nhk

Tips Motor: Perhatikan Surat Tilang Dari Polisi, Ada Kertas Biru Dan Merah

ManiakMotor – Surat tilang bukanlah hal baru buat pengendara. Siapa saja akan mudah kena operasi yang akrab disapa razia. Buat yang surat dan perlengkapan motor yang komplet, santai sajalah. Buat yang tidak patuh, misalnya tak pernah urus SIM atau motornya nggak pake spion dan pengendara tak pakai helm, nah ketangkap lu.

Saat kena tilang ini, situ juga paham kertas tilang atau slipnya, ada biru dan slip merah. Menurut Bripka Sukarno, pak polisi dari kawasan Juanda, Depok, Jabar, slip surat tilang itu ada lima rangkap. “Pertama warna biru: untuk pelanggar, warna merah: untuk pelanggar, warna kuning untuk kepolisian, putih untuk arsip kejaksaan, dan warna hijau arsip pengadilan,” jelas pak polisi tersebut.

Warna-warna slip tersebut masih ada arti selanjutnya. Slip biru pengendara yang kena tilang mengakui pelanggaran. Ia dianggap bersedia membayar denda pada kas negara melalui bank yang ditunjuk atau transfer langsung lewat ATM. Slip transfer dipergunakan sebagai bukti pengambilan surat-surat yang ditilang.

Sedang slip warna merah berarti pengendara yang terkena tilang tidak mengakui pelanggaran dan bersedia mengikuti sidang untuk membela diri. “Di antara dua warna di atas, sering dipakai yang biru,” papar Sukarno. Artinya rata-rata mengakui kesalahan hehe, atau damai, hehe lagi.

Untung-rugi pilih slip merah dan biru? Slip biru, tidak perlu sidang yang memakan waktu, bayar langsung ke bank atau ATM ke rekening negara. Namun hati-hatian, kadang  nomor  rekening dari oknum polisi sebagai tujuan transfer uang titipan pembayaran denda. Jadi harus memperhatikan dengan jeli nama tujuan transfer.

Pada kasus slip biru, terkadang polisi menuliskan jumlah denda berlipat, jauh dari jenis pelanggaran. Biasanya sih antara Rp 100.000 sampai Rp. 1.000.000. “Jangan ragu meminta penjelasan pelanggaran pada penilang (polisi), termasuk besaran denda yang harus dibayarkan,” jelas Sukarno yang bijak tersebut.

Lain hal slip merah, wajib ikut sidang. Di pengadilan harus mengantri cukup panjang, belum lagi calo dan pungli berkeliaran. Kebanyakan dari polisi enggan memberikan slip merah, karena pada slip merah ada istilah denda “titipan”, wah harus diluruskan bersama ini. “Mending kita bayar denda ke kas negara daripada ngasih uang saku oknum kepolisian, harus dihilangkan budaya itu,” kata Sukarno yang sepintas mirip komedian Bopak Castello.

Nggak percuma orang tuanya memberi nama presiden Indonesia pertama. Rud

BACA JUGA

Tips Motor; Cara Sederhana Biar Setrum Aki Selalu Kuat

Tips Motor; Pinston UMA Yang Ringan, Buat Bebek Balap Sampai Liaran

Tips Motor; Merawat Mesin Injeksi Dengan Sederhana

Tips Motor; Hilangkan Karat di Leher Knalpot

 

BAGIKAN