nhk

Usai Tes MotoGP Jerez 2018, Rossi Malah Sewot Ke Yamaha? Stop Ngomong Elektronik?

ManiakMotor – Elektronik yang katanya jadi biang masalah M1 pabrikan, tumben nggak banyak diceritakan usai tes Jerez. Valentino Rossi malah berharap Yamaha di Jepang melakukan langkah besar di tes Barcelona, usai lomba di Prancis 20 Mei 2018 nanti. Agar masalah cepat disembuhkan.

Mungkin – hanya mungkin – pabrikan dan pembalapnya gengsi cerita yang disebut kotak hitam (ECU) oleh Rossi tersebut. Ketika tes bersama dengan M1 Tech3 yang digeber Johan Zarco justru nggak bermasalah pada elektronik. Padahal elektronik yang dipakai Zarco sama saja yang dimasalahkan Rossi. Zarco malah kendengaran menyindir, soal cengekeraman ban tidak melulu pada elektronik, namun lebih banyak urusan mekanikal.

Di sisi lain, The Doctor menyebut ada peningkatan pada M1-nya ketika tes di Jerez. Hanya saja, secuil. Nggak terasa, “Ada peningkatan ya, tapi sangat sedikit. Kami menunggu terobosan Yamaha untuk tes berikutnya. Saya pikir persoalan sekarang, butuh waktu lama mengatasinya,” jelas Rossi yang dari omongannya kurang puas pada langkah-langkah pengetesan di Jerez.

Rossi punya kecenderungan ‘menyalahkan’ Yamaha. Permintaannya tidak sejalan dengan program pabrik tersebut. Malah dia sebut, gara-gara hal ini, dia akan kehilangan mengejar gelar ke-10. “Kalau Yamaha sih tetap akan jalan terus sampai ratusan tahun ke depan. Kalau saya, ya terbatas sebagai manusia,” papar Rossi yang intinya tetap suka bekerjasama dengan Yamaha dengan saling semangat satu sama lain. Dia nggak ‘marah’, cuma menuntut.

Harusnya tes ulangan akan dilakukan di Mugello akhir pekan ini. Tapi Rossi keberatan. Dia maunya testing usai GP Prancis minggu depan di Barcelona. Alasannya, sirkuit di Barcelona punya grip yang rendah, sehingga lebih mudah mengatasi masalah grip yang jadi biang kerok. “Dengan sirkuit yang rendah pegangannya, masalah bisa segera diketahui,” pungkas Rossi.

Jangan marah-marah Kang. MM

BAGIKAN