nhk

TipsMotor; Irit Bensin, Modal Rp 2 Ribu

 

 

ManiakMotor – Bahan bakar minyak (BBM) di harga keekonomiannya ya tanpa subsidi, duitnya entah ke mana hanya Tuhan yang tahu. Subsidi tak membuat negara ini sehat, katanya begitu. Walau pun negara bilang, kekayaan bumi diisinya untuk negara dan untuk kemakmuran rakyatnya.

Tekanan ban

Tenang, biker haram cengeng, kebijakan sudah diterapkan, biar Indonesia maju. Dan, biker kudu bangga pakai bensin non-subsidi, hehe walau pun gondok.

Ayo, wajib panjang akal untuk membuat kuda besi jadi lebih irit menenggak BBM. Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan ukuran tekanan angin di ban. Bermodal seribu rupiah atau sampai Rp 2000 untuk mengecek tekanan angin pada si lae yang jual angin di pinggir jalan, agar pas anjuran pabrikan ban.

Menurut Jimmy Handoyo, Manager Tachnical Service FDR dari PT Surya Rayaruberindo Industri (SRI), ukuran tekanan angin yang pas, mempengaruhi konsumsi bahan bakar. “Memang sulit mengukur persis persentase pengiritannya. Tapi, idealnya, tekanan ban yang pas, membuat ban lebih mulus menggelinding,” tegas Jimmy.

Tekanan angin yang tepat membuat daya cengkram ban ke aspal makin baik. Nah, daya cengkram ban yang bagus ini membuat tenaga dari mesin bisa disalurkan sepenuhnya ke putaran roda.

Ban kurang tekanan angin bikin tarikan motor berat. Ban kempis pun memperpendek usia ban. Belum lagi, resiko ban jadi cepat panas, sehingga daya cengkram ban  berkurang. Sebaliknya, “Tekanan udara ban yang pas, mengoptimalkan kenyamanan dan memperpanjang masa pakai ban dan tarikan motor ringan, ya hasilnya irit,” tutup Jimmy.

Soal ukuran tekanan angin yang pas, tiap pabrikan mencantumkan anjurannya di produk mereka. Tinggal intip, lalu tunjukin tukang tambal ban untuk memompa angin sesuai anjuran itu. Kalau nggak ada patokannya depan antara 28 psi sampai 30 psi dan belakang dari 30 – 33 psi. Sekali lagi ikuti anjuran pabrik pada tekanan ban, angka tadi hanya standar saja ketimbang kurang dari situ.

 

BAGIKAN