nhk

Tips Motor: Dongkrak Performa Motor Harian, Tanpa Pisau Tunner

 

ManiakMotor   Bikin kencang motor tak melulu pakai senjata pisau korek, juga melakukan modifikasi berat. Cukup plug n play alias tinggal pasang tanpa khawatir merusak onderdil, motor sudah ngacir ke sekolah dan tempat kerja. “Zaman sekarang, jaman maju, nggak perlu tuh pakai pisau tunner untuk harian. Ganti saja CDI dan pemasangan kenalpot racing, pasti tenaga naik 10-25 % dari standar. Juga sudah era ECU yang versi racingnya banyak dijual,” buka Mansyuri alias Suri, mekanik dari CLD Em Push yang spesialis menangani balap matik yang juga buka bengkel harian. Iya jangankan harian, sparepart balap saja sudah bolt-on.

Kem-cam master BRT
Salah satu paket BRT yang sudah siap pakai, tak perlu korek

Ganti CDI dan kenalpot memang lebih mahal dibanding oprek jeroan kepala silinder (kompresi) dan saluran masuk-buang pada silinder yang dicukur. Tapi itu sementara. Saat diganti standar lagi hasilnya lebih mahal, karena harus beli silinder dan head. Tentu juga merusak struktur mesin itu sendiri. Termasuk kegagalan set-up di bengkel korek. Namanya korek mengorek, tidak langsung jadi, jadi pun rentan pada kondisi cuaca dan suhu. Hari ini top, besok sontoloyo.

“Makanya beli yang sudah jadi seperti yang ditawarkan BRT berulang-ulang. Bisa juga pesan sesuai karakter bawa masing-masing. Ada paket head yang porting sudah dikorek CNC, bukan dikikir pakai pisau dokter gigi. Kem itu bersama isinya atau satu set bersama ECU juga ada,” sebut Tommy Huang dari BRT yang di markasnya tersedia semua isi mesin untuk tenaga.

Tapi memang yang paling sederhana ganti kenalpot racing hanya spuyer yang disesuaikan. Juga CDI tinggal pasang dan setel yang sudah ada petunjukknya dalam kemasan, you bisa kerjakan sendiri di rumah sembari belajar dan ngopi-ngopi.  Untuk CDI pilih yang tipe unlimiter atau tanpa batasan. Soal merek, hak di situ. Yang harus diingat jangan CDI programable alias bisa diprogram, pilih saja CDI racing untuk harian. Sebelumnya ini sudah diulas, coba baca; Tips Pilih CDI Racing Korek Harian, Yang Sederhana Saja.

Produk BRT bisa pakai tipe Hyperband yang Rp 400 ribu itu loh. “CDI tipe ini tidak perlu atur timming pengapian. Tinggal pilih menurut tipe motor dan langsung terasa bedanya. Demikian pula ECU Juken 3, buat yang sudah injeksi,” tambah  Tommy yang founder dari CDI BRT, dulu dikenal dengan sebutan CDI Cibinong karena markasnya di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Tommy menambahkan, pengaplikasian CDI racing dan ECU Juken 3 bukannya membuat boros bahan bakar, “Karena dengan memasang elektronik berperforma ini, pembakaran justru lebih homogen. Uap bahan bakar pada ruang silinder, lebih banyak yang terbakar. Dari sini power mesin akan naik sendirinya. Bahan bakarnya lebih banyak jadi energi,” tukas Tommy.

Kalau motornya masih tipe CDI, harga CDI-nya dimulai dari Rp 300 ribu sampai jutaan rupiah. Malah untuk Mio bisa pakai CDI copotan Yamaha Fino Thailand, kisaran Rp 800 ribu-an, tapi ampuh. “Selain untuk harian, juga bisa untuk balap. Karena CDI Fino Thailand tidak ada limiternya,” ujar Utomo alias Tomo, punggawa dari tim drag bike TSS Adnoc. CDI Fino yang unlimiter ini sama dengan CDI bawaan Suzuki Shogun 110 dan Yamaha Vega edisi pertama yang tanpa limiter.

Naiknya power, tentu butuh sistem pelepasan gas buang yang free flowuntuk ukuran harian. Ini pun tinggal pilih, banyak merek. Malah saat ini lagi trend bobok kenalpot standar, juga mensubtitusi kenalpot dari lain merek. Tetapi lebih aman beli kenalpot yang dibuat meningkatkan peforma motor itu sendiri. Itu sampayen tak perlu repot-repot bobok. Kenalpot standar silakan disimpan di tukang loak.

Kenalpot racing yang harganya  dari Rp 300 ribu sampai jutaan ini, bukan semata bising yang bikin pusing tetangga. Tetapi konstruksi mulai dari leher, perut dan silincer telah disesuaikan karakter mesin. Termasuk bahan peredam suaranya yang berkualitas. Itu yang bikin mahal.

Pembakaran tokcer dan pembuangan loncer, ya pemasukannya harus encer sesuai permintaan mesin. Omongannya sih spuyer naik paling tinggi 2 step dari aslinya. Tapi efektifnya dibaca dari busi saat CDI dan knalpot racing telah terpasang. Hidupkan mesin, mainkan gas dan keluar sebentar beli rokok. Ya kira-kira jauhnya 1 km lebih. Jangan pelan-pelan dan jangan pula ugal-ugalan.  

Bila warnanya merah bata berarti sudah pas, “Sementara jika pucat, itu kering alias harus dibesarkan spuyer pada pilot-jet 1 step. Ulangi lagi mencobanya semberi menambah main-jet juga 1 step sampai warna busi ketemu. Tinggal atur sekrup udaranya. Caranya juga mudah. Tutup sekrupnya sampai mentok, lalu naikkan rpm kisaran 3.000, di saat sama putar sekrup ke kiri sampai putaran mesin meninggi sendirinya dan rata. Kira-kira 1.5 putaran (4-tak) dan 2,5 putaran (2-tak) sebagai patokan. Jangan lupa menyetel udaranya sembari saringan udara terpasang, kecuali memang sengaja tak pakai saringan. Kalau injeksi tanpa perlu setang-setting seperti ini,” tambah Adi yang bilang lain kali saja cerita injeksi.

Silakan coba, pasti bertenaga dan karakternya tak jauh dari kenyamanan standar. MM

BACA JUGA

Tips Pilih CDI Racing Korek Harian, Yang Sederhana Saja

Setting Karburator Motor, Pasang Kenalpot Racing (Harian)

Modif Dan Tips Kohar FU Standar, Ilmu Dari Drag Bike..!

Korek Kem Standar Semua Motor Harian

Kohar Bebek Yamaha 4-Tak, Pakai Piston Blitz Joy, Ngacirrrr..!

Pilih-Pilih Kenalpot Racing Harian, Perhatikan Desain Dan Diameter Leher-nya!

Naik Stroke Tanpa Rusak Kruk-As, Nggak Perlu Bore-Up, Semua Motor Bisa..!

Dongkrak Performa Harian Yamaha RX-King

 

BAGIKAN