Tips Motor; Olahraga Mesin, Termasuk Injeksi, Tenaga Naik 10-20%

Tuh sudah diuji dyno

 ManiakMotor – Memanaskan mesin itu sama dengan olahraga awal onderdilnya atau peregangan. Jadi, bukan  cuma penunggangnya yang butuh olahraga, mesin juga, biar greng. Mesin, sekali-kali butuh olahraga keras, nggak bilang terus-terusan dan berlama-lama ya. Apalagi era injeksi. Ini cocok dengan motor harian yang umurnya sekitar 1 tahun  atau lebih.

Bila ini motor dipakai  pemilik kelewat halus, mesin jadi terbeban, pencampuran bahan bakar-udara agak ngaco. Biasanya campuran kelewat kaya, bikin kerak muncul. Kerak bisa menyala dan menimbulkan detonasi, ya boros.  Analisa kedua, kalau mesin dibuat kerja ringan saja, ring piston juga malas mengembang. Ring cenderung berkerak dan macet. Kompresi bisa bocor. Gitu teorinya.

Awak Maniakmotor jelas tidak langsung percaya dong. Harus dibuktikan. Paling enak ya di dyno. Motor Honda injeksi kesayangan buat liputan naik ke roller dyno milik Mototech, Yogyakarta. Hasilnya, digas berkali-kali tak lebih dari 6,2 dk pada 7.700 rpm sedang torsi maksimum 6,45 Nm/6.041 rpm.

Motor lalu diajak berakselerasi dan deselerasi di dyno. Yah, mirip treadmill alias jalan statis versi manusia. Proses ini dilakukan sekitar 10-15 menit. Kasih waktu juga mesin istirahat kira-kira 5 menit. Habis itu dyno lagi. Hasilnya? Power melejit jadi 6,7 dk/7.500 rpm dan torsi 7.09 Nm/5.700 rpm.

Naiknya tenaga dimungkinkan karena jalur ruang bakar menjadi lebih bersih saat mesin dibetot dan deselerasi maksimal. Kotoran-kotoran jadi terbawa dan ikut terbakar. Makanya, sekali-kali ngebut atau olahraga keras terhadap mesin, apalagi yang masih pakai karbu tuh.

Tapi ati-ati ya, apalagi nerobos jalur bus way. Tekor Rp 500 rebu ntar, denda! Jangan lupa juga sering memanaskan mesin sebelum diajak kerja seharian, bo’ong tuh katanya kalau sudah injeksi nggak perlu dipanaskan lagi. Tetap dipanaskan, cukup satu menit.

Nah sekadar tahu dan masih nyambung dengan artikel di atas soal karakter mesin, sebenarnya akan menyesuaikan dengan karakter yang bawa sehari-hari. Bila mesin setiap hari kebut, pasti hasilnya beda dengan motor yang tiap hari pelan.

Logikanya begini, motor yang mencapai putaran ideal, pembakarannya selalu bersih dan indeal juga. Panasnya mencapai suhu tepat untuk membakar bensin. Motor yang pelan terus, ruang bakar malah kotor, karena  proses pembakarannya terbalik dari yang sering kencang tadi. Tapi, kalau sering kencang apalagi di atas limit, sampeyan cepat koit, ya nabrak. Motornya juga  rontok. Makanya yang terukur. Sesuai keperluan. Kp

BACA JUGA

Tips Motor: Bersih-Bersih Filter Fuel-Pump Injeksi, Bahan Bakar Lancar..!

Tips Motor: Pasang Hand Grip Benar Pakai Pasir Bukan Oli, Ingat Itu..!

Tips Motor: Maksud Kode Angka Pada Oli Sil…!