nhk

Wayne Gardner, Sulit Era GP500 Yang 2T, Ketimbang MotoGP Yang 4T, Karir Umur Pembalap Awet

GP500 tahun 2000

ManiakMotor – Mesin prototipe 2T GP500 sebelum MotoGP di kejuaraan dunia balap motor, lebih susah dikendalikan. Sifat motor ini lebih banyak ‘melukai’ atau mencelakakan pembalapnya. Berbeda dengan era MotoGP yang mesinnya 4T, pembalapnya lebih dimudahkan oleh teknologi.

Itu yang bicara Wayne Gardner, mantan juara GP500 1987. Katanya mesin 2T sangat agresif yang harafiahnya motor liar ala racing di eranya, “Sehingga kecelakaan gampang terjadi. Mudah menabrak dan jatuh,” papar Gardner yang asal Australia di Speedweek.

Sedang MotoGP yang mesinnya four stroke menurut Gardner lebih aman dan nyaman, “Motor ini sudah sangat teknologi. Contoh saja memiliki kontrol traksi yang belum ada di GP500. Jadi sangat mudah buat pembalap,” tambah Gardner yang selalu muncul di setiap seri MotoGP lantaran anaknya Remmy Gardner salah satu peserta Moto2.

Karena versi 2T ini nggak dijelaskan detil oleh Gardner, cobalah dianalisa. Mesin 2T range tenaganya sempit. Maksudnya – hanya contoh – tenaga idealnya bermain dari 8.000 rpm – 16.00 rpm, pembalap harus mempertahankan mesin pada putaran 8.000 rpm setiap kali menikung. Salah sikit tenaga besar akan muncul tiba-tiba yang membuat pembalapnya repot mengoreksi. Kontrol putaran sampai ke roda sepenuhnya pada pergelangan pembalapnya.

Untuk MotoGP selain range tenaga idealnya nggak sesempit 2T, juga dibantu kontrol traksi yang canggih. Bahkan bisa diatur-atur sesuai selera pembalap, “Teknologi inilah ditambah riset ban, membuat pembalap bisa lebih awet umurnya,” pungkas Gardner sembari menunjuk Valentino Rossi masih membalap di umur hampir 40 tahun. Miolo

BAGIKAN