Tips Motor: Noken-As Racing Awet? Biar Untung, Kudu Pakai Pelatuk Roller!

ManiakMotor – Namanya tips, nggak pernah usang seperti foto di atas. Kali ini kita nostalgia dulu. Itu mengenai untungnya memasang platuk roller yang pakai laher.

Sebenarnya menggerakan klep pakai laher  sudah berkali-kali dibahas di portal ini. Tapi Swega dari RAT Motorsport Indonesia di Sidoarjo, Jatim, mengungkap untung ruginya.

“Untungnya banyak, ruginya sikit hanya pada biaya. Tapi akan ditutup pelatuk roller minim gesekan,” kata Swega dari markasnya.

Platuk roller-2.JPG.jpg

Menurut Swega yang punya sekolah kursus montir korek mengorek itu,  dalam satu dekade terakhir di dunia bubut kem, sudah banyak yang sakses.

Misalnya, kaya doi bisa bikin ‘beranak’ kem Swedia, hehe. Biar bagaimana pun, kem Swedia itulah yang membuka mata para mekanik Indonesia, bahwa durasi bisa jauh lebih lebar. Nah kalau itu portal ini yang analisa.

Nah, perkembangannya adalah dari cam alias camshaft kurus dan beralih ke bahan mentah dari kem mobil yang dasarnya gemuk.

Sehingga diameter base circle dan profilenya besar. Hingga yang terkini, mulai banyak yang belajar lagi membentuk desain noken as model pelatuk roller.

“Karena minim gesekan, jelas lebih awet. Derajat kem juga tak mudah berubah seiring naik-turunnya rpm,” tambah Swega yang juga hobi korek drag bike itu.

Begini, minim gesekan maka sulit untuk aus alias bikin noken as tahan lama. Kan beda gesekannya dengan model sepatu yang sliding. Sedangkan roler ritmenya berguling, karena ada bantalan di sana. Jadi akselerasi rpm adalah bonus ketika pakai model pelatuk roller!

Platuk roller-5.JPG.jpg

Dengan roller, titik sentuh pelatuk dengan noken as akan semakin detil. Cam roller terkenal lebih agresif dan akselerasi menggerakkan pelatuk lebih cepat dan singkat. Karena itu sementara ini desain profil cam roller masih tak terbatas.

Area di bawah puncak lift dari cam roller lebih lebar/gemuk daripada pelatuk sepatu.

Jika durasi poros bubungan akan lebar maka potensi tenaga juga lebih gede, karena kesempatan arus masuk bahan bakat terbuka lama.

Sudah geetu, juga  presisi. “Sebab desain profilnya dengan pelatuk sepatu  benar-benar menyesuaikan saat pelatuk menancap dalam pembacaan lebar,” kata Swega.

Desain kem pelatuk roller biasanya lebih mahal, tidak bisa langsung papas dari noken as standar. Harus melalui tahap pembuatan master cam terlebih dahulu. Baru deh kemudian dicopy dengan bahan kem mentah untuk dapat profil yang tidak jauh berbeda.

Per klep biasanya juga butuh diganti untuk menghindari valve floating. “Akselerasi cam roller lebih gila daripada sebelumnya. Jika per klep terlalu ringan – tenaga justru akan terasa hanya lewat. Ga ada greget-gregetnya hehehe,” pungkas Swega sembari bilang selamat meriset.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di tahun 2018. Namun kita edit sikit biar tetap bisa diingat lagi.

Nih kalau bro mau langsung hubungi RAT MotorSport, Jl Raya Bypass Juanda no 17 , Sidoarjo, Jatim, no telponnya: 081703535093. MM