nhk

Tips Motor: Cara Mudah Beli Ban Motor Dan Merawatnya

Ban Rawat 2017
Ini kode tahun pembuatan ban

 ManiakMotor – Cara mudah mendeteksi ban layak atau tidak dibeli sekalian umur pakainya deh, tanggung. Jangan irit-irit nulisnya. Sederhana memang, tapi kebanyakan pada cuek beibeh. Kan begitu yang sering masuk di bengkel maniakmoor.com. Saat ini, portal yang sudah jalan ke-8 tahun ini ikut membuka bengkel dan jualan sikit-sikit, hehe.

Misalnya saat beli ban. Kebanyakan konsumen hanya sebut ukuran dan mereknya. Mereka sudah tak peduli tahun berapa ban yang dibeli dicetak. “Padahal tahun ini ikut menentukan awet tidaknya ban. Di FDR ada yang namanya nomor lot ban.  Angka dua digit di depan menandakan minggu dan dua digit di belakang adalah tahun pembuatan,” sebut Jimmy Handoyo, Manager Tachnical Service FDR dari PT Surya Rayaruberindo Industri (SRI).

Di sini indikatornya

Seperti contoh pada gambar ini, artinya ban diproduksi pada minggu ke-36 dan tahun 2016. Andai konsumen menemukan jauh dari saat mengganti ban, pikir-pikir dulu belinya. Apalagi menebus  pada bengkel yang bannya dibiarkan kena hujan basah dan kena matahari panas. Jika memaksa beli, sudah pasti umur ban tak akan maksimal. Bukan itu saja, performanya berkurang andai ban tersebut diproduksi lima tahun lalu, tapi dibeli sekarang! Bannya sudah getas mbak. Kenapa disebut mbak, kebanyakan perempuan nggak peduli pada kode-kode tersebut.

Sama juga dengan TWI (Tread Wear Indicator) atau tanda ban sudah mencapai umurnya. Maksudnya sudah layak ganti. “TWI ini sebagai patokan masih layak atau tidak ban digunakan. Umumnya, TWI ini sulit akan merata lantaran perawatan pada tekanan ban,” tambah Handoyo dengan tekun menjelaskan.

Dicontohkan, pada bagian lain kembang ban masih banyak, di sisi lain ada yang sudah menyentuh bahkan lewat TWI. Ini hanya kepedulian pada tekanan ban. “Bila tekanan ban berlebih atau kurang dari anjuran, keausan ban tidak akan rata menyentuh TWI,” terang Handoyo lagi.

Bila ban di bagian tengahnya duluan menyentuh TWI, itu tanda ban selalu di atas tekanan psi yang dianjurkan. Juga kalau pinggirannya menyentuh duluan, petanda ban sering di bawah psi yang dianjurkan. Kan kalau terlalu kencang, hanya bagian tengah ban yang sering bersentuhan dengan aspal.

Setiap motor selalu ada petunjuk maksimal dan minimum tekanan ban, sesuai kebutuhan motor digunakan. Berbeda motor yang setiap hari berboncengan dengan yang digunakan sendirian. Lebih sederhananya yang umum digunakan depan 30 psi dan belakang 32 psi. “Eh ada lagi, kalau bannya benjol-benjol itu tanda suspensi motor tidak maksimal,” punkas Handoyo.

Makasih penjelasannya. Eky

BAGIKAN