nhk

Tips Motor: Disetel Mekanik MotoGP, CBR250 Mas Ibud Jadi Tokcer

 

ManiakMotor – Sebenarnya Ibud (ini nama orang lho) sudah oke-oke saja dengan sokbreker Ohlins standar bawaan Honda CBR 250 miliknya. Karena penasaran ia bawa itu motor ke acara Track Day Ohlins, coba sokbreker baru yang langsung disetel mekanik senior MotoGP. Hasilnya, hmmmm!

Tadinya itu sokbreker standar disetel ulang oleh sejumlah mekanik Ohlins yang memang tengah bagi-bagi tips menyetel sokbreker untuk balap dan harian. Tepatnya di Sirkuit Sentul, 19-21 November. “Teman saya ngomporin untuk coba yang dimodifikasi oleh Ohlins. Meski sudah puas dengan setelan sebelumnya, ingin juga sih mencoba yang beda,” kata Ibud.

Teknisi senior Ohlins, Paul Trevathan, pun mengoprek CBR250R milik Ibud. Pegas sokbreker tanpa beban diukur mencari freeload alias kerja sokbreker normal tanpa beban. Begitu pun setelah dibebani bobot badan Ibud yang 80 kg. Selisihnya dikonversi dengan berat badan Ibud yang kebetulan memang tidak imut-imut.

Paul sudah punya tabel tersendiri soal hitung-hitungan itu, sehingga kalkulasinya sudah benar-benar presisi. Tak akan melenceng meskipun cuma nol koma sekian milimeter. “Setelan masing-masing motor tentu akan berbeda, disesuaikan dengan bobot pengendaranya. Jadi, ukuran tertentu bagus untuk satu orang tapi bisa sebaliknya pada orang lain. Jika di lintasan MotoGP, faktor penentunya lebih banyak lagi. Termasuk jenis ban, tipikal sirkuit, dan tentunya riding style si pembalap. Kita menyiapkan set-up sesuai kondisi dan hasil free practice. Tapi, intinya adalah setelan yang nyaman dan aman buat pembalap di atas tunggangannya,” ujar Paul saat berbincang dengan maniakmotor.com.

Kalau Om Paul ini bawa-bawa MotoGP sebagi contoh, ya sah sajalah. Wong dia memang mekanik di tim Repsol Honda dan khusus menangani suspensi motornya Pedrosa. Karena itu, katanya, ia mudah saja menyetel suspensi CBR 250 milik Ibud. “Produk Ohlins yang standar pun sesungguhnya sudah bagus berkat pengalaman mereka yang jauh lebih panjang dibanding produk lain. Kalaupun perlu disetel ulang atau modifikasi tak lain karena kebutuhan khusus, misalnya agar lebih balance dengan berat tubuh pengendaranya,” ujar Paul.

Dan, Ibud sudah membuktikannya. “Rebound-nya terasa jauh lebih nyaman saat keluar tikungan. Daya pegasnya cocok banget, tak terlalu lembut dan tidak terlalu keras. Karena itu tadi, lebih pas dengan berat badan saya,” kata Ibud yanng mengaku motornya digunakan sehari-hari sama dengan kebanyakan peserta lain membawa matik, bebek dan sebagainya deh.

Lha iyalah mas, pasti tokcerlah dioprek mekanik sekaliber Paul! Andro

BACA JUGA

BalapMotor Dan Harian: Temuan Terbaru Ohlins 2014, Kinerja Sokbreker Depan Bebek Mumpuni

MotoGP 2015: Kata Mekanik Ohlins Datang Ke Sentul, Pedrosa dan Marquez Diperlakukan Sama

Tips Motor: Cara ‘Diet’ Kurangi Bobot Piston Kohar Dan Liaran, Drag Bike Juga Deh

Tips Motor: Cara Sederhana Ganti Roller CVT Honda Beat

BAGIKAN