nhk

Valentino Rossi Dicolek Harga Dirinya (Catatan MotoGP)

 


ManiakMotor – Valentino Rossi tidak percaya segera ke depan di Monster Energy Grand Prix de France. Vale hanya tahu, ketika wet race performa Ducati GP13 bisa sikit  bagus. Mampu melawan tekanan air yang melapisi trek dan ban (aquaplaning), karena minim tenaga dan rigid. Hujan kali ini tidak terlalu lebat, didukung canggihnya drainase sirkuit Le Mans, Prancis yang dipakai ronde 4 MotoGP, 20 Mei, lalu. Pori-pori trek segera hus, hus, mengusir air ke sisi sirkuit.

Cengkeraman ban masih kuat. Aksi motor menikung tetap tajam, Yamaha dan Honda berat ditantang. “Juga berpikir setelah di belakang Casey (Stoner). Jangan-jangan kejadian di lintasan basah bisa terulang, saya jatuh bersamanya,” kata Rossi dengan laga juara! Podium ke-2 itu, dianggap para pengemar, Rossi sudah kembali. Belum! Tulisan ini masih panjang, jack.

Pembalap jawara yang tiba-tiba paceklik juara, lawan berat adalah diri sendiri.  Berkecamuk antara percaya dan tidak. Terkoneksi terhadap mental, walau Rossi mengaku tebal muka. Di dunia artis penghibur, langsung tenggak obat nyamuk. Nyamuknya gemuk, artisnya tewas. Kan obat, bukan racun.

Nih dia, mental digerogoti umur. Mental antara gegabah dan tidak, piilih Ducati. Mental ‘membunuh’ temannya sendiri, walau di arena balap. Tewasnya Marco Simoncelli, semata hantaman roda depan Ducati Rossi. Eeeetu pasti terbayang dan trauma tersendiri baginya. Di saat  sama fansnya bertanya-tanya dan Ducati menagih juara. Sementara, Rossi tidak yakin akan kemampuan kuda besi Italia ini. Ancur minaaa…? Barabe..!

Separuh lomba Rossi dihantui dan melamun bayangan itu. Dia tersadar setelah dicolek Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow. Harga dirinya terusik. Martabatnya harus dibela. Bahwa, dia pembalap spesial,  talent tinggi, punya rekor, The Doctor, pakar tikungan dan gelar berderet lainnya. “Kaca helm berkabut. Tapi segera terang dengan mengelupas anti kabut dan bisa melewati Cal dan Dovi,” alasan Rossi dengan rawut keberhasilan seolah dia yang podium pertama, termasuk para penggemarnya di seluruh dunia. Lu juga… Iya, kan?

Rossi sebut dua pembalap itu, analisa ini nyambung. Karakternya sebagai protagonis dalam lomba muncul. Separuh lomba di R1, tikungan manis jambu biasanya sikit menutup rpm, dibuka sejadinya. Tidak peduli  lembab dan Ducati goyang dombret. Fastest lap dan langsung di belakang Stoner. “Saya tahu dia (Rossi) dapat permainan sesungguhnya. Tahu juga dia akan coba menyalip saya,” gambar Stoner sembari mengingat-ingat keduanya jatuh bersamaan.

Rossi hanya podium dua dan Jorge Lorenzo semakin di depan, toh media sekalian wartawan facebook, sebut Rossi is back. “Ini bukan balapan kering. Ini balapan basah. Beda situasinya,” ingat Rossi pada fans, pada musuh, pada Ducati dan pada dirinya sendiri yang masih dililit persoalan  tadi.

Tapi gak dililit utang, kan? Don Miolo

BERITA TERKAIT:
Catatan MotoGP Sirkuit Teknikal, Termasuk Rossi Korbannya
MotoGP Amerika, Understeer The Doctor
Rossi Ke Yamaha…
Catatan MotoGP, Apa Itu Sirkuit Cepat, Mas?
Catatan MotoGP Catalunya. Nasib Ben Spies Di Ujung Tanduk
Spanyol Babat Semua Kelas MotoGP
MotoGP Yang Murah, Lu Lagi Lu lagi
Titanium Bikin Mahal MotoGP
MotoGP 1000cc Tetap Mahal
Claiming Rule Team, Ikutan MotoGP Versi Murah

 

BAGIKAN