nhk

Test Ride Yamaha NMax 150: Fokus Coba Variable Valves Actuation ( VVA ), Rata Tenaganya

 

ManiakMotor – Di mesin 4-tak kalau sebut valve, ya itu klep. Klep itu digerakan oleh kruk-as, eh chamshaft atau noken-as yang punya sepatu atau rocker arm. Iyalah, kan berawal dari putaran kruk-as lewat pelantara rantai keteng yang memutar noken-as atau kem. Pada konstruksi  kem inilah Variable Valves Actuation (VVA) terjadi.

VVA dipakai pada mesin matik Yamaha NMax 150 yang baru lalu diluncurkan. Maksudnya dari VVA adalah pergerakan kem berbeda-beda menonjok klep saat membuka untuk mengaliran gas masuk. Yang bemacam-macam itu terjadi dari profil kem yang menggerakan (lift) rocker arm. Karena bervariasi itulah aktualisasi masuk bahan bakar dipertahankan sesuai kebutuhan mesin bakar. Nggak kelebihan dan kekurangan alias efisiesi.

Eh benar saja. Itu tenaga NMax 150 nggak ada matinya, pak. Tentu saat  test ride Sentul yang bersamaan dengan peluncurannya 10 Februari 2015 kemarin. Pada putaran rendah saat gas dipelintir tenaga serentak (tergantung tangan memainkan gas), kuat namun halus. Dimainkan dari rpm paling bawah dapat torsi sampai  6.000 rpm sesuai data torsi maksimumnya 11.1 Nm/6000 rpm. Kalau lebih dari 6.000 rpm, itu sudah speed dan itu juga ketemu sampai  8.500 sesuai data dk-nya yang 14.8 dk.

“Sebenarnya VVA ini sudah kombinasi dengan injeksi, teknologi silinder dan sebagainya untuk saling mendukung,” jelas  M Abidin, GM Service/Motorsport PT Yamaha Indonesia sembari berbisik rocker armnya model roller yang minim gesek, tapi dia belum bisa menjelaskan detil VVA, karena sibuk melayani wartawan lain. Ya sebenta-bentar dia ditarik teman-teman itu.   

Walau hanya satu kem atau SOHC (single over head chamshaft) pada NMax, tapi ada empat klep yang digerakannya. Ada dua lobe (bubungan) untuk masuk yang memainkan VVA. Variabel gerakan klep adanya pada dua benjolan untuk membuka klep masuk tersebut. Dengan dua benjolan ini, bukaan kinerja klep dari sangat rendah sampai tinggi akan terjadi.

Durasi dua lobe ini jelas berbeda satu sama lainnya, kan variabel. Belum ada penjelasan dan semoga nantinya ada soal derajat timing bukaannya. Salah satunya yakinlah  durasinya lebih lebar ketimbang salah satunya. Lalu salah duanya, eh maksudnya salah satunya punya lif untuk medorong klep lebih tinggi (high speed cam) dan satunya paling rendah (low speed cam) bahkan di data sudah oke pada 3.500 rpm. Yang profilnya tinggi bertugas memainkan angkatan klep pada putaran maksimal (perhatikan grafik). Istilah mekanik di sini mah power band-nya lebar. Eh langsung dijawab. “Low cam 232o, high cam 2680 dan kem buang 2620 seperti itulah durasinya,” jelas Abidin, 

Kenapa bisa begitu, karena di motor bakar, mustahil didapat sekaligus putaran bawah yang kuat bisa sama dengan putaran atasnya. Dengan dua bubungan beda profil, paling tidak keduanya bisa digapai. Apalagi masih dilengkapi solenoid yang menambah aliran bahan bakar pada putaran tengah. Karena itu, saat dicoba dari bawah, tengah dan atas memang asyik, ngisi terus “Kan mesin yang enak tenaganya rata pada semua putaran. Itu yang disebut teknologi blue core,” tambah Abidin.

Ohhh gitu toh yang namanya VVA. Amam   

BACA JUGA

Yamaha NMax 150 2015: Matic Golongan Mewah, Tenaga Yahud, Harga ‘Cuma’ Rp 27.4 Jeti

Yamaha N-Max 150; Meluncur 10 Februari 2015, Harga Di Bawah Rp 28 Jeti

Yamaha NMax 150; Matik Dengan Roda 13 Inci, Di Indonesia?

 

 

SFESIFIKASI

Dimensi

PxLxT : 1955mm x 740mm x 1115mm

Jarak sumbu roda : 1350mm

Jarak terendah ke tanah : 135mm

Tinggi tempat duduk : 755mm

Berat isi :  127 kg

Mesin

Tipe mesin : Liquid Cooled 4-stroke SOHC

Jumlah silinder : Single cylinder

Diameter x langkah : 58mm x 58,7mm

Perbandingan kompresi : 10,5 : 1

Daya maksimum : 11,1 kW (14,8 dk) / 8000 rpm

Torsi maksimum : 14,4 Nm / 6000 rpm

Sistem starter : Elektrik

Sistem pelumasan : Basah

Kapasitas oli mesin : 1 liter, berkala 0,9 liter

sistem bahan bakar : Fuel injection

Tipe kopling : Kering, Centrifugal automatic

Tipe transmisi : V-Belt automatic

Rangka

Tipe rangka : Underbone

Suspensi depan : Teleskopik

Suspensi belakang : Unit Swing

Ban depan : 110/70-13

Ban belakang : 130/70-13

Rem depan : Single disk brake (ABS)

Rem belakang : Single disk brake (ABS)

Kelistrikan

Sistem pengapian : TCI

Baterai : YTZ7V

Tipe busi : NGK / CPRBEA-9

 

 

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353