nhk

Tips Meredam Bunyi CVT Matik

ManiakMotor – Mangkok Continous Variable Transmision (CVT) yang telah berumur pasti berbunyi. Weng, weng, weng, cricit… seperti itu bunyinya dan mengganggu. Padahal, itu hanya merenggangnya manngkok kopling dan meninggalkan celah bunyi. Pada rpm tinggi, antara bagian luar dan dalam mangkok akan saling pukul. Memang tidak ada yang benjol-benjol dalam peristiwa pukul memukul itu. Yang ada hanya bunyi-bunyian tadi…

Ya, sudah, mari membongkar CVT yang kurang ajar itu. Setelah dibongkar jangan dibuang, tapi diperbaiki, kecuali ada kelebihan  THR, ya, silakan beli. Tapi sayang, mendingan buat beli baju sang anak dan sepatu. CVT itu masih bisa dilas untuk disatukan kembali kerenggannya. Bisa sih dilem pakai ludah, eh, power glue, tapi bunyi itu akan datang kembali dalam hitungan minggu.

Rifki Ardiansyah yang menemukan cara  menghilangkan bunyi tersebut bercerita. Katanya, itu akibat panas dan gesekkan kampas, mangkok berubah bentuk. Hingga, antarlapisan mangkok merenggang. “Bisa juga karena usia, seperti motor saya ini yang sudah tiga tahun,” papar Rifki yang tinggal di Pos Pengumben, Jakarta Barat  tersebut.

Ah, cerita melulu. Ayo copot dulu CVT-nya. Tidak sulit, asal perkakas yang ada di foto ini tersedia. Juga hitung-hitung sembari menunggu buka puasa, olahraga kecil-kecilan. Karena pasti dalam pembongkaran CVT ini, sampeyan akan keringatan seperti yang diperagakkan pada Yamaha Mio.   

Siapkan kunci ‘T’ 8 untuk membuka cover CVT, tracker mangkok kampas sentrifugal (flying wheel pliers) dan kunci ring 24 membuka mangkok sentrifugal.  Kalau tidak ketemu tracker, bisa pergi ke tukang las dan buatkan segitiga seperti pada gambar ini, fungsinya hanya untuk menahan mangkok agar tidak berputar saat penguncinya dibuka.

Anggap saja CVT sudah copot. Sebab tips ini ceritannya hanya memperbaki kerenggangan, bukan tips mencopot. Ada dua cara seperti bayang-bayang dipengantar cerita. Yakni dilem dan dilas. Kalau tidak mau repot berulang-ulang pakai lem, sebaiknya dilas. Pengelasannya cukup ‘dititik’,  ditutul, atau ditotol, bisa juga ditotok. Nah, lihat saja gambarnya. “Lasnya dari depan dan belakang, karena kedua bagian itu yang merenggang,” tambah Rifki.

Coba ah. Iyalah, tanpa melakukan langkah itu, paling tidak ketahuan sumber bunyinya. MM

BACA JUGA

 

BAGIKAN