nhk

Tips Motor: Membunuh Bunyi Rem Di Musim Hujan..!

Atasi rem bunyi musim hujan

ManiakMotorBunyi berisik ciett..ciett…ciett.. pada rem cakram bikin tak nyaman dan juga polusi kuping. Itu jangan dianggap, remnya kemasukan tikus, karena bunyinya seperti dia. Apalagi musim hujan, bunyinya makin tikus dipencet pale-nya. 

Persis dialami Hendra Setiawan pada Honda Supra X 2002 miliknya yang jadi tukus. Pantas aja, motor sudah 10 tahun kok. Pasti piringan cakramnya sudah pada bergaris. Dari situ juga salah satu bunyi muncul. Abis bunyi ini dibunuh, hidup lagi bunyi yang lain, kan motor tua, hehe becanda bro…   

”Setiap handel rem depan ditekan, selalu muncul bunyi berisik. Eh, bunyi itu tidak akan hilang walau handel sudah dilepas dan baru hilang sudah berjalan lama,” kata biker berpenampilan nyentrik yang suka becanda itu.

Tak usah bingung bro, Syahrul Salam, guru sepeda motor di SMK Panca Bhakti Banjarnegara, Jateng punya jurusnya. ”Gejala itu bisa disebabkan kampas rem kotor juga pin braketnya kering. Ditambah musim hujan, partikel pasir yang terbawa genangan kian bikin parah alur kampas,” analisa guru yang ngefans pada The Doctor saat masih di Yamaha tersebut. Pak, Rossi akan ke Yamaha tuh, makanya sering klik maniakmotor.com.

Bunyi tikus kejepit itu diatasi dengan cara membersihkan kampas rem dan melumasi pin braket kaliper dengan gemuk.Pertama, sediakan kunci L5, ampelas dan gemuk. Lalu, lepaskan kaliper setelah sebelumnya minyak rem dikuras terlebih dahulu.

Supaya tidak berceceran di lantai, minyak remnya ditaruh pada wadah. Kalau perlu di botol, agar sembari dikuras selang pembuangannya sudah menuju ke lubang botol. Caranya lepaskan baut oli, cincin sil dan ujung lubang mata selang pada kaliper dan pompa handel remnya. Pasti muncrat ke dalam botol, bukan kewajah sampeyan. Iya kan…

Langkah berikutnya, melepas baut-baut dudukan kaliper. Tarik kaliper dari dudukannya. Tinggal dibongkar, mulai dari braket kaliper, penahan kampas rem, pegasnya dan pin braket.

“Kampas langsung di bersihkan dengan ampelas 400, dan pin braket di olesi gemuk. Tetapi kalau bunyinya kembali muncul beberapa hari kemudian, carkram yang telah bergelombang, bisa jadi penyebab. Ini bisa dibubut rata atau beli saja yang baru,” tutup guru ramah ini sambil mewanti setelah semua selesai jangan lupa dirakit ulang. Ya, iya dong, pak….

Kalau tidak mau repot silakan ke bengkel. Yang penting sumber penyakitnya sudah ketahuan seperti tulisan ini. Lain kali saja langkah-langakah mengisi minyak rem dan menyetel angin palsunya. Naskahnya sudah ada, tapi dikembalikkan ke reporter karena belum lengkap, bikin bingung kiliker. Ardel

BAGIKAN