nhk

Tips Motor Korek Harian; Trik Karburator Diameter Gede Ngook..!

Karbu akalan

ManiakMotor – Buat mesin yang sudah dikorek-korek harian atau balap, pasang karbu gede hukumnya wajib. Karburator diameter lebih gambot dari standar itu, jelas makin besar debit udara yang masuk mesin. Karena mesinnya juga minta banyak tak peduli harga bbm naik. Ujung-ujungnya meningkatkan efisiensi volumetris mesin. Power mesin yang dihasilkan jos gandhos!

Cuma karbu gede ada kelemahannya. “Kalau kecepatan gas yang melewati karbu belum cukup, saat dibuka mendadak pasti mesinnya ngok, seperti nggak ada bensin,” kata Supriyono, dari Upik Jaya Motor, Yogyakarta.

Karburator, mengandalkan kecepatan gas untuk mengabutkan bensin saat melewati venturi. Gejala ngook.. enggak terjadi pada karburator kecil. Karena kecepatan gas dijaga tinggi dengan mengecilkan debit udara yang melewati venturi. Nah, biar karbu gambot tetap  bisa bikin mesin galak di rpm rendah maupun tinggi, ada caranya lho?

KARBURATOR 2 TAK

Mesin 2tak, dari sononya memang didesain untuk gas speed rendah. Meski begitu, makin parah saat pasang karbu besar.  Terutama pada karbu dengan ukuran venturi 36-40 mm. Kadang reaksi skep lebih cepat dari pada bensinnya. 

Buat mengakali kecepatan gas saat mesin masih berkitir pada rpm rendah, sampai pada putaran gas setengah, karbu disekat separuhnya. Sekat separuh ini dipasang setelah skep. Bentuknya juga dibikin model V. Bentuk V dianggap paling pas mengatur gas speed saat rpm rendah, tetapi tidak mengurangi debit pada putaran tinggi.

KARBURATOR 4 TAK

Beda kasus dengan mesin 4 langkah. Gas speed sudah dirancang tinggi. Tetapi jika karburator kebesaran, yang terjadi justru turbulensi. Aliran turbulensi ini mengacaukan aliran yang mengarah pada venturi. Maksudnya epek balik dari gagalnya bahan bakar diterima ruang bakar.

Buat mengatasinya, setelah skep karbu dipasang pemisah aliran, mirip sayap tetapi membagi lingkaran menjadi 4 bagian. Sebelum terjadi turbulensi, aliran sudah dipecah dahulu menjadi 4 penjuru.  

Bahan penyekatnya bisa dari pelat tipis. Pokoknya lembaran yang tahan panaslah. Cara memasangnya juga bisa dibikin coakan pada venturi karbu. Silakan ke tukang bubut agar lebih rapi jali. Di gergaji juga bisa, tapi kalau salah sampeyan nggak bakal ke penjara, hanya beli karbu ulang. Hehehe. MM 

BAGIKAN