nhk

Tips Motor: Korek Harian (Street Racing) 4-Tak, Versi Kantong Aman..!

 

 

ManiakMotorUtak-atik kenalpot, porting dipoles, naik kompresi sikit dan atur spuyer karbu adalah korek harian alis street racing. Memainkan bagian itu dengan sederhana, mesin 4-tak akan enak bagi yang doyan akselerasi. Itu kata Muh. Arief Sigit Wibowo alias Pele yang terkenal dengan Jupiter Z ‘Pele’ di lintasan lurus.  Dia juga sehari-hari punya bengkel harian, berarti doski sehari-hari meramu kohar alias street racing untuk konsumennya.

Katanya dengan empat bagian yang dikorek sederhana itu, power bisa naik 3 sampai 5 dk dari standar. Itu juga dengan biaya  ‘super’ hemat dan bisa dijangkau kantong pelajar. Tidak habis Rp 500 ribu, masih banyak sisa traktir si doi. “Semua bisa dilakukan sendiri dengan bantuan alat bengkel seperti pisau tuner,” bilang Pele seraya bercerita dulu sebelum mahir juga diawali utak-atik sendiri di bengkel tetangga untuk pinjam gerinda dan kikir.

Yuk mari berdoa. Ya, iyalah brosist,  semua diawali dengan doa dan berdoa saja moga-moga coba-cobanya berhasil. Coba-coba kan sama dengan trial and error, sebab tidak ada namanya trial and success. Tetapi bila ada bengkel langganan tanpa turun tangan sendiri, silakan baca terus dan suruh si bengkel mengerjakannya seperti pemikiran Pele. Kalau nggak mau repot lagi, kirim saja motornya ke Pele.    

Makanya lakukan yang sederhana dulu. Kenalpot cukup pakai standar. Kalau punya duit boleh pakai racing untuk harian, bukan balap. Bila dibobok yang sekat padas ilencer saja. “Dan mulut paling ujungnya diperbesar 5 mm. Tapi ingat,  jangan sampai mengubah diameter leher, kalau salah nggak enak sama sekali. Kan tujuannya hemat. Kecuali mau mencari sampai enaknya, itu namanya riset, kata Pele dengan hati-hati, sehati-hatinya ingin kencang tapi duit terbatas seperti sampeyan itu.

Untuk celah klep, Pele bilang kenaikan power tidak begitu terasa. Celah klep yang bisa dimainin maju mundurnya 0,05 mm dari standar. Itu bila diukur dari derajat kem paling hanya naik turun 1o aja. Justru yang lumayan terasa selain kenalpot, perbesar lubang porting in dan ex kisaran 1 mm dengan pisau tuner. Yang diperbesar sejak dari sambungan manifold. Sedang lubang buang yang menuju kenalpot. Logikanya, dengan lubang porting yang besar, jumlah gas masuk keluar akan banyak. Ini bila  mau. Ingat ya, jangan sampai lewat 1 mm. Nah, nanti ada tulisan tersendiri soal ini deh…  

Sekarang naik kompresi pakai cara hemat yang tidak main papas blok atau head. Cukup mainkan ketebalan paking, misal untuk Satria FU, paking standartnya 3 lembar, nah pakai selembar aja. Di bali atau balap liar dikenal dengan paking ‘selembaran’. Cara itu sama artinya mempersempit ruang bakar, dengan begitu angka kompresi naik. Juga sudah banyak paking untuk semua motor dijual yang tipis.

Eit, ubahan tadi ada baiknya mengganti spuyer, utamanya mainjet naik 5 step, pilot-jet standar. Harga mainjet Rp 20 ribu! Tinggal setel angin deh, rata-rata patokannya 1 – 2 putaran balik (turn out) setelah diputar mentok ke kanan. Itu patokannya, lebih enak hidupkan motor, sekrup anginnya diputar mentok kanan, naikkan rpm kira-kira 3000 rpm dan putar ke kiri sampai motornya langsanm. Tapi, walau motornya telah bertenaga tetap ingat safety riding dan safety gear.   Ardel

BACA JUGA

Naik Stroke Tanpa Rusak Kruk-As, Nggak Perlu Bore-Up, Semua Motor Bisa..!

Mainkan Paking, Atur Kompresi Harian

Reamer (Perbesar Diameter Venturi) Karburator, Tidak Asal Besar..!

Mesin DOHC Honda CB150R StreetFire Dan Suzuki Satria FU, Sama-Sama Efisien

Dongkrak Performa Harian Yamaha RX-King

BAGIKAN