nhk

Warna-Warni Velg – Pelek Jari-Jari Alumunium, Dari Drag Bike Ke Jalanan

 

ManiakMotor – Kebalikan dari tahun ’90-an di mana pelek jari-jari atau spoke wheel (SP) kurang diminati. Saat itu kuda besi lebih suka pakai pelek palang atau casting wheel (CW). Bahkan pelek palang Morodadi saat itu disebut racing, padahal beratnya ampun-ampunan, eh disebut racing. Racing itu identik dengan ringan bro. Ada sih pelek palang racing, tapi terbuat dari magnesium seperti yang dipakai di balap prototipe.

Pelek jari-jari juga banyak yang racing. Makanya, trend sekarang mengganti pelek CW bawaan pabrik menjadi SP aftermarket. Saat ini memang lagi terkontaminasi drag bike. Tidak mentah-mentah sih dari sana. Sebab untuk hari-hari tapaknya harus leih lebar dari pada trek lurus itu.

“Di lingkungan drag bike, pelek jari-jari memiliki kelebihan. Dia ringan dan mampu menyerap getaran ketimbang pelek palang. Ban juga aman walau tekanan anginnya sedikit. Saya rasa di road race juga sama, cuma kan beda tapak,” kata Wawan Kristiarto, punggawa dari tim Abakura Ditra Jaya Solo yang nama timnya besar di pentas drag bike.

Yang sedang trend di dunia balap, pasti diikuti oleh  penggemarnya untuk jalanan. Alasannya sih trend. Maklum pelek jari-jari juga tak kalah kinclong saat ini. “Tapi jangan asal pelek jari-jari. Produk aftermarket yang berbahan alumunium juga banyak kelasnya. Banyak juga yang murahan,” tukas Supri ‘Botax’ yang terkenal karena profesinya sebagai ahli reparasi pelek jari-jari di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Maksud Supri, selain material juga cara pasang harus diperhatikan. Alumunium kan lebih lunak daripada bahan besi. Proses pemasangan dan penyetelan harus secara bertahap tiap bilah jari-jarinya. Baru disetting ketegangan tiap jari-jari setelah didapat posisi center antara jari-jari dan tromolnya. “Jika bahan alumunium yang dipakai berkualitas jelek, pelek akan gampang pecah dalam penyetelan ini,” tambah Supri yang sudah berpengalaman lebih dari 14 tahun setel-menyetel pelek jari-jari.

Kalau persoalan pelek yang dipilih itu tergantung ketebalan kocek masing-masing brother and sister. Ada banyak ragam merek dan harga yang ditawarkan. Tapi jika kocek bukan jadi masalah, baiknya pilih yang sudah punya merek kuat di balap motor. “Saya pakai Takasago Excel Asia di seluruh motor balap saya, bukan promosi tapi pelek tersebut memiliki kualitas yang baik. Juga ukuran diameter dan lebarnya lengkap,” tutur Salis Bergas Habibi, selaku pemilik tim drag bike Kawahara ICE 55 AHRS GM pada peleknya yang harganya mulai dari Rp 250 ribu.  Adit

TIPS LAINNYA:

Tips Injeksi Motor, Jangan Main Semprot Filter Udara!

Ganti Roller Honda Beat, Perhatikan Ketebalannya..!!

Tips Pilih CDI Racing Korek Harian, Yang Sederhana Saja

Tips Cuci Motor Injeksi, Awas ECM Dan Throttle Body

Kohar Satria FU-150, Lepas Dekompresi Pada Kem, Kompresinya Utuh

BAGIKAN