nhk

Tips Motor: Ini Jenis Busi, Jangan Sampai Salah Pilih

ngk-busi-road-race

ManiakMotor – Busi termasuk salah satu sukucadang vital pada motor. Kalau nggak ada busi nggak akan terjadi ledakan ruang bakar yang bikin selalu piston turun naik. Busi itu memercikkan bunga api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang sudah dikompresi di dalam ruang silinder. Fungsi lain, diagnosa kondisi mesin melalui warna pembakaran yang terlihat pada elektroda massa.

Konstruksi dari busi memang sederhana, tapi kerjanya sangat lah berat. Temperatur pada elektroda busi pada saat langkah pembakaran bisa mencapai suhu 2000oC. Makanya, busi dirancang dari bahan tahan panas.

Nah, pemakaian busi yang tepat pada motor bisa memberikan performa yang lebih baik. Sebaliknya, salah pilih busi, ngak cuma boros, tenaga motor jadi memble.

Kebetulan NGK menyediakan berbagai jenis busi, mulai dari yang sederhana sampai berteknologi canggih seperti Platinum dan Iridium.

“Penumpukan karbon tidak akan terjadi pada busi NGK tipe Iridium IX karena sudah memakai teknologi Thermo Edge Design. Biasanya saat sedang dilakukan pengecekan busi, terdapat warna kecoklatan di atas hexagon pada bagian insulator, hal tersebut disebabkan oleh partikel minyak atau kotoran di sekitar busi. Kondisi ini tidak mempengaruhi performa kinerja busi NGK,” jelas Mahesa Argha Yudha Asst. Marketing Manager Sales & Marketing NGK Indonesia.

Inilah jenis busi

Busi standar

Bawaan pabrik, umur pakai lebih lama, juga stasioner stabil. Hanya, porsinya untuk putaran bawah sampai menengah. Masa pemakaian bisa sampai 20.000 km.

Busi Platinum

Ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrode dari platinum, jadi pengaruh panas ke metal platinum lebih kecil. Diameter center electrode 0,6 mm – 0,8 mm, jarak tempuh busi sekitar 30 ribu km. Busi Platinum disukai bikers penyuka turing. 

Busi Iridium

Ciri khasnya, ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electroda dari iridium alloy. Warna platinum buram. Diameter center electroda 0,6mm – 0,8mm. Penyebaran lebih sedikit dari busi standar, makanya konsisten mempertahankan kesetabilan performa. Jarak tempuh busi sekitar 50 sampai 70 ribu km. Berumur lama cocok buat mesin di atas 150 cc. Boleh dibilang sebagai busi semi kompetisi, biasa diaplikasi buat mesin non standar

Busi Racing

Busi yang tahan terhadap kompresi tinggi, serta temperatur mesin yang tinggi. Dipersiapkan untuk mampu mengimbangi pemakaian full throttle dan deceleration. Diameter center electroda pun relatif kecil meruncing macam jarum agar suntikan apinya tajam. Jarak tempuh busi juga relatif pendek 20 sampai 30 ribu Km.

Busi Resistor

Logo R dengan font miring banyak yang mengira artinya racing. Sebenarnya R itu kependekan dari resistor. Busi ini dipakai untuk melindungi dan mencegah ganggguan elektrik perangkat elektronik digital, berupa speedometer, indikator, pengaruh gelombang radio dua arah. Juga mencegah electrical noise penganggu pengoperasian ECU. Maka, busi ber-kode R pada busi mesti diingat, sebagai perlindungan perangkat elektronik digital motor yang pas buat injeksi. MM

BACA JUGA

NGK Edukasi Teknologi Mutakhir Pengunjung GIIAS 2016, Busi Berkualitas

Tips Motor; Memilih Busi, Jangan Asal Kata Toko

Busi NGK Berteknologi MotoGP Kuasai Pangsa Pasar Indonesia 48%

Koil Racing Ultraspeed; Pengantar Panas Yang Besar Ke Busi

BAGIKAN