nhk

Tips Motor: Geser Balancer, Mesin Tokcer..!

Geser Balance Motor

 

ManiakMotor – Pro dan kontra boleh tidaknya, balancer digeser-geser? “Lebih baik jangan geser, salah-salah motor malah getar semua,” saran mekanik Andhika Bintang Budaya atau akrab disapa Gandhos. Dia mekanik banyak zaman. Pernah jadi mekanik mobil drag, motor harian, road race, motocross dan jadi guru mekanik. Banyak kan…

Mesin-mesin motor generasi anyar seperti Suzuki Satria FU 150, Honda CS1 dan Shogun 125 dilengkapi balancer. Sebelumnya, Yamaha Crypton dan Vega yang diberi duluan. Juga ada balans khusus buat balap dan korek harian. Tentu sebagai penyeimbang gaya inersia merugikan dari putaran krukas. Paling kentara menimbulkan ketidakseimbangan gaya, mesin bergetar,” jelas Gandhos yang pernah ngetop dengan Tepepa Racing-nya.

Dua kalimat di atas terlalu dosen. Itu menggurui mahasiswa. Macam berdiri di depan kelas saja Mas Gandhos itu. Coba jabarkan lebih sederhana, pak. Gini de, kruk-as adalah penghasil momen puntir atau belepotan ngomong, disebut torsi (torque). Lha, jadi guru juga. Sumpah, bukan! Lha, wong, SD saja mbrebet mau jadi dosen.

Ayo ikat batu sebesar kelereng di ujung benang. Benangnya  0,5 meter. Nah putarlah talinya. Jika diputar pelan, batunya cenderung jatuh. Coba putar mulai kencang, batu mulai rata dengan benang. Lalu, ditambah lagi putarannya, batu akan benar-benar rata dengan benang. Itu disebut mendapatkan momen putir ideal. Sama dengan torsi yang katanya didapat pada 4.000 rpm misalnya, nah seperti itu ukurannya. Di bawah 4.000 rpm mesin seperti duk, duk, duk dan akan berangsur rata saat rpm dinaikkan.

Walau sudah diputar konstan, toh batu masih mau ke bawah juga. Makanya butuh keseimbangan lagi yang kalau di motor disebut balancer. Antara torsi pada kruk-as akan saling mengisi dengan alat itu. Tugas balancer memberi gaya berlawanan dari lempengan krukas. Supaya, gaya jadi resultan nol alias imbang. Getaran mesin tereduksi.  

Getaran selalu muncul akibat ditambah konstruksi mesin yang masih butuh rangkaian setang piston dan krukas. Keduanya mengubah gerak translasi bolak-balik piston menjadi gerak putar. Lalu, berubah jadi gaya gelinding dan gibrit… Dipermak lagi, jadi kilat. Itu dia balap.

Gerak sinusoidal yang bukan sendal, berpotensi menimbulkan geli-geli basah. Getaran, bro. Torsi dihasilkan ‘gaya liar’ ini justru beban buat mesin. Di sini peran balancer. Beda kalau mesin mengalami modifikasi. Gampangnya, balancer spesifikasi pabrik adalah untuk mesin standar. “Tapi buat korek harian sudah dibuktikan geser balancer menaikkan tenaga, hampir 1 dk,” kata Supriyono, mekanik Upik Jaya Motor di kawasan Gabusan, Bantul, Yogyakarta. Bah, jauh kali…

Buat mesin modifikasi ringan, Upik panggilan akrab Supriyono geser balancer 3 mata berlawanan arah putar. Maksudnya? Mesin modifikasi, perbandingan kompresi dinaikkan. Pada Satria FU 150 milik Upik, peningkatan kompresi dengan mengurangi paking bawah dan atas. Lalu, kem digeser LSA-nya lewat adjustable sprocket. Belum lagi setelan kem dirapatkan sekaligus per klep diganjal.

Keseluruhan, kerja mesin berat. Mekanismenya harus disesuaikan untuk putaran mesin  tinggi. Ledakan pembakaran makin kuat, karena pemasukan bahan bakar dan udara lebih banyak. Semua modif tadi berefek langsung pada keseimbangan krukas.

Buat motor standar, posisi balancer dan pemberat pada bagian bawah krukas berlawanan 1800, terjadi pada saat  piston TMB. Lewat pergeseran 3 mata tadi, berarti posisi 1800 berlaku setelah piston melewati TMB dan seher dalam perjalanan kembali ke TMA.

Di situlah peran penggeseran. Saat TMA, piston menghadapi gas buang dan tekanan kompresi yang makin meningkat seiring modifikasi mesin. Balancer difungsikan buat membantu krukas mendorong kembali piston. Balancer memberi torsi tambahan ketika diperlukan momen puntir ekstra.Kan saling bantu dan saling bantai… hehehe…

Artinya, geser balancer sah-sah saja. Asal sesuai kebutuhan. Persoalannya membuat angka yang tepat buat pergeseran butuh percobaan dan dyno buat memastikan hasil. ManiakMotor

BAGIKAN