nhk

Valentino Rossi 2013, Tidak Sukses Di Ducati, Ini Sebabnya..!

ManiakMotor – Untuk dapat set-up motor balap, harus diuji di atas kemampuan motor tersebut berulang-ulang, termasuk di MotoGP. Supaya, pembalapnya juga patah berulang-ulang. Husss..! Maksudnya, kelemahan motor bisa segera diketahui  para insinyur tim. Alat-alat canggih macam telemetri pun mampu membaca ke arah mana harus disempurnakan. Yang jelas bukan ke arah gravel melulu.  

Ini yang kurang jalan sejak Valentino Rossi masuk ke Ducati. Di Ducati, Rossi yang minta motornya segera menyesuaikan. Beda dari Honda ke Yamaha, Rossi  yang beradaptasi sambil menyetelnya dalam lomba. Gaya membalap Rossi saat itu disebut lebih kencang dari Yamaha. Mirip-mirip yang dilakukan Casey Stoner waktu ke  Ducati, pembalap Oztrali itu yang menyesuaikan.  

Bukannya menyalahkan Rossi, karakter Ducati dan Yamaha dicipta dengan teknologi berbeda, Eropa dan Jepang. Tapi paling utama faktor ‘U’ alias umur tidak bisa dibantah, 33 tahun bro. Nyali sudah mengendur. Nekadnya mulai terkikis. Kontrol dan reaksi sudah mulai menipis.  Di saat bersamaan  ke Ducati, rentetan masalah dialaminya. Patah kaki di sirkuit Mugello di seri-4 MotoGP 2010, pertama kali menimpanya dalam 20 tahun berkarir di balap motor. Ngeper, coy. Patah itu saaaakit… Disusul kesleo lagi saat latihan motocross.

Belum selesai cidera, datang trauma lain yang pasti mengiang di kehidupan Rossi. Walau terjadi di sirkuit, motor Rossi yang menuntaskan nyawa Marco Simoncelli, tahun lalu. “Dulu dan saat ini berbeda,” jujur Rossi soal pertama kali indikasinya doski mau balik ke Yamaha dan melupakan permusuhannya dengan Jorge Lorenzo. Arti perkataannya itu banyak. Mungkin dia tidak sebagus dulu walau telah naik Yamaha. Maaf, itu hanya kira-kira. 

Nama Rossi, tidak ada yang bisa mencela, apalagi menyalahkannya ketika  Ducati tak kunjung melejit. Termasuk para pemegang kekuasaan Ducati.  The Doctor, loh. Tapi silakan lacak jejaknya  menyeting Ducati edisi 2011 dan 2012,  Rossi tidak pernah kedengaran jatuh. Itu tanda, Rossi tidak membetot Ducati sampai limit, sehingga alat-alat sensor tadi kurang optimal membaca kelemahan Ducati.

Akibatnya, saat lomba yang dipenuhi tekanan musuh, emosi dan nafsu untuk menang, lupa motor belum pernah dikebut sampai batas. Sejak naik Ducati, Rossi jatuh di saat lomba, bukan  latihan. Di Laguna Seca baru lalu, dia dua kali jumpalitan. Tahun lalu juga sama, di Inggris. Dan sering menyerah di lintasan, sebab bila memaksa, ya fatal… Karena determinasi yang berbeda.  

Padahal, Rossi dikenal penyeting motor yang hebat. Itu di saat umurnya di bawah 30. Juga belum ditimpa keadaan tadi. Saat ini yang ada Rossi malah mencontek settingan Nicky Hayden.

Itu Ducati bukannya pelan, tapi memang sengaja dibikin pelan, agar padu dengan sasis. Dibikin kencang lagi, keadaan makin runyam.  Motor kian sulit dikendalikan seperti yang dikeluhkan Rossi soal  understeer. Hasilnya juga pelan, podowae. Kecuali saat sirkuit basah, macam dibikin Rossi di Le Mans, Prancis yang bisa ke-2, coba baca: Catatan MotoGP, Harga Diri Rossi Dicolek..!

Ducati Rossi dalam 27 lomba memang tidak pernah ketemu enaknya, hanya sekali podium 2 dan 3, belum pernah jura seri. Rossi sejak duduk di jok Ducati, belum pernah melakukan rear wheel seteering, untuk memaksa Ducati cepat belok. Belok dengan roda belakang ini salah satu keahlian Rossi. Juga teknik yang dipakai Stoner berhasil di Ducati. 

Ya sudah, balik ke Yamaha adalah opsi yang paling bagus. Selain Jeremy Burgess – mekaniknya Rossi – paham akan motor Jepang. Pula, data-data telah tersedia lewat Jorge Lorenzo dan ‘orang-orang’ Rossi di dalam Yamaha. Perkiraannya, adaptasi motor ke Rossi lebih singkat dengan dukungan itu. Bukan Rossi yang beradaptasi ke motor. Beda lho. Karena umur. Miolo 

BERITA TERKAIT:
High Side, Misteri yang Belum Terpecahkan Hingga Kini
Stoner Cibir Rossi, Dianggap Tak Bisa Apa-Apa
Pengumuman Resmi Yamaha, Rossi Diterima…!
PENGUMUMAN DUCATI, ROSSI RESMI CABUT…!
Akhirnya Rossi Pilih Yamaha
MotoGP Amerika, Understeer The Doctor
The Doctor Terpaksa Mencontek
Di Yamaha Atau Ducati, The Doctor Tetap Berjudi
Rossi Ke Yamaha…
Rossi, Bukan Gara-Gara Uang
Antara Rossi, Marlboro, Yamaha dan Ducati
Rossi Bikin Tim Sendiri dan Cal Crutchlow Ditarik Ducati, Diulur Yamaha
Rossi Tetap di Ducati. “Pindah Tim Idenya Espelata Sendiri”
Rossi Galau, Tapi He Will Never Give Up
Rossi Say Goodbye to Swing Arm Karbon
Catatan MotoGP Sirkuit Teknikal, Termasuk Rossi Korbannya
Masao Furusawa : Godfather-nya Yamaha YZR-M1
Stoner: Saya Tak Bakal Menyerah, Bro..!
Gara-Gara Rossi, Strategi Dovi Berantakan





 

BAGIKAN