jatah dipandu Shu Sato, ia pembalap dari Kawasaki JBR. Jalur balap Sato di R10-R12 yang merupakan rangkaian belokan terakhir SIC bisa diikuti. Motor dibuat miring ke kanan cukup lama, rasa percaya diri tetap besar, karena posisi tangan cukup bebas kendati badan condong ke kanan, tidak terganggiu tonjolan tangki bahan bakar, begitupun kedua kaki yang mendekap enak pada sasis yang ramping.

Dari awalan di trek lurus tersebut, Ninja 250 RR Mono bisa dikembangkan kecepatannya hingga 149 km/jam oleh portal ini sebelum angkat badan masuk  R1, “Saya bisa dapat 153 km/ jam di ujung straight,” tukas Yudhistira. Ya, beda tipis bro.

Soal cerita bagaimana ini motor bisa lincah dan bertenaga, akan ditulis di artikel selanjutnya. Kebetulan 3 tokoh utama asal Kawasaki Jepang yang menangani proyek Ninja 250 RR Mono hadir pada sesi test ride dan bersedia membeberkan seluk-beluk terciptanya motor ini. Adit

BACA JUGA

Kawasaki Ninja 250 RR Mono, Pakai Mesin KLX250S, Girboks Aspal 28 DK

Motor Baru 2014: Sudah Bisa Dibeli Kawasaki Ninja 250 RR Mono (Satu Silinder), Harga…?

Penjualan Motor Sport Yamaha Tetap Nomor Satu, V-Ixion Rajanya

Awal 2014 Honda Rebut Segmen Sport

 

 

 

 

BAGIKAN