nhk

Tips Motor: MX135 Jaman Old Jadi Monster Jalanan 26 DK, CDI Predator Rp 500 Ribu! 

Sewga Mesin
Blok mesin

ManiakMotor – MX135 jaman old alias tua jadi ‘monster jalanan’ dari 11 dk jadi 26 dk alias daya kuda. Kuda benaran tuh..! Mudahnya menggunakan bore-up kit 62 mm menjadi 175 cc. Dengan kapasitas itu saja, sebenarnya tenaga sudah melambung.

CDI murah

Swega from RAT Motorsport, Sidorajo, Jatim, belum puas, jurus jaran goyang ala mengorek jangan sampai kecut masem, lanjut nyayi jaran goyang mengendara awet untuk dalam kota. Detilnya dengan belah mesin memperkuat kruk-as, “Selain dibalancing, setang dan bearing kruk-as diperbarui,” buka Swega yang bisa dikontak pada WA 081232809454 itu.

Kem 270 ketinggian

Volume silinder membengkak, volumentris harus dilyani dengan  diameter klep dari 19/17 mm jadi 22 mm/19. Cara ini mampu membakar para penonton di bawah panggung, eh maksudnya memaksimalkan pembakaran hasil kapasitas yang naik. Itu klep dimainkan per Swedia yang diganjal 2 mm.

Tentu dengan porting polished jalur masuk dan buang yang dimakan pisau korek. Bahkan sembari melebarkan jalur intake 28 mm serta  buang 26 mm. Dengan diameter ini, katanya masih enak untuk diajak jaran goyang di dalam kota. Tenaga untuk stop and go khas lalulintas kota masih terakomodasi.

Klep pakai per Swedia

Menarik dicermati juga, trik CDI murah meriah setara Prodrag, ”CDI Predator yang kuat apinya spesial order setara prodrag. Ini CDi memang terjangkau tapi kapasitas energi pada kapasitor hingga 450 MC (Micro Coloumb),” tambah Swega pada CDI karya Joko Maryono, kretaor CDI Prodrag yang alumni Teknik Elektro UGM Yogyakarta. Sstt… infonya harga CDI-nya masih di bawah Rp 500 ribu-an. Wow!

Porting

Bisa ditebak dengan diameter intake, nggak akan jauh dari karbu yang mirip diameternya. Yang ini dipercayakan pada PE 28 mm yang murah meriah di kalangan karbu. Itu karbu asli loh, bukan KW. Faktanya mudah disetting dengan kombinasi jetting 48/125 supaya tenaga hingga 12.000 rpm tidak kedodoran.

Dari situ, Swega coba eksperimen dengan tiga tipe noken as alias cam. Percobaan pertama pakai cam standard. Terukur durasi in dan ex hanya bermain sempit dengan lift 6.4 mm. Hasilnya motor memang sangat membentak, galak namun tenaga atas gampang loyo. Hasil dyno hanya 19dk dengan nafas pendek.

 Percobaan kedua, dengan  cam semi race atau durasi yang tidak terlalu jauh dari standard. Tujuannya menjaga motor agar tetap galak berakselerasi namun tenaga atas tidak kedodoran. “Dicoba cam baru dengan durasi 248 derajat dengan LSA  109 serta lift cam 7.50 mm alias hanya selisih 1mm. Inilah kem wajar untuk penggunaan harian, galak namun nafas mau panjang dan terus ngisi,” beber Swega sera sebut  hasil dyno juga menunjukkan ada di 24.3dk dengan torsi 17.5nm. Mantap!!!

Uji coba ketiga dengan cam full racing, “Test final power mampu menembus 25.9dk, namun cam ini tidak di instal, hanya sebagai test. Dikarenakan durasinya yang sudah mencapai 270 derajat dirasa mulai menyentuh titik race cam. Apalagi lift cam yang sudah 9.12mm. Ditakutkan selain boros pada konsumsi bahan bakar juga tenaga putaran bawah menjadi terlalu lembut meski tenaga atasnya njambak banget… ngeri,” tutup Swega.

So, modifikasi ternyata tak cuma melulu mengejar power sementara kudu menjaga kenyamanan pemakaian serta keawetan mesin. Kebijakan tuner dalam memilih perpaduan noken as dan menata mekanikal mesin tetap yang utama. Betull! Ardel

Spek modifikasi
Head klep : 22/19 mm bahan seat dan bos klep besi
Klep : SPS
Porting polished in & out : Porting chamber
Block bore up : RAT 62mm 175cc
Kompresi : 12.3 : 1
Bahan bakar : Pertamax
Electric stater nyala
Camshaft : 270 degree lift 9mm
Pir klep : Swedia
Kampas kopling : Karisma
Pir kopling : Cld
CDI : Predator map special order
Karburator : PE28
Knalpot : Stainless custom

BAGIKAN