nhk

Tips Berkendara (Safety Riding); Mata Sebagai Pengumpul Data

 

 

 

ManiakMotor – Di samping skill mengendara motor dan jam terbang, elemen selanjutnya mata. Peribahasa ‘dari mata turun ke hati’ langsung ke kaki. Saat bermotor arah pandang menentukan tingkat nyaman dan aman. Lha mata sampeyan kan yang melihat duluan di mana ada lubang, di mana bergelombang dan di mana menikung dan di mana ada yang caintik-cantik? Baru deh dimassukkan ke otak, lalu otak perintah tangan dan organ tubuh lain untuk menghindar.

Pernah ditulis portal ini tentang mata bagian dari kemenangan seorang pembalap. Nah itu bisa diterapkan pada harian.  “Pandangan harus jauh ke depan. Selain luas, keadaan bisa dideteksi lebih dulu. Tapi ini harus dilatih terus supaya feeling makin tajam. Saya enam bulan baru bisa menikmatinya. Ternyata setiap saya naik motor harian, juga bermanfaat,” kata Owie Nurhuda yang kini memperkuat Honda Cargloss AHRS di pentas IndoPrix 2013.

Pendapat ini didukung Jusri Palubuhu. Bro satu ini salah satu instruktur safety riding di Indonesia.  Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menggunakan jasanya. “Ilmu dalam balapan motor asalnya dari berkendara sehari-hari. Sebaliknya begitu. Bagi yang belum balap, ya tiru saja mata mereka yang merupakan pengumpul data,” kata Jusri.

  {Flash=images/IklanYamaha/yamahapromo.swf|width=500|height=160}

Secara tidak sadar dan karena kebiasaan, pengendara tidak memandang lurus ke depan, rata-rata pandangan hanya pada jalana yang akan diinjak. Padahal cara itu bikin pandangan tidak luas. Cara itu malah bikin perasaan motor larinya sudah sperti MotoGP, walau baru 50 km/jam.

Beda jika mata manjangkau keadaan sekitar lebih jauh. Orang yang baru bergerak menyebrang saja, sudah bisa didata gerak-geriknya. Memang hal tersebut situasional, semakin pelan motor pandangan juga kian dekat. Apalagi dengan kondisi jalan yang banyak lubangnya.

Maksudnya pandangan ini sesuai laju motor.  Bertambahnya kecepatan mata harus semakin jauh. Kalau belakang silakan intip kaca spion. Semakin cepat motor, maka mata harus secepat mungkin mengirimkan datanya pada otak.

Misalnya jarak 100 ada gerak orang menyebrang dan kecepatan motor 80 km/jam situasi tersebut bisa langsung diatasi. “Tapi jika pengendara hanya melihat 30 meter ke depan, rintangan tadi tidak bisa terpantau, tahu-tahu harus melakukan mengerem pada jarak 30 meter dengan kecepatan 80 km/jam. Bahaya kan,” tutup Jusri.

Iya, ya bahaya bangat. Adit

BACA JUGA

Big Bike Adventure Coaching Clinic 2013, Ilmunya Bisa Dipakai Semua Motor

Tips Motor: Beli Bensin Subuh Lebih Irit, Tak Perlu Korek Mesin?

Tips Motor; Paketan Bolt On Piston 58 mm Matik, Maknyus Untuk Harian

Tips Motor; Subtitusi Kampas Supra X100, Kuat Dipakai Di Blade Sampai CB150

Tips Motor; Ganti Kampas Kopling Ninja 150, Murah Meriah Tenaga Nendang!

 

 

 

BAGIKAN