nhk

Tinjauan MotoGP.Com Pada Yamaha Valentino Rossi & Maverick Vinales, 2020 Tahun Petik Hasil..!

ManiakMotor – Walau Lin Jarvis si Managing Direktur Yamaha Racing terus terang, bahwa Yamaha salah arah sejak akhir 2016. Tapi menurut kupasan motogp.com untuk menuju MotoGP 2020 mulai bangkit, paling parah Sabtu 11 Agustus 2018 di Austria. Valentino Rossi nggak lolos Q2 dan Maverick Viñales walau berhasil ke-Q2, namun hanya start ke-11, benar-benar keok top speed. Kehancuran berlangsung sejak dari situ dan pembalap pabrikan Yamaha dikagetkan akan kemampuan Fabio Quartararo yang menggunakan M1 paling rendah spesikasinya pada 2019.

Di Austria 2018 tersebut Vinales tertinggal  satu detik lebih oleh polesitter Marc Márquez. Bahkan Rossi start dari grid 16. Sabtu sore, sebelum Rossi dan Viñales jumpa  pers, pemimpin proyek MotoGP Yamaha saat itu Kouji Tsuya minta maaf pada publik, pada pembalap Yamaha, dan media. Kata dia, Rossi dan Viñales adalah pembalap baik, M1-nya yang tidak cukup kuat. “Austria titik terendah kami. Itu kenyataan menyakitkan,” sebut Tsuya.

Didukung oleh Jarvis yang bilang yang dikerjakan sejak 2016-2018 terbukti di Austria meleset. Maka dicari solusi baru, terutama Tsuya mundur dan memberi jalan  bagi Takahiro Sumi menggantikan dirinya pada 2019. Juga banyak insinyur kembali ke Jepang dan banyak pula wajah baru datang.

Masuk 2019 sudah mulai ada perubahan. Selain faktor anak-anak baru tadi, juga epek dari Quartararo. Pemuda Prancis itu pakai M1 spesifikasi terendah, tapi saat balapan di Qatar justru fastest lap. Lalau merebut pole pertamanya di Jerez dan disusul kagetan-kagetan yang lain.

Humm… pembalap pabrikan pun sudah tak punya alasan. Apalagi berikutnya Quartararo naik podium dan saat Q2 bersaing di depan. Maka terutama Vinales yang membawa diri jangan kalah dengan pembalap satelit. Artinya M1 sebenarnya nggak parah-parah amat.

Namun Yamaha memiliki satu kelemahan besar pada 2019. Ketika surat kabar Italia La Gazzetta dello Sport mewawancarai Rossi usai test Jerez lalu, dia minta M1 2020 lebih cepat lagi 10 km/jam, “Persoalan trek lurus menambah top speed ini, saya tahu akan sulit. Tapi saya juga kesulitan setiap menuju trek lurus berjuang di area slipstream dengan lawan lebih cepat. Jadi top speed ini mutlak buat Yamaha,” tegas Rossi.

Beda lagi suara Viñales belakangan, bahwa dia akan bisa mengatur gaya balap dan  usahanya dari devisit top speed. Dia akan memanfaatkan sasis baru M1 2020 yang ternyata membantu grip. Juga mesin baru yang lebih agresif dengan tenaga lebih besar dari M1 sebelumnya.

Mungkin terbesar menurut motogp.com buat Yamaha 2020 dan menuju 2021, ada empat pembalap yang semuanya kapabel. Terutama lagi yang tiga, ada Rossi, Vinales dan Quartararo. Siapa yang akan dibela untuk masuk tim pabrikan. Kalau Rossi sih sudah menyatakan siap ke tim satelit.

Dan ingat dari semua tinjauan yang katanya ada peningkatan 2019, justru tahun itu adalah prestasi terburuk sepanjangan Rossi di Yamaha???? MM

BACA JUGA

MotoGP 2020: Agak Bisu, Valentino Rossi Sudah Bersuara Lagi..!

MotoGP 2020: Elektronik Biang Kerok Yamaha Valentino Rossi Salah Riset..!

MotoGP 2020: Yamaha Di Tes Sepang Misinya Tambah Kuat Rossi Dan Vinales

MotoGP 2020: Kata Jarvis Ada Furusawa Baru Di Kubu Yamaha, Yakin M1 2020 Melejit..!

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353