nhk

Tips Mudik Dengan Motor; Pakai Sarung Tangan Yang Asyik

 ManiakMotor – Banyak fungsi sarung tangan. Perlindungan terhadap kecelakaan. Penangkis  matahari, terpaan angin siang, angin malam dan angin nakal. Paling banyak diceritakan soal fungsinya melepis tapak tangan jangan  sampai kapalan.

Berhubung musim mudik, ceritanya sarung tangan mudik. Padahal sehari-hari juga butuh sarung tangan. Jangan pilih sarung tangan balap, kulitnya tebal dan kaku. Harganya juga tebal. Maksudnya mahal hanya untuk ukuran mudik di atas Rp 500.000 ke atas. “Lagian juga panas, lebih baik pakai yang harian atau khusus turing,” tutur Satryo Dewasta, anggota klub MMC Outsider yang sering turing.

Memilih sarung tangan memerhatikan materialnya yang disesuaikan berkendara dan kebutuhan safety harian.  “Sarung tangan itu terbagi banyak, sesuai kualitas dan peruntukkannya,” timpal Acho Bule yang jago turing jauh sekarang di Ohlins Indonesia.

Maksudnya, pilih ketebalan kulitnya yang masih punya momentum merasakan putaran gas, tarik rem dan kopling. Juga kulit sarungnya tidak licin saat menggenggam dan memegang peralatan fungsi-fungsi motor. Terutama lagi, kulitnya jangan bau. Nah, itu mungkin bahannya dari kulit cecak.

 Menurut Achobule Putuari dari Dewan Syuro Fino Owners Indonesia (FOI), sarung tangan yang pas sesuai ukuran tangan. Katanya datang langsung ke toko untuk mencobanya. “Harga yang punya merek ada yang Rp 100 ribu. Ini sudah cukup bagus dan sudah saya buktikan baru lalu pergi ke Jakarta-Kediri-Jakarta,” sebut Acho.

Apa pun pilihannya, namanya baru pasti kaku. Sebelum dipakai mudik sebaiknya dilatih kelenturannya.  “Kulit baru walau ukurannya  pas  tidak akan nyaman dipakai.  Makanya biasakan sebelum berangkat,” terang Acho. 

 

BAGIKAN