nhk

Tips Motor; Korek Harian Yamaha New Vixion, Reamer Throttle Body Versi BRT

 

ManiakMotor – Diameter throttle body (TB) bawaan Yamaha Vixion lama dan New yang 28 mm boleh direamer sampai 30,485 mm. Itu merupakan batas maksimum pembesarannya. Lebih dari itu bukan hanya uap bensin dan udara yang bocor, kantong sampeyan juga ikut bocor untuk beli TB baru.

Korek mengorek TB ini tanda bergesernya mesin injeksi mulai ‘merusak’ komponen kerasnya. Selama ini berkutat pada software, macam ganti ECU (electonic control unit) atau sekadar tambah piggy back. “Jika software sudah full, harus ditambah  utak-atik hardware untuk menambah debit bahan bakar, dong,” kata Tommy Huang dari BRT (Bintang Racing Team) yang mempraktekan reamer TB Vixion jadi diameter 30.485 mm.

Reamer ini buat yang hobi saja.

Otomatis BRT juga sudah memproduksi coin alias koin atawa katup buterrfly oversize seperti diameter di atas. Karena sudah tak mungkin mempertahankan dari peranti yang punya nama Indonesia katup kupu-kupu aslinya. Tapi pengguna silakan melakukan sendiri pembesaran TB di bengkel bubut langganan. Sedang beli katupnya pada BRT, ya dijual juga. Tapi itu tadi, saat ini TB sudah banyak dijual dengan berbagai diameter. Sampeyan tinggal menyeting ulang ECU, itu kalau sudah ganti ECU yang boleh disetel-setel.

Dari pengamatan sih, lubang TB Vixion tidak murni bulat, tapi oval. Antara sisi vertikal dan horisontalnya ada selisih 0,4 mm. Juga konstruksi lubangnya makin membesar menuju intake dan filter udara. Bagian tengah tempat katup buterrfly diameter terkecilnya. Kalau di karbu, itu venturi. Di TB standar Vixion diameternya 28 mm. Ke arah intake dan filter makin besar 2 persen. “Bentuk seperti itu harus ditiru dalam proses reamer,” wanti Huang yang punya Tommy.

Sebelumnya, titik tengah dari lubang TB dicari dulu brosist, “Pembesaran atau korter kan memang seperti ini, agar  presisi,” tukas Tomy yang mempraktekan langsung reamer yang dia kata sebagai korter. Maklum Di BRT ada alat untuk menentukan titik tengah TB Vixion. Canggih deh. Sehingga setiap 0,0 mm bisa terdeteksi. Reporter sih hanya menganga dengar Tommy cerita.

Sejurus kemudian TB dijepit pada ragum. Lalu diisi besi silinder berdiameter sama persis  lubang TB orisinal. Besi bulat ini  sebagai penentu titik tengah. Itu polanya biar tak belepotan reamernya.  Setelah itu dicoak berupa titik menjadi pusat tengah akan terbaca mesin korter. Itu dilakukan sebanyak tiga kali dengan hati-hati dan teliti.

Makanya bagian tengah yang terakhir digarap karena merupakan patokannya. Wilayah ini  paling lama dikerjakan, karena bentuknya yang oval. Berulang kali diameternya dicek melalui alat ukur milik Tommy yang harganya Rp 30 juta, bukan jangka sorong, ya semacam itulah tapi untuk menjangkau lubang. Ketika kru BRT mengeluarkan alat ini, reporter langsung gemetar dan refleks bersembunyi. Maklum bentuknya kayak pistol sih. Nama alatnya XT Holematic.

Menurut Tomy langkah tersebut bisa di praktekan di tiap bengkal bubut. Pokoknya patokan reamernya coin atau katup kupu-kupu berbahan bronze buatan BRT tadi. “Prosesnya sama saja dengan korter blok silinder. Coin oversize yang jadi patokan,” kata Tomy yang mematok Rp 300 ribu untuk reamer TB vixion, itu di luar katup kupu-kupu.

Tommy belum bilang berapa dk yang dihasilkan korek harian ini, tapi ia yakin 1.000 persen akan naik banyak. Tenang, nanti hasil dayno milik BRT sendiri akan dikirim ke maniakmotor.com dan ada tulisan tesendiri juga. Lebih lengkap hubungi saja  BRT ini di 021-8765447, bilang dari maniakmotor.com. Adit

BACA JUGA

Tips Motor; Tabel Shim Celah Klep Suzuki FU, Lengkap Tuh..!

Tips Motor; Slipper Clutch, Ada Tuh Di Indonesia, Cuma Rp 2,5 Juta..!

Tips Motor; Quick Shifter Murah, Pakai Switch Lampu Rem, Silakan Coba..!

Tips Motor; Cara Atasi Suzuki FU Susah Hidup, Ganti Pilot-Jet

Tips Motor: Ganti Ring Piston Saja 2-Tak Dan 4-Tak, Kompresi Padat Lagi..!

BAGIKAN