nhk

Tips Motor; Piston ‘Dome’ Jenong Dari Las Argon, Murah Kencang!

ManiakMotor Menaikkan angka perbandingan kompresi  untuk harian sudah tak jaman pangkas kepala silinder. Kalau balap sih tetap wajib. Menaikkan kompresi memang ‘sederhana’ dan langsung terasa pada performa motor. Sekarang cukup pakai piston jenong. Tahu kan yang jenong-jenong? Itu sama dengan piston diibikin benjol lalu diatur ulang puncak pistonnya (dome).

Bicara piston jenong spek racing, saat ini sudah banyak pilihan. Tinggal siapkan duit, pasti beres! Tapi beda cerita bila dana terbatas, tapi tetap ingin kencang. Atau ingin hasil karya tangan sendiri dan nggak beli jadi, nikmatnya beda. Atau juga ingin korak-korek. Kan kalau gagal tinggal beli jadi, hehe.

Untuk itu Swega dari RAT Motorsport Indonesia di Jln. Raya ByPass Juanda No. 1, Sidoarjo, Jatim coba memberikan alternatif piston hi-dome murah-meriah. Hasil sih boleh diadu dengan bentuk jadi milik after market, “DI balap resmi pun sudah terbukti bisa podium. Boleh dicoba lho bro. Apalagi hanya untuk korek harian,” yakin Adrian, salah satu konsumen yang pasang piston handmade itu pada Suzuki FU.  

Penasaran? Disebut handmade lantaran piston standar dimodifikasi dengan bentuk jenong. Misalnya, pada piston Yamaha Crypton yang berdiameter 49 mm,  kepala pistonnya ditambah  daging lewat las argon. Kemudian seperti langkah biasa dibubut ulang sehingga hasil customize ini membentuk dome melesak dalam ruang bakar.

Jarak dome dibatasi  1 mm dari kepala busi. Katanya kalau lebih dari itu, akan nabrak saat di TMA, ya iyalah. Selisih piston dengan kubah disisakan 2 mm agar tidak terlalu padat,” terang Swega lagi sambil meyakinkan trik ini bisa untuk semua motor.

Ehm, tapi memang untuk pengerjaan butuh tenaga ahli yang terlatih biar hasil optimal, atau kalo bingung langsung kirim ke Swega yang bisa dihubungi di 085645577007. Las argon punya kelebihan pada kekerasannya. Lumayan kuat menahan kompresi dan suhu tinggi pada ruang bakar.

 “Bentuk dome biasanya ikut desain kubah cylinder head. Yang penting punya jarak  2 mm dari dinding kubah. Itu tadi patokan tingginya 1 mm dari busi, selebihnya bebas berkreasi sesuai kompresi yang diinginkan,” tegas Swega  yang tetap menyarankan bila ada dana tetap pakai piston racing yang dome biar nggak bingung.

Kata orang ini sih, model begini the power of kepepet bro. Ardel

BACA JUGA

Tips Motor; Trik Cat Tetap Oke, Karat Ogah Mampir, Musim Hujan

Tips Motor; Olahraga Mesin, Tenaga Naik 10-20%

Tips Motor; Bikin CDI Jadi Jos, Tak Lebih RP 12.000

Tips Motor; Korek Harian Geser Busi Ke Tengah

Tips Motor Injeksi Honda; Setting Altitude Sendiri….

BAGIKAN