nhk

Test Ride New Yamaha YZF-R25, Handling Stabil Sokbreker Up Side Down, Top Speed Dan Rpm?

ManiakMotor – Tester portal ini nggak main-main loh, hehe. Dia memiliki tunggangan tetap MT25 dan R25 versi lama. Tahu perbedaan detil dengan New R25 yang barusan muncul. Yang situ tahu kan, New R25 langsung telihat  bedanya pada suspensi depan up side down (USD). Jelas ngaruh pada handling. Yang aneh mesinnya, spesifikasi sama dengan yang lama, tapi berbeda saat digeber?

Mantap kan suspensinya

Begitu hasil test YZF R25 yang dilakukan di Sentul International Circuit pada Kamis 8 November 2018. “Saya sampai geser-geser roda belakang, tapi suspensi depan masih tetap asoy meredam perubahan bobot yang deras. Kontrol tetap berlangsung normal. R25 saya yang lama nggak bisa diperlakukan begitu, bila sokbreker depannya standar,” papar si tester yang bernama Ricardo Ashari yang mantan juara MotoPrix Region 1, tapi sekarang sudah gendut, jadi om-om.

Si tester bercerita situasi masuk ‘S’ kecil dari gigi 5 kecepatan 160 km/jam mengerem sembari turun gigi sampai 3 (70 km/jam). New R25 dengan sokbreker USD mampu mendiamkan wilayah depan, tanpa banyak koreksi lantaran redamannya normal, saat terjadi perubahan bobot ke depan yang ‘ekstrem’. Ingat, bobot tester ini 90 kg. Tenang, walau genduut dia mengaku masih mampu berlari 1 menit 59 detik loh dengan New R25 di Sentul.

Kencang amat, siapa nih

Sifat USD memang begitu. Ini sokbreker terbalik yang otomatis volume olinya jauh lebih besar dari fork biasa. Oli sebagai cairan hidraulisnya nggak ketinggalan reaksi dan suhunya tetap adem. Dalam kondisi tertekan, USD jauh dari stress, maka motor tetap stabil bro. Eces terima  bobot motor itu sendiri dan tester tadi.

Di ‘S’ kecil paling teknis di Sentul saja stabil. Apalagi di area lain Sentul, tarik mang… Eh maksudnya mantap! Kestabilan itu juga ditunjang saat perpindahan percepatan ke gigi rendah jauh lebih halus dari versi lama. Ini lantaran, susunan gigi reduksinya yang close, istilah orang Indonesia hitungan giginya rapat. Jadi tidak memunculkan deselerasi yang kasar. Ini kalau dipakai untuk turing dengan tikungan-tikungan jalanan luar kota, dijamin nikmat.

Sampai di S terakhir, hummmm… enak rebah tuh tester kita. R25 baru ini enak menikung rolling. Perpindah gigi saat menikung tidak terganggu, karena reduksi rasionya yang close tadi. Kalau close itu bro, rpm saat pindah gigi nggak drop banyak. Motor nggak tersendat, namun mengalir.

Nah inilah testernya

Keluar dari S kecil, nah ini dia penentuan. Menuju trek lurus untuk menguji ulang reduksi, tingginya rpm dan top speed. Memang rpm nggak banyak drop setiap pindah percepatan. Top speed 175 km/jam dan rpm masih naik terus sepertinya nggak ada limiter sudah 13,000 lebih, tapi nyali tester sudah kendur.

Tester hanya diberi kesempatan 4 lap, kurang pemanasan, walau sebelum melakukan testing ada pelemasan yang dipandu Rey Ratukore dan Faerozi, dua pembalap profesional Yamaha Racing Indonesia. RIC

Tabel Spesifikasi

 

Mesin
Tipe Mesin 4 Langkah berpendingin Cairan DOHC
Jumlah / Posisi Silinder 2 Silinder / Segaris
Volume Silinder 249,6 cc
Diameter x Langkah 60,0 x 44,1
Perbandingan Kompresi 11,6 : 1
Daya Maksimum 26,5kW (36PS)/ 12.000rpm
Torsi Maksimum 23,6 Nm/ 10.000rpm
Sistem Starter Elektrik Starter
Sistem Pelumasan Basah
Kapasitas Oli Mesin Total = 2,40 L ; Berkala = 1,80 L ; Ganti filter oli = 2,10 L
Sistem Bahan Bakar Fuel Injection
Tipe Kopling Basah, Kopling Manual, Multiplat
Tipe Transmisi Constant mesh 6-kecepatan
Pola Pengoprasian Transmisi 1-N-2-3-4-5-6
Dimensi
P x L x T 2090mm x 730mm x 1140mm
Jarak Sumbu Roda 1380mm
Jarak Terendah ke Tanah 160mm
Tinggi Tempat Duduk 780mm
Berat Isi 166kg
Kapasitas Tangki Bensin 14 L
Rangka
Tipe Rangka Diamond
Suspensi Depan Telescopic, Up Side Down
Suspensi Belakang Linkless Monoshock
Ban Depan 110/70-17M/C (54S)
Ban Belakang 140/70-17M/C (66S)
Rem Depan Hydraulic Single Disc Brake
Rem Belakang Hydraulic Single Disc Brake
Kelistrikan
Sistem Pengapian TCI
Battery GTZ8V
Tipe Busi NGK/CR9E

 

BAGIKAN