nhk

Tips Motor: Cara Seting CO Pasca Ganti Knalpot Racing Mesin Injeksi!

setting co-1

ManiakMotor – Ganti knalpot racing pada mesin injeksi, beberapa motor cuek beibeh. Dianggapnya bila knalpot racing sudah dilengkapi sensor AFR (air fuel ratio), itu sudah cukup. Padahal masih ada satu bagian yang kudu dicek. Yakni CO alias karbon monoksida.

CO berubah karena knalpot racing sifatnya lebih free flow. Sumbatannya lebih bebas yang memengaruhi campuran udara dan bahan bakar sebelumnya. “Kadar yang benar adalah CO-nya 0 (nol). Menyetel CO ini kalau di karburator sama dengan menyetel sekrup udara dan spuyer. Di injeksi ada alatnya yang disebut FI Diagnostic Tool (FDT). Di bengkel resmi Yamaha dan Honda ada alat ini,” kata Andre dari Polaris 99 di Kebun Jeruk, Jakarta Kota dan tentu saja dia punya alatnya.

Perhatikan kabelnya

Andre langsung mengajak cara menyetelnya dengan FDT. Kotak FDT dilengkapi dengan tiga kabel. Yakni kabel hijau disambungkan ke self diagnostic yang di ECU juga punya warna yang sama. Sedang merah ke positif aki dan hitam ke negatif aki, kedua kabel ini untuk menghidupkan FDT.

Nah tinggal tekan tombol ON alat tersebut yang sebelumnya  posisi kunci kontak motor juga dalam keadaan ON. Setelah alat itu sudah aktif, tinggal pilih menu Diag atau diagnosa yang disusul pilih menu CO.  “Contoh Yamaha R25, lantaran dua silinder pada menu CO akan ada dua menu yang disetting, yakni C1 dan C2. Sedangkan untuk satu silinder cukup  C1,” jelas Andre yang memperagan pada R25 setelah ganti knalpot ProSpeed.

Kadar CO standar dari pabrikan yaitu di angka 0. Sedangkan batas range valuenya maksimal mulai dari 0 sampai min (-) 30 atau dari 0 plus (+) 30. “Untuk motor injeksi yang ganti knalpot racing, ada baiknya CO diposisikan pada value range plus (+) 4 sampai dengan 8. Settingan itu sudah cukup enak, karena bahan bakar lebih banyak dari udara. Ruang bakar rada basah sikit, jadi aman digeber,” ujar Andri.

Begini aturannya, bila value dinaikan atau plus kadar CO-nya menaingkat. Kalau pas meningkatnya efek  tenaga bertambah. Tapi kalau berlebihan alias kebanyakan bahan bakar, busi jadi hitam, pembakaran nggak tuntas. Sedangkan kalau minus di bawah ‘0’, itu miskin bensin dan kaya udara, warna businya jadi putih alias kepanasan dan sebentar lagi ngebul, meleduk. Maksudnya kering.
Dua-duanya boros, kelebihan dan kekurangan, makanya ada alat ini untuk membuatnya pas! Ingat saja, setiap satu angka pada adjuster maka yang terjadi penambahan atau berkurang sebesar 0,05 cc. MM

BAGIKAN