nhk

Tips Motor: Langkah Sesudah Bore Up Atau Oversize, Agar Nggak Detonasi

Cara bore up motor

ManiakMotor – Ada dua aliran bore-up. Ada yang di sengaja seperti pakai seperti silinder seperti foto di atas, ada pula yang memang harus over size yang dipaksa oleh keadaanKeduanya kerap meninggalkan kesan motor nggak enak pada mesin 4T. Paling banyak yang muncul adalah detonasi alias  ngelitik atau bahkan overheating. Bagi yang sengaja apalagi diiringi memperbaki rasio kompresi, sikit banyak pelakunya sudah tahu jurus-jurusnya.

Menurut Swega dari RAT Motorsport di Sidoarjo, Jatim, kebanyakan yang namanya bore-up akan diiringi menaikan komperesi. Itu buat yang sengaja memang maunya korak-korek. Yang tidak sengaja seperti sudah waktunya over size, juga berubahnya kompresi menjadi lebih tinggi. “Yang tidak sengaja ini, bisa dipengaruhi oleh proses over size dan penyetelan ulang klep. Kalau keliru akan muncul detonasi,” kata Swega yang banyak bikin riset korak-korek mesin tersebut.

Yang sengaja, itu mereka yang memang bertujuan melakan langkah bore up untuk menaikan kapasitas. Misalnya dari 125 cc dibikin 150 cc. Itu pasti diiringi dengan perbaikan kepala silinder pada kubahnya. Sengaja mengecilkan ruang kepala silinder yang hasilnya perbandingan kompresi naik.

Tapi mereka lupa, semakin tinggi kompresi butuh oktan yang lebih tinggi pula. “Kalau masih ngotot dengan premium, ya nggak seimbang naiknya kompresi dengan daya tahan bahan bakar terhadap kompresi. Makanya muncul detonasi dan bahkan mesin panas berlebihan. Cara satu-satunya menaikan oktan bahan bakarnya, misalnya pakai pertamax. Pasti hilang detonasinya, karena memang itu obatnya ” tampah Swega.

Sudah jadi hukum, performa mesin dinaikan lewat kompresi, semakin tinggi ‘kuda-kuda’ tenaga yang dihasilkan. Bisa dipastikan pula peningkatan rasio kompresi sekaligus memperbaiki efisiensi volumetris dan respon puntiran gas. Bila bensin nggak bisa melayani, muncul ngelitik yang ampun-ampunan. Pokoknya mesin minta ampun deh. 

Buat yang memang sudah waktunya over size, boleh sementara pakai oktan bensin yang lebih tinggi. Niscaya detonasi tersebut akan bisa diusir. Lalu balik kembali ke bengkel dan suruh setel ulang kerenggangan klep, agar pas  waktu buka tutupnya. Kalau tetap ngelitik juga, nah pindah bengkel lain saja. MM 

BAGIKAN