nhk

Tips Motor; Karburator PE Vs PWK Untuk Liaran Dan Drag Bike

ManiakMotor Karburator di drag bike beseliweran berbagai tipe. Pelakunya tentu dengan lika-lu riset lalu menggunakannya. “Saya rasa untuk korek harian juga begitu. Karburator dipilih sesuai karakter dan maunya mesin. Tentu saja, sifat karburator itu sendiri,” buka Swega dari RAT Motosport Indonesia sambil menyebut beberapa tipe karbu yang ngetop di drag dan liaran.

Karbu yang pas untuk kapasitas motor di Indonesia yang telah ditune-up adalah venturi 28-33-38 mm.  Ada tiga faktor yang mesti dihitung dalam memilih karbu. Yakni bisa langsam walau motor sudah ‘dikorek asal-asalan’. Artinya, tipe karbu yang mudah menyesuaikan dengan mesin. Lalu bisa mengikuti torsi dan mampu mgimbangi ritme mesin menuju rpm tinggi sampai mentok.

“PJ34 agak sulit. Mesin sperti dang-ding-dung seperti mau mati saat start, ini malah mengganggu, lantaran sulit stasioner. Memang ada keunggulan pada torsinya, tapi lebih banyak lemahnya,” timpal M. Arief Sigit Wibowo alias Pele yang ngetop dengan Jupie Pele di arena trek lurus yang punya Pell’s Racing.

Amati saja karbu-karbu sekarang yang banyak digunakan di drag bike, itu berarti tokcer juga di liaran dan korek harian. Terutama langsamnya. Langsam yang baik dibutuhkan di drag, karena bertaruh dari garis start. “Contoh Mikuni PE28. Pas untuk Matic 200, mudah disetel, otomatis gampang menyesuaikan dengan mesin. Torsinya juga bagus dan peak lumayan di atas 11.000 rpm,” jelas Pele dari Boyolali, Jateng  itu.

Ada sih teori penentu ukuran karburator sesuai kapasitas mesin, rpm dan max power diinginkan. Yakni throttle = varian x sqrt (displacement peak). Throttle adalah nilai besaran venturi dengan satuan millimeter. Ukuran ini  menentukan dengan rpm terhadap tenaga. Displacement adalah satuan kapasitas isi silinder dalam liter.Peak sebagai puncak tenaga saat digeber yang ingin didapat.Varian adalah konstanta apakah mesin berbasis special engine atau motor ibu-ibu ke pasar dibikin racing, macam bebek. Nilai varian memiliki rentang 0.65 hingga 0.9.

Contoh mesin dibikin 130 cc dari Jupiter Z, “Biasanya mekanik pakai  karburator PE28mm. Itu sesuai rumus di atas, namun tetap riset langsung yang menentukan. Tugas karburator tersebut harus mampu mensupport sampai 14.000 rpm. Tinggal tugas CDI memainkan kurva pengapian yang rata sekaligis melampui limiter putaran mesin,” komen Swege yang diangguki si Pele.

Andoek sang  mekanik spesialis Ninja dari tim OP27 untuk SportTune-Up 2-Tak malah terbiasa dengan  Keihin PWK Airstrike 38. “Kunci pakai PWK menyetingnya sedikit basah, biar aman pistonnya. Sedangkan 4tak bisa pakai PWK35. Torsi karbu ini bagus dan bisa mengikuti ke rpm tinggi,” kata Andoek yang korekannya sedang jaya di trek lurus, ya mungkin juga di lurus-lurus lainnya, hehe. 

Kesimpulannya dominasi karburator yang banyak dipakai adalah PE dan PWK. Silakan cek ulang di modifikasi drag bike pernah ditulis di portal ini, rata-rata dipompa dua tipe tersebut. Bahkan belakang cenderung memilih PWK Airstrike, entah 2-tak dan 4-tak. “FU untuk OMR150 juga saya pakai PWK35,” dukung Wawan Kristianro from Abakura Dirta Jaya. Ardel

BACA JUGA

Tips Motor; Cek Busi Injeksi, Waspadalah Kebakaran

Tips Motor; Pasang Kopling Manual Yamaha Jupiter Z1

Tips Motor; Piston ‘Dome’ Jenong Dari Las Argon, Murah Kencang!

Tips Motor; Trik Cat Tetap Oke, Karat Ogah Mampir, Musim Hujan

Tips Motor; Olahraga Mesin, Tenaga Naik 10-20%

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353