nhk

Tips Motor; Kohar Ninja RR Mono 250, Piston CBR 250, Tembus 33,7 Dk, Kem Std!

 

ManiakMotor – Maksud hati ingin belajar dari Ibnu ‘Pakde’ Sambodo Manual Tech (Jogja). Apa daya otak nggak sampai. Hehehe… Jadilah ilmu modifikasi kohar alias korek harian ala kampung Sidoarjo, Jatim  yang dikeluarkan. Dikeluarkan buat Kawasaki Ninja RR Mono 250.

Bisa ditebak, itu ‘ulah’ Swega from RAT Motor Sport di Jln. Juanda Sidoarjo, Jatim. Jurus menggemukan kapasitas silender alias bore-up jadi tema utama oleh pria yang akrab dijuluki Swega Bore Up itu. Berikut uraian singkatnya, bila tak juga paham atau kurang puas silakan kontak langsung Swega pada alamat di bawah ini.

Langkah bore up dimulai dengan pemilihan piston, karena di situlah kunci menaikan kapasitas. Piston 72 mm asli memang harus diganti. Jadilah piston dari Honda CBR 250 yang dipilih. Piston ini unggul pada  dimensi lebih besar 4mm. Diameter pistonnya 76 mm dan hasilnya bila sudah mengisi silinder Ninja RR Mono jadi 275 cc. 

Selain itu, dinding piston CBR250 terlapis teflon. “Tuh, lapisannya buat masak telor mata sapi nggak lengket, harapannya dinding seher dan liner juga nggak ngelem alias licin.  Ekor piston yang lebih pendek 4 mm, juga menanambah minim geseknya. Top piston lebih tinggi 1 mm, mau dibubut model dome atau standard membebaskan mekanik untuk berkreasi. Terlebih lagi pin piston-nya sama 17 mm, enak toh? Praktis,” urai Swega.

Ada tapinya,  harga pin piston CBR 250 itu Rp 400,000-an. Ehm, daripada beli pin, itu kan bisa buat kebutuhan lain pasca mudik. Pakai ajian murah meriah? “Pakai pin yang lama dibubut dipendekin. Soalnya piston CBR 250 lebih ramping kaya pacar tetanggamu…wkwkwk,” kata Swega yang memang doyan cewek ramping itu.  

Setelah bore up dan tata ulang kompresi sekitar 10,5:1 berlanjut perbaikan porting head. Lubang porting in dan out dibesarkan. Porting masuk pada bagian  luar model oval, lebar 35 mm dan tinggi 32 mm. Lalu in seating 26mm, bowl area 27 mm, tinggi 24 mm, lebar 24 mm, port luar 35 x 32.5 mm. Wah, ruwet amat. Lalu untuk, porting ex detailnya adalah seating 22 mm, bowl area 23,5 mm, tinggi 25mm, lebar 25 mm, dan port luar 35mm. 

Untuk noken as masih standar bawaan pabrik. Sekedar ditata ulang celah kem nya, masih belum dimodif soalnya pangkuan noken as nya kudu bikin baru. “Open air filter diganti milik TDR, ngirit disbanding  filter yang mahal. ECU diganti pake JUKEN. Setingan secara garis besar low 10, mid 20 high 25,” lanjut Swega seraya menyebut koil diganti merk ULTRASPEED. Lumayan untuk upgrade pengapian. 

Nah urusan gas buang, knalpot merk B’PRO digunakan untuk memecah suasana. Suaranya aduhaii jahat sekali mak. Macam di sirkuit aja br. Usut punya usut, setelah seting dyno, hasil tertinggi digapai 33,7dk, “Memang belum wah angkanya, mengingat kem masih standard dan ini modifikasi pertama,” tutup Swega. 

Oke deh, matur tengkyu buat ilmunya. Kalau belum ngerti juga nih alamatnya, Jln. Raya ByPass Juanda No 17 Sidoarjo, Jatim, HP 085645577007. Ardel 

BACA JUGA

Tips Motor: Buang Angin Rem Hidrolik, Cegah Rem Blong

Tips Motor; Bikin Kiclong Bodi Sampai Bisa Ngaca

Tips Motor: Berkendara Malam Jarak Jauh Dari Ban FDR

Pakai Kruk-As, Piston, Kem Dan Pengapian TK Racing, Kawasaki KLX150S Naik 5 DK (5), Untuk Trabas

Pakai 2 Versi Koil TK Racing: Honda CB150R, Abu-abu Naik 1,4 DK, Hitam 2,6 DK, Pilih Mana?

BAGIKAN