nhk

Test Ride Yamaha New Vixion; Dihendling Enak, Mesin Tidak Buas, Hasilnya Nyaman

 

ManiakMotor – Yamaha New Vixion, bukan sport sejati, tapi sport turing. Momen putir idealnya cepat dapat, tetapi rangka dibatasi agar tidak pecicilan. Gambaran itu yang dirasakan saat test ride New Vixion. Apalagi setelah dikombinasi dengan speksifikasi bawaannya, dugaan tidak meleset. Enak untuk jalan jauh dan tidak kedodoran di jalan yang macet. Motor yang nyaman. Bagaimana dengan brosist, setuju nggak? 

Itulah bedanya New Vixion baru dan yang lama. “Sasis disempurnakan terhadap jarak trail yang lebih dekat mesin. Kenyamanannya mempertahankan sudut kemudi versi sebelumnya. Kelincahannya terukur yang dibantu mesin responsive,” buka Muhamad Abidin, Ast. General Manager Service Division, PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing(YIMM).

Rangka Deltabox

Test ride berlangsung di kota Bandung, Jawa Barat, 15 Desember 2012, sejak 08.00 WIB sampai 13.00, waktu yang cukup untuk merasakan karakter New Vixion. Jarak tempuhnya sekitar 65 km.  Sengaja Bandung yang dipilih karena tipografi alamnya tidak sekadar kota yang padat, namun diiringi turun naik ala perbukitan. Yang pasti juga ada tikungan maut yang melebihi sirkuit benaran seperti di Jalan Parongpong, Cihideng.

Di lintasan ini kebanyakan pakai gigi tiga, kecepatan kira-kira 40 km/jam. Rangka New Vixion dengan enteng ‘ditidurkan’ dan diungkit kembali menuju tikungan balasan lagi. Wuih macam pembalap isle of man, balapan di Solo, eh, Oslo, Norwegia yang menggunakan motor umum di jalan umum.

Menurun dan menanjak di Jalan Lembang di Selatan Bandung, sama saja distribusi bobot ketika berakselerasi dan deselerasi diringi rem, nyaman terkendali. Suppp.. nah macam  itu perasaan saat pengereman keras. Maklum, motornya baru.   

Itulah keunggulan sasis deltabox, rangka kotak yang memang patenya Yamaha. Selain rapi, rangka kotak ini bisa rigid. Rigid (kaku) pada rangka akan menghasilkan motor yang ‘diam’, ya tenang. Belum lagi Yamaha memang pakar dalam rumus segitiga penghitung ruang untuk distribusi bobot (centroid triangle). Ini hitungan andalan Yamaha pada motor umum di dunia yang diadop dari balap, lebih umum sih disebut geometri.

Mau lebih dekatnya tengok saja turunan Yamaha V-75, Deluxe sampai penerusnya F1-ZR. Kemudian dikenal dengan Jupiter Z yang versi 4-tak-nya. Belum lagi turunan RX125, RX-K dan puncaknya RX-King sport turing yang sampai distop produksinya tanpa tanding soal hendling. Mereka itu masih menggunakan rangka versi lama. Sedang Vixion sebagai penerus King pakai sasis masa kini.  Ya, deltabox itu.

Dengan ilmu itu New Vixion lebih weenak dari Vixion lama. Caranya? “Komstir tetap utuh untuk mempertahankan sudut kemudi (rake) 26o. Tetapi titik lurus dari rake ke tanah dengan roda depan (trail) ditarik mendekati mesin. Tadinya jarak trail 100 mm, sekarang 97 mm.  Dengan jarak trail yang meyusut, lengan ayun bertambah panjang, 1.300 mm atau lebih lebar 8 mm dari yang lama.  Otomatis, traksi pada roda belakang lebih bagus. Ini yang membantu kendali motor mudah dikontrol. Hitungan ini harus pas dengan torsi dan rpm yang dihasilkan mesin,” jelas  Sakio Muroo, Development Project Leader YIMM, panjang lebar.

Pria asli dari Jepang itu yang mendesain ulang sasis New Vixion. Dia sebenarnya bercerita centroid triangle. Ia jelaskan segitiga kunci kenyamanan pada kendaraan roda dua. Rake, mesin dan lengan ayun. Pada komponen itulah karakter motor dipetakan. “Memang pada akhirnya akan ditentukan frekuensi  suspensi,” jelas Masao Furusawa. Walah, salah alamat bertanya.  “Itu betul,” timpal Sakio yang ikut  mendesain Yamaha YZF 1000R atau YZF-R1. Berarti dia paham betul dengan geometri.

Muroo San sepertinya menggeser perpindahan bobot lebih ke tengah. Logika beban di tengah, motor akan stabil. Itu dirasakan ketika keliru menikung saat menuruni jalanan  Cihideng (Gree Forest). Motor sudah tergiring melebar. Eh, New Vixion dengan mudah dikoreksi kembali ke dalam jalur.  Itu ciri motor yang mau nurut pada ‘tuannya’. Jika tidak, mungkin saat ini lagi merasakan pedih lecet akibat terpeleset. Tapi itu tidak terjadi brosist.  Syukur… masih bisa lihat emak di Rumah.

Mesin Tidak Buas, Tapi Responsif

Sampai di rumah juga tidak nyeri-nyeri dan pegal linu. Padahal duduk di jok New Vixion itu kira-kira 4 jam.  Lagi pula usai dari Cihideng masuk kota Bandung lewat jalan Soekarno Hatta, macetnya luar biasa.  Ini bukan meliuk-liuk di tikungan, lebih tepatnya disebut zig-zag. Toh, New Vixion tetap ‘kepegang’ dengan nyaman.

Antara kecepatan pelan bangat dan sedang, perkiraan sih akan kesulitan selap-slip di antara mobil. Maklum  saban akhir pekan Bandung jadi belantara macet. Juga masih kurang percaya tanpa mengubah sudut rake dan hanya perubahan sikit jarak trail, untuk zig-zag butuh bantuan tubuh. Eiit dugaan itu kurang tepat. Moncong motor dengan cepat mengarah sesuai feeling selap-selip. “Itu karena respon mesin pada jarak trial dan bobot keseluruhan motor momentum tenaganya pas. Karena itu nilai stroke (langkah piston) lama tidak diubah. Torsinya memang untuk itu,” tambah Sakio.

Praktis tidak banyak ubahan pada mesin. Bore x stroke nyaris seimbang sebagai karakter sport turing. Pergelangan tangan tidak perlu ditekuk dalam-dalam untuk mendapatkan akselerasi selap-selip di dalam kota. Dan tidak perlu rpm tinggi bikin teriak mesin untuk menanjak. Tapi power masih bisa merespon pada kecepatan 80 km/jam ketika ingin menyalib truk, kendati persneling pada top gear (gigi-5). Namanya merespon, dari 80 km/jam ke atas bisa dicapai dengan mudah.

Kaki-Kaki Dan Bodi Empuk

Menanjak dan meliuk pun menjadi pertanyaan bisa lincah atau tidak. Sebab, New Vixion hadir di Jakarta Motorcycle Show (JMS) berbeda dengan yang dicoba. Yang ini memakai ban ukuran besar depan dan belakan (baca speksifikasi). Faktanya, malah lebih empuk. Sokbreker teleskopik depan dan monosok belakang bisa memainkan perannya. Maksudnya, tetap ringan dikendalikan tanpa menganggu kinerja suspensi.

Kesimpulannya untuk ukuran 150 cc, New Vixion lebih mengutamakan kenyamanan berkendara.  Sampai pada detil penampilan luar New Vixion, tetap membela yang namanya nyaman. Kontur jok dan tangki yang mirip Yamaha R6 itu misalnya, lekukanya pas dengan pantat dan selangkangan. Paha bagian dalam empuk saat mendekap tangki dan jok. Maka dari itu, sampai di rumah badan tidak pegal linu. Cuma masuk angin Bandung. Minta dikerok dulu, ah. Adib

BERITA TERKAIT:

Honda CB150R StreetFire Vs Yamaha New Vixion 2013, Testimoni Freestyler..!

Honda CB150R StreetFire Vs Yamaha New Vixion, Harga Sama, Segmen Beda..?

Test Ride Honda Verza 150 Injeksi 2013, Boncengan Pun Nurut…!

Test Ride Honda CB150R StreetFire; Sasis Gesit, Mesin Agresif, Harga Kompetitif (Rp 22.35 Jeti)

Launching Yamaha New Vixion, Ilmu Rangka Nyaman, Rp 22.4 Juta OTR

Kunjungan Pabrik Yamaha, Bertemu Robot Pencetak Rangka Geometri

Yamaha New Vixion Lightning 2013, Tetap Oke..!

Modifikasi Yamaha New Vixion Lightning, Lengan Ayun Moge

Mesin DOHC Honda CB150R StreetFire Vs Suzuki Satria FU, Sama-Sama Efisien

 

 

Spesifikasi New Vixion

Harga tanpa kick starter

Harga dilengkapi kick starter

 

Rp 22.400.000

Rp 22.600.000

Dimensi  
P x L x T (mm) : 2.010 x 705 x 1.030
Jarak sumbu roda : 1.300 mm
Jarak terendah ke tanah : 165 mm
Tinggi tempat duduk : 790 mm
Berat isi : 129 kg
Kapasitas tangki bensin : 12 liter
   
Kelistrikan  
Sistem pengapian : T.C.I/Transistorized control ignition
Battery : YTZ4V / GTZ4V (MF battery 3Ah)
Tipe busi : CR8E (NGK), U24ESR-N (Denso)
   
Mesin  
Tipe mesin : 4 langkah, 4 valve SOHC – fuel
    Injection, radiator
Jumlah / posisi silinder : Silinder tunggal / tegak
Volume silinder : 149,8 cc
Diameter x langkah : 57.0 mm x 58.7 mm
Perbandingan kompresi : 10,4:1
Daya maksimum : 12.2 kW (16.59PS)/8.500 rpm
Torsi maksimum : 14.5 Nm (1.48kgf-m)7.500 rpm
Sistem starter : elektrik dan kick starter
Sistem pelumasan : Basah
Sistem suplai BBM : Fuel Injection
Kapasitas oli mesin : Total 1.15 L
    Berkala 0,95 L
    Ganti filter oli 1 L
Tipe kopling : Basah, kopling manual, multiplat
Tipe transmisi : Return 5 kecepatan (1-N-2-3-4-5)
   
Rangka atau Sasis  
Tipe rangka : Pressed backbone (Deltabox)
Suspensi depan : Teleskopik
Suspensi belakang : Lengan ayun, link suspense monocross
Ban depan : 90/80-17 M/C 46P
Ban belakang : 120/70-17 M/C 58P
Rem depan : Cakram hidrolik, piston ganda
Rem belakang : Cakram hidrolik, piston tunggal

 

SPEKSIFIKASI VIXION LAMA

Tipe Mesin

:

4 Langkah, 4 Valve SOHC – Fuel Injection

Diameter Langkah

:

57,0 × 58,7 mm

Volume Silinder

:

149,8 cc

Susunan Silinder

:

Cylinder Tunggal / Tegak

Perbandingan Kompresi

:

10,40 :1

Power Max

:

11,1 kW / 8500 rpm

Torsi Max

:

13,1 Nm / 7500 rpm

Sistem Pelumasan

:

Basah

Oli Mesin

:

Total : 1,15 Liter / Penggantian Berkala : 0,95 Liter

Radiator

:

Berpendingin Cairan

Karburator

:

Putaran Langsam

:

Saringan udara

:

Transmisi

:

5 Kecepatan (1-N-2-3-4-5)

Kopling

:

Basah, Kopling manual, Multiplat

Caster / Trail

:

Rasio Gigi

:

Sistem Starter

:

Electric Starter dan Kick starter

 

  • Chasis

Tipe Rangka

:

Pressed Backbone (Deltabox)

Suspensi Depan

:

Teleskopik

Suspensi Belakang

:

Lengan Ayun, Link Suspensi Monocross

Rem Depan

:

Cakram

Rem Belakang

:

Tromol

Ban Depan

:

2,75 – 17 41P

Ban Belakang

:

90/90 – 17M/C 49P

 

  • Electricity

Lampu Depan

:

Lampu Sein Depan

:

Lampu Sein Belakang

:

Lampu Rem

:

Beterai

:

YTZ4V-MF (MF Battery 12V 3 Ah)

Busi

:

CR8E (NGK) / U24ESR-N (DENSO)

Sistem Pengapian

:

T.C.I. / Transistorized Coil Ignition (Digital)

Sekring

:

 

  • Dimension

Panjang x Lebar x Tinggi

:

2.000 m x 705 mm x 1.035 mm

Tinggi Tempat Duduk

:

790 mm

Jarak Antar Roda

:

1.282 mm

Jarak Ke Tanah

:

167 mm

Kapasitas Tangki

:

12 Liter

Berat Isi

:

125 kg

Berat Kosong

:

 

BAGIKAN