nhk

Test Ride Matik TVS Dazz 110: Adanya Putaran Tengah..!

ManiakMotor – Mesin overbore 110 cc TVS Dazz sudah diduga akan enak di putaran mesin tengah. Dengan cara buka gas diurut tenaga membaik pada 5.000 rpm ke atas. Saat itu akan mudah mencapai puntiran ideal di trek lurus 200 meter. Jarum penunjuk kecepatan pada panel spidometer yang simpel 80 km/jam.

Begitu test ride singkat pada matik Dazz sekalian dilaunching di area pabrik TVS di Surya Cipta City of Industry kav 1-30 Kutanagara, Ciampel, Karawang, Jawa Barat, 23 Juli 2013. Meski handicap  rintangan ditawarkan sederhana,  cukuplah untuk mengetahui performa Dazz. Yup, sesuai harga Rp 9,99 juta. Lha, sebelum dicoba saja sudah bisa ditakar kok.

Bore 53,5 mm dan stroke 48,8 mm, seperti membalik hitungan Jepang. Rata-rata punya Jepang ya sebaliknya. Dazz ini tarikan alawanya dimainkan dari CVT  (Continues Variable Transmission). Puli sekunder di bagian belakang, milik Dazz lebih besar untuk menutupinya? “Memang ukuran part tersebut lebih besar daripada kompetitornya?” jelas Joni Kiswanto, Service Manager TVS Motor Indonesia.

{Flash=images/IklanYamaha/yamahapromo.swf|width=500|height=160}

Toh, tarikan awalnya belum bisa menejar mesin overbore.  Apalagi roller yang berjumlah 6 biji pada puli primer (puli depan) beratnya 12 gram per buah. Prakteknya, makin berat berarti putaran bawah yang dikorbankan, “Berat roller Dazz ada ini sebenarnya di  tengah-tengah,” kata Joni anpa menyebut beratnya.

Hehe, tenang brosist sudah kite ukur waktu menyelinap ke ruang penyimpanan spare part. Namanya juga nyelinao nggak ada yang tahu, tu ditimbang  beratnya 12 gram. Bagi konsumen, bila tarikan awal lebih cepat lagi, tinggal ganti roller yang lebih ringan. Dijamin bisa menutupi karakter mesinnya.  

Handling cukup gesit  malah portal ini percaya diri dengan karet hitam IRC bertapak lebar, rem depan kuat menahan laju, tapi malah rem belakangnya yang lemah. Bisa saja distribu pengeremannya memang sudah dibagi seperti itu, nggak masalah. Dazz dilengkapi pengunci rem belakang loh, pengoperasiannya sama dengan Honda Beat.

Dek pijakan kaki dirasa pas untuk ukuran kaki orang Indonesia, namun kaki tidak bisa digeser-geser, setidaknya itu yang dirasakan yang ukuran kakinya seperti gajah, nomor 44, tapi efeknya, kaki jadi ‘tertancap’ mantap. Percaya diri lebih tinggi ketika bermanuver ataupun ketika mengerem keras.

Yang menarik namun tidak sempat di test adalah soket untuk mengecas handphone (HP) di konsol depan. Maklum hp milik reporter penuh terus isinya, karena jarang nelpon dan bbm, hidup irit bro. Ini merupakan fitur yang berguna untuk para pecinta gadget macam HP, tablet, Iphone atau bahkan powerbank.

“Ini tidak dimiliki kompetitor,” tukas Herry Budijanto Dragono, selaku Chief Marketing Officer. Penggunanya tak perlu khawatir gadgetnya rusak karena arus yang naik turun. Semua telah dihitung cermat, ada komponen penyeimbang arus, juga dilengkapi sekring untuk mengindari hubungan singkat. Adit

BACA JUGA

Launching TVS Dazz; Matik India Pertama Di Indonesia, Harga Resmi Rp 9.9 Juta

Kunjungan Pabrik TVS Karawang: Matik TVS Dazz Sudah Dirakit Di Situ

KTM Duke 390 Terbaru Rp 29 Jutaan, Antri Pembeli

Kawasaki KLR 650 2014; Moge Cuma Rp 65 Juta


 

BAGIKAN